Utang Luar Negeri Indonesia Naik jadi USD444,4 Miliar pada Mei
|- ULN Indonesia tumbuh 2,1% secara tahunan menjadi USD444,4 miliar pada Mei 2026.
- ULN pemerintah naik 3,7% menjadi USD217,3 miliar, sementara ULN swasta masih terkontraksi 0,1%.
- Ekonom menilai pelemahan Rupiah dapat meningkatkan beban utang valas.
Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia meningkat pada Mei 2026, didorong pertumbuhan utang sektor publik – yang mencakup pemerintah dan Bank Indonesia – di tengah kontraksi ULN swasta yang lebih terbatas.
Bank Indonesia (BI) mencatat ULN Indonesia sebesar USD444,4 miliar, tumbuh 2,1% secara tahunan, sedikit lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 2,0% pada April.
ULN pemerintah mencapai USD217,3 miliar dan tumbuh 3,7% secara tahunan. Perkembangan ini terutama dipengaruhi aliran masuk pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional, di tengah pembayaran neto pinjaman luar negeri yang jatuh tempo.
Mengutip Kontan, Lead Economist Bank Danamon Irman Faiz menilai kenaikan ULN pemerintah di tengah pelemahan Rupiah perlu dicermati karena dapat meningkatkan beban pembayaran utang valas ketika dikonversi ke mata uang domestik.
Sementara itu, peningkatan ULN Bank Indonesia didorong oleh kenaikan kepemilikan nonresiden terhadap Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
ULN Swasta Masih Terkontraksi
ULN swasta tercatat sebesar USD195,9 miliar pada Mei, turun 0,1% secara tahunan. Kontraksi tersebut lebih terbatas dibandingkan penurunan 0,5% pada April.
Secara keseluruhan, rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) berada di 29,9%, sementara 83,9% dari total ULN merupakan utang jangka panjang.
BI menilai struktur ULN Indonesia tetap sehat dan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah untuk meminimalkan risiko terhadap stabilitas perekonomian.
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.