fxs_header_sponsor_anchor

Berita

USD/INR Diperdagangkan dengan Hati-Hati Menjelang Data NFP AS

  • Rupee India menguat terhadap Dolar AS; prospeknya tetap rapuh.
  • Harga minyak yang lebih tinggi dan penjualan FII diprakirakan akan menghambat pemulihan Rupee India.
  • Data NFP AS akan menjadi pemicu utama bagi Dolar AS dalam perdagangan sesi Amerika Utara pada hari Jumat.

Rupee India (INR) diperdagangkan lebih tinggi terhadap Dolar AS (USD) selama perdagangan siang di India pada hari Jumat. Pasangan mata uang USD/INR turun mendekati 92,00 saat Rupee India mempertahankan dukungan yang diberikan oleh intervensi Reserve Bank of India (RBI) di pasar valuta asing terhadap pergerakan satu arah yang berlebihan pada hari Kamis.

Pada hari Kamis, RBI melakukan intervensi untuk mendukung mata uang domestik setelah mencatat level terendah baru sepanjang masa terhadap Dolar AS di 92,67 pada hari Rabu.

Prospek Rupee India tetap suram karena harga minyak semakin meningkat di tengah perang di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran, serta dana asing yang terus menerus keluar dari pasar saham India.

Pada saat berita ini ditulis, harga minyak WTI diperdagangkan dengan kuat di dekat level tertinggi baru 18 bulan di atas $80,00 yang dicatat pada hari Kamis. Harga minyak telah melonjak secara signifikan karena meningkatnya aktivitas militer di dekat Selat Hormuz, sebagai bagian dari pembalasan Iran terhadap AS atas pembunuhan Pemimpin Tertinggi mereka, Ayatollah Ali Khamenei, yang telah mengganggu pasokan global.

Mata uang dari negara-negara seperti India yang sangat bergantung pada impor minyak untuk memenuhi kebutuhan energi mereka tetap sangat sensitif terhadap perubahan harga minyak.

Sementara itu, ekonomi India kemungkinan tidak menghadapi kekurangan pasokan minyak karena AS telah mengizinkan India untuk membeli minyak mentah dari Rusia selama sebulan di tengah konflik dengan Iran.

Di sisi investasi asing, Investor Institusi Asing (Foreign Institutional Investors/FII) tetap menjadi penjual bersih dalam tiga hari perdagangan di bulan Maret, dan telah melepas saham mereka senilai Rs. 15.800,81 crore, menurut data dari NSE.

Saat berita ini ditulis, Dolar AS (USD) diperdagangkan dengan sedikit hati-hati menjelang data Nonfarm Payrolls (NFP) AS untuk bulan Februari, yang akan diterbitkan pada pukul 13:30 GMT (20:30 WIB). Para investor akan memantau dengan seksama data NFP AS untuk mendapatkan petunjuk yang berarti tentang keadaan ketenagakerjaan saat ini. Data ini juga akan memiliki dampak signifikan pada prospek suku bunga AS.

Laporan NFP AS diprakirakan akan menunjukkan bahwa ekonomi menciptakan 59 ribu lapangan pekerjaan baru, jauh lebih rendah dari 130 ribu pada bulan Januari. Tingkat Pengangguran diprakirakan tetap stabil di 4,3%.

Spekulasi mengenai Federal Reserve (The Fed) akan menurunkan suku bunga dalam pertemuan bulan Juli telah melemah, setelah dirilisnya data ketenagakerjaan ADP yang positif pada hari Rabu.

Menurut CME FedWatch tool, peluang The Fed untuk mempertahankan suku bunga tetap stabil dalam pertemuan kebijakan bulan Juli telah meningkat menjadi 47,4% dari 33,4% yang terlihat seminggu sebelumnya.

Analisis Teknis: USD/INR Bertahan di Atas Indikator Utama EMA 20-Hari

USD/INR turun ke dekat 92,00 pada saat berita ini ditulis. Pasangan mata uang ini mempertahankan bias bullish jangka pendek karena harga tetap di atas Exponential Moving Average (EMA) 20-hari yang miring ke atas di dekat 91,43, mengkonfirmasi struktur tren positif jangka pendek setelah penembusan baru-baru ini dari area 91,25-91,30.

Kondisi momentum mendukung pandangan ini, dengan Relative Strength Index (RSI) 14-hari tetap di atas 60,00, bahkan setelah mundur dari zona jenuh beli, mengindikasikan tekanan beli yang berkelanjutan daripada fase kelelahan telah selesai.

Support terdekat muncul di 91,40–91,45, ditentukan oleh EMA 20-hari, dengan pullback yang lebih dalam mengekspos support sekunder di 91,00. Di bawah itu, terendah reaksi sebelumnya di dekat 90,60 berfungsi sebagai dasar yang lebih jauh yang perlu dipertahankan untuk membatasi kenaikan yang lebih luas. Di sisi atas, level resistance utama adalah level tertinggi sepanjang masa di 92,67, dan penutupan harian di atas level ini akan membuka jalan menuju wilayah 93,00 sebagai target bullish berikutnya.

(Analisis teknis dalam berita ini ditulis dengan bantuan alat AI.)

Indikator Ekonomi

Tingkat Pengangguran

Tingkat Pengangguran, yang dirilis oleh Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS), adalah persentase dari total tenaga kerja sipil yang tidak memiliki pekerjaan berbayar tetapi secara aktif mencari pekerjaan. Tingkat ini biasanya lebih tinggi dalam ekonomi yang sedang mengalami resesi dibandingkan dengan ekonomi yang sedang tumbuh. Secara umum, penurunan Tingkat Pengangguran dianggap sebagai hal yang menguntungkan bagi Dolar AS (USD), sementara peningkatan dianggap sebagai hal yang merugikan. Meskipun demikian, angka itu sendiri biasanya tidak dapat menentukan arah pergerakan pasar berikutnya, karena hal ini juga akan bergantung pada pembacaan utama Nonfarm Payroll, dan data lain dalam laporan BLS.

Baca lebih lanjut

Rilis berikutnya Jum Mar 06, 2026 13.30

Frekuensi: Bulanan

Konsensus: 4.3%

Sebelumnya: 4.3%

Sumber:

Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.


KONTEN TERKAIT

Memuat ...



Hak cipta ©2026 FOREXSTREET S.L., dilindungi undang-undang.