USD/INR Tetap Kuat meskipun Ada Kemungkinan Kembalinya Investor Asing ke Pasar India
| |Terjemahan TerverifikasiLihat Artikel Asli- Rupee India diperdagangkan dengan hati-hati di dekat 91,10 terhadap Dolar AS pada pembukaan dengan pembelian FIIs yang masif pada hari Senin.
- Perundingan nuklir AS-Iran dan data PDB Kuartal IV India akan menjadi pemicu utama bagi Rupee India.
- Presiden AS Trump mengancam akan mengenakan bea lebih tinggi pada negara-negara jika mereka tidak menghormati kesepakatan perdagangan.
Rupee India (INR) diperdagangkan rentan terhadap Dolar AS (USD) pada hari Selasa. Pasangan mata uang USD/INR mempertahankan kenaikan hari Senin di dekat 91,10 meskipun terjadi arus masuk dana asing yang kuat ke pasar saham India.
Pada hari Senin, Investor Institusional Asing (FII) membeli saham senilai Rs. 3.483,70 crore, jumlah pembelian tertinggi kedua bulan ini, dan membuat seluruh bulan menjadi positif bersih dalam hal aliran asing. Sejauh ini di bulan Februari, FII telah membeli saham senilai Rs. 1.472,46 crore.
Sementara itu, intervensi Reserve Bank of India (RBI) di pasar spot dan forward gagal mendukung Rupee India. Bank sentral India kemungkinan menjual Dolar AS pada hari Selasa untuk mencegah rupee jatuh melewati level psikologis penting 91 per dolar, lapor Reuters.
Minggu ini, pemicu utama bagi Rupee India akan menjadi perundingan nuklir antara Amerika Serikat (AS) dan Iran pada hari Kamis, dan data Produk Domestik Bruto (PDB) Kuartal IV India pada hari Jumat.
Hasil perundingan nuklir AS-Iran akan berdampak signifikan pada harga minyak. Mata uang negara-negara yang tidak memiliki cadangan minyak dan sangat bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan energi mereka tetap sangat sensitif terhadap perubahan harga minyak.
Menjelang perundingan AS-Iran, Presiden Donald Trump telah mengancam Teheran melalui sebuah pos di Truth Social bahwa itu akan menjadi hari yang sangat buruk bagi negara dan rakyatnya jika mereka tidak mencapai kesepakatan.
Sementara itu, Dolar AS (USD) melanjutkan pergerakan pemulihannya dengan harapan bahwa volatilitas yang dipicu oleh putusan Mahkamah Agung AS (SC) terhadap kebijakan tarif Presiden Donald Trump tidak akan bertahan lama. Pada saat berita ini ditulis, Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur nilai Greenback terhadap enam mata uang utama, diperdagangkan 0,2% lebih tinggi mendekati 97,90.
Peserta pasar keuangan percaya bahwa Presiden Donald Trump memiliki beberapa alternatif untuk mempertahankan tarif dan juga telah mengancam negara-negara agar tidak "bermain-main dengan perjanjian perdagangan yang ada" setelah putusan pengadilan.
Pada hari Jumat, Mahkamah Agung AS memutuskan bahwa Trump melebihi wewenangnya dengan menginvokasi kekuatan darurat ekonomi untuk mendukung agenda tarifnya dan memblokir tarif impor tambahan. Sebagai tanggapan, Trump telah mengumumkan tarif global sebesar 15%.
Analisis Teknis: USD/INR Berotensi Naik Lebih Jauh Menuju 91,60
USD/INR diperdagangkan sedikit lebih rendah saat pembukaan sekitar 91,10. Harga bertahan di atas Exponential Moving Average 20-hari di 90,9273, menjaga bias bullish yang ringan.
EMA 20-hari telah mendatar melalui sesi-sesi terbaru dan mulai berbalik naik, menunjukkan bahwa para pembeli mempertahankan kendali selama berada di atas indikator ini dan dapat melanjutkan kenaikan menuju level terendah 23 Januari di 91,61. Sementara itu, pullback di bawah EMA dapat menggeser bias kembali ke dalam rentang.
Relative Strength Index (RSI) 14-hari terus goyah di dalam kisaran 40,00-60,00, menunjukkan tren sideways.
(Analisis teknis dalam berita ini ditulis dengan bantuan alat AI.)
Indikator Ekonomi
Produk Domestik Bruto Kuartalan (Thn/Thn)
Produk Domestik Bruto yang dirilis oleh Departemen Statistik adalah ukuran dari total nilai semua barang dan jasa yang diproduksi oleh India. PDB dianggap sebagai ukuran luas kegiatan ekonomi India dan kesehatan. Secara umum, pembacaan tinggi dilihat sebagai positif (atau bullish) untuk Rupee, sementara tren penurunan dipandang sebagai negatif (atau bearish).
Baca lebih lanjutInformasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.