WTI Lanjutkan Reli Menuju $90 saat Risiko Pasokan Energi Timur Tengah Meningkat
| |Terjemahan TerverifikasiLihat Artikel Asli- Harga minyak reli lebih lanjut mendekati $88,60 tanpa harapan terjadinya terobosan diplomatik AS-Iran dalam waktu dekat.
- Iran memperingatkan perluasan perang jika AS menyerang infrastruktur Iran.
- Para investor menunggu pengumuman kebijakan moneter.
West Texas Intermediate (WTI), kontrak berjangka di NYMEX, melanjutkan kenaikan beruntunnya untuk hari perdagangan kelima pada hari Kamis, naik lebih dari 3% di sekitar $88,60 selama sesi perdagangan Eropa. Harga minyak melanjutkan kenaikannya karena tidak ada tanda-tanda terobosan diplomatik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran dalam waktu dekat yang membenarkan penutupan jalur-jalur penting lebih lama.
Penutupan Selat Hormuz oleh tentara Iran dan Selat Bab el-Mandeb, gerbang selatan Laut Merah, oleh Houthi yang bersekutu dengan Iran di Yaman, secara kolektif telah berdampak pada hampir 27% pasokan energi global.
Lebih awal pada hari ini, Iran memperingatkan perluasan perang di Timur Tengah jika AS mulai menyerang infrastruktur Iran. "Doktrin pertahanan kami jelas: mata dibayar mata. Setiap agresi terhadap Iran, termasuk infrastruktur kami, akan memaksa respons yang kuat dan tegas," kata Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi .
Pesan dari Araghchi Iran merupakan respons terhadap ancaman dari Presiden AS Donald Trump bahwa militer Washington akan menghancurkan jembatan atau pembangkit listrik Iran setiap kali Republik Islam Iran menembaki sebuah kapal di Selat Hormuz.
Sementara itu, para investor mengalihkan fokus mereka ke pengumuman kebijakan moneter utama dari berbagai bank sentral, dimulai dengan Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) pada pukul 12:15 GMT (19:15 WIB). ECB sangat diprakirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah setelah kenaikan 25 basis poin (bp) pada pertemuan kebijakan bulan Juni.
Pertanyaan Umum Seputar Minyak WTI
Minyak WTI adalah jenis minyak mentah yang dijual di pasar internasional. WTI adalah singkatan dari West Texas Intermediate, salah satu dari tiga jenis utama termasuk Brent dan Dubai Crude. WTI juga disebut sebagai "ringan" dan "manis" karena gravitasi dan kandungan sulfurnya yang relatif rendah. Minyak ini dianggap sebagai minyak berkualitas tinggi yang mudah dimurnikan. Minyak ini bersumber dari Amerika Serikat dan didistribusikan melalui hub Cushing, yang dianggap sebagai "Persimpangan Pipa Dunia". Minyak ini menjadi patokan untuk pasar minyak dan harga WTI sering dikutip di media.
Seperti semua aset, penawaran dan permintaan merupakan pendorong utama harga minyak WTI. Dengan demikian, pertumbuhan global dapat menjadi pendorong peningkatan permintaan dan sebaliknya untuk pertumbuhan global yang lemah. Ketidakstabilan politik, perang, dan sanksi dapat mengganggu pasokan dan memengaruhi harga. Keputusan OPEC, sekelompok negara penghasil minyak utama, merupakan pendorong utama harga lainnya. Nilai Dolar AS memengaruhi harga minyak mentah WTI, karena minyak sebagian besar diperdagangkan dalam Dolar AS, sehingga Dolar AS yang lebih lemah dapat membuat minyak lebih terjangkau dan sebaliknya.
Laporan inventaris minyak mingguan yang diterbitkan oleh American Petroleum Institute (API) dan Energy Information Agency (EIA) memengaruhi harga minyak WTI. Perubahan inventaris mencerminkan fluktuasi pasokan dan permintaan. Jika data menunjukkan penurunan inventaris, ini dapat mengindikasikan peningkatan permintaan, yang mendorong harga minyak naik. Inventaris yang lebih tinggi dapat mencerminkan peningkatan pasokan, yang mendorong harga turun. Laporan API diterbitkan setiap hari Selasa dan EIA pada hari berikutnya. Hasilnya biasanya serupa, dengan selisih 1% satu sama lain selama 75% waktu. Data EIA dianggap lebih dapat diandalkan, karena merupakan lembaga pemerintah. Hasilnya biasanya serupa, dengan selisih 1% dari satu sama lain selama 75% waktu. Data EIA dianggap lebih dapat diandalkan, karena merupakan lembaga pemerintah.
OPEC (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak) adalah kelompok yang terdiri dari 12 negara penghasil minyak yang secara kolektif memutuskan kuota produksi untuk negara-negara anggota pada pertemuan dua kali setahun. Keputusan mereka sering kali memengaruhi harga minyak WTI. Ketika OPEC memutuskan untuk menurunkan kuota, pasokan dapat diperketat, sehingga harga minyak naik. Ketika OPEC meningkatkan produksi, efeknya justru sebaliknya. OPEC+ mengacu pada kelompok yang diperluas yang mencakup sepuluh anggota non-OPEC tambahan, yang paling menonjol adalah Rusia.
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.