fxs_header_sponsor_anchor

Berita

Transaksi Berjalan Indonesia Kuartal II 2026 Defisit US$12,5 Miliar dari Sebelumnya -US$3,6 Miliar

Transaksi Berjalan Indonesia untuk periode kuartal II 2026 mencatatkan defisit sebesar US$12,5 miliar (3,3% dari PDB) yang lebih lebar jika dibandingkan sebelumnya defisit US$3,6 miliar (1,0% dari PDB), seperti diinformasikan oleh Bank Indonesia

Defisit yang lebih tinggi dipengaruhi oleh faktor-faktor yang diprakirakan temporer. Peningkatan defisit dalam neraca perdagangan migas karena kenaikan impor minyak seiring dengan harga minyak dunia yang tinggi. Sementara penurunan surplus neraca perdagangan non-migas didorong oleh peningkatan impor non-migas untuk kebutuhan ekonomi dalam negeri yang tinggi.

Reaksi Pasar

Rupiah diperdagangkan di 17.705 per Dolar AS, sedikit memangkas penguatan sebelumnya ke 17.683 pasca rilis data. Namun dalam basis harian, Rupiah masih menguat 0,14% terhadap Dolar AS.

Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.


KONTEN TERKAIT

Memuat ...



Hak cipta ©2026 FOREXSTREET S.L., dilindungi undang-undang.