USD/IDR: Rupiah Melemah Nyaris di 18.000 meski Dolar AS dan Minyak Turun
|- Rupiah melemah 0,33% ke 17.990, sementara JISDOR naik ke 17.994.
- Koreksi Dolar AS dan penurunan harga minyak belum mampu mengangkat mata uang domestik.
- Data domestik yang melemah dan peringatan Fitch membayangi Rupiah menjelang NFP AS.
Rupiah Indonesia kembali melemah mendekati level psikologis 18.000 menjelang penutupan pasar domestik pada Kamis. Koreksi Dolar AS dan penurunan harga minyak belum mampu menopang mata uang Garuda, karena data domestik masih menekan sentimen, sementara pasar berhati-hati menjelang laporan tenaga kerja AS.
Pasangan mata uang USD/IDR terpantau di 17.990, naik 60 poin atau 0,33% dari penutupan Rabu di 17.930 menurut Refinitiv. JISDOR Bank Indonesia naik ke 17.994 dari 17.961, sedangkan kurs transaksi BI ditetapkan di 18.050,81 pada sisi jual dan 17.871,19 pada sisi beli.
Indeks Dolar AS (DXY) turun 0,43% ke sekitar 100,98 saat berita ini ditulis. Pelemahan terjadi setelah data tenaga kerja swasta dan manufaktur AS berada di bawah prakiraan, sementara pasar bersikap hati-hati menjelang Nonfarm Payrolls yang diprakirakan melambat. Namun, indeks masih bertahan di atas area 100,64 yang sebelumnya menjadi resistance.
Tekanan Domestik Masih Membayangi Rupiah
PMI Manufaktur Indonesia kembali masuk wilayah kontraksi, neraca perdagangan Mei berbalik defisit US$1,61 miliar, dan inflasi meningkat. Fitch juga menilai tekanan terhadap kepercayaan investor dan bantalan devisa Indonesia meningkat.
Penurunan harga minyak juga belum banyak membantu Rupiah. WTI melemah 0,79% ke US$68,04 per barel dan Brent turun 0,89% ke US$70,93 setelah Qatar menyebut pembicaraan teknis AS–Iran di Doha mencatat “kemajuan positif”. Pertemuan tersebut membahas pelayaran di Selat Hormuz dan pencairan dana Iran.
Pasar Tunggu NFP AS
Lapangan kerja sektor swasta AS bertambah 98.000 pada Juni, di bawah prakiraan 113.000 dan angka sebelumnya 122.000. PMI Manufaktur ISM juga turun ke 53,3 dari 54,0, meski indeks harga masih tinggi di 73,0.
Ketua The Fed Kevin Warsh mengatakan risiko inflasi telah menurun, tetapi kembali menegaskan komitmen bank sentral terhadap target 2%. “Jika ada yang mengira kami akan senang dengan inflasi di atas 2%, mereka akan kecewa,” katanya.
Perhatian pasar kini beralih ke Nonfarm Payrolls (NFP) AS yang diprakirakan bertambah 110.000 pada Juni, melambat dari 172.000. Pertumbuhan upah bulanan diprakirakan tetap 0,3%, sementara laju tahunan diproyeksikan meningkat menjadi 3,5% dari 3,4%. NFP yang lebih lemah dapat melanjutkan koreksi Dolar AS, tetapi kenaikan upah dapat membatasi pemulihan Rupiah.
Pertanyaan Umum Seputar Nonfarm Payrolls
Nonfarm Payrolls (NFP) merupakan bagian dari laporan lapangan pekerjaan bulanan Biro Statistik Tenaga Kerja AS. Komponen Nonfarm Payrolls secara khusus mengukur perubahan jumlah orang yang bekerja di AS selama bulan sebelumnya, tidak termasuk industri pertanian.
Angka Nonfarm Payrolls dapat memengaruhi keputusan Federal Reserve dengan memberikan ukuran seberapa sukses Fed memenuhi mandatnya untuk mendorong lapangan kerja penuh dan inflasi 2%. Angka NFP yang relatif tinggi berarti lebih banyak orang yang bekerja, menghasilkan lebih banyak uang, dan karenanya mungkin membelanjakan lebih banyak. Sebaliknya, hasil Nonfarm Payrolls yang relatif rendah dapat berarti orang-orang kesulitan mencari pekerjaan. The Fed biasanya akan menaikkan suku bunga untuk mengatasi inflasi tinggi yang dipicu oleh pengangguran rendah, dan menurunkannya untuk merangsang pasar tenaga kerja yang stagnan.
Nonfarm Payrolls umumnya memiliki korelasi positif dengan Dolar AS. Ini berarti ketika angka payrolls keluar lebih tinggi dari yang diharapkan, USD cenderung menguat dan sebaliknya ketika angkanya lebih rendah. NFP memengaruhi Dolar AS berdasarkan dampaknya terhadap inflasi, ekspektasi kebijakan moneter, dan suku bunga. NFP yang lebih tinggi biasanya berarti Federal Reserve akan lebih ketat dalam kebijakan moneternya, yang mendukung USD.
Nonfarm Payrolls umumnya berkorelasi negatif dengan harga Emas. Ini berarti angka penggajian yang lebih tinggi dari yang diharapkan akan berdampak negatif pada harga Emas dan sebaliknya. NFP yang lebih tinggi umumnya berdampak positif pada nilai USD, dan seperti kebanyakan komoditas utama, Emas dihargai dalam Dolar AS. Oleh karena itu, jika USD naik nilainya, maka dibutuhkan lebih sedikit Dolar untuk membeli satu ons Emas. Selain itu, suku bunga yang lebih tinggi (biasanya membantu NFP yang lebih tinggi) juga mengurangi daya tarik Emas sebagai investasi dibandingkan dengan tetap menyimpan dalam bentuk tunai, di mana uang tersebut setidaknya akan memperoleh bunga.
Nonfarm Payrolls hanya satu komponen dalam laporan pekerjaan yang lebih besar dan dapat dibayangi oleh komponen lainnya. Kadang-kadang, ketika NFP keluar lebih tinggi dari prakiraan, tetapi Penghasilan Mingguan Rata-rata lebih rendah dari yang diharapkan, pasar telah mengabaikan potensi efek inflasi dari hasil utama dan menafsirkan penurunan penghasilan sebagai deflasi. Komponen-komponen Tingkat Partisipasi dan Jam Kerja Mingguan Rata-rata juga dapat memengaruhi reaksi pasar, tetapi hanya dalam peristiwa yang jarang terjadi seperti "Great Resignation" atau Krisis Keuangan Global.
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.