Saham BMRI Turun ke Rp4.160, Tren Lemah Berlanjut saat Harga Menguji Support
|- BMRI ditutup melemah 1,19% ke Rp4.160 pada perdagangan Rabu.
- Polemik penundaan transaksi rekening menjadi sentimen tambahan, meski tekanan saham telah berlangsung sejak Juli.
- Support Rp4.080 menjadi level penting, sementara pemulihan perlu membawa harga kembali di atas Rp4.240–Rp4.280.
Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) melemah 0,95% atau 40 poin ke Rp4.160 pada penutupan perdagangan Rabu. Saham dibuka sekaligus mencapai level tertinggi harian di Rp4.190 sebelum bergerak turun dan menyentuh Rp4.150. Pelemahan berlangsung ketika Bank Mandiri masih mendapat sorotan terkait penundaan transaksi rekening Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok.
Bank Mandiri sebelumnya menyatakan langkah tersebut dilakukan atas permintaan aparat penegak hukum. Pada Rabu sore, Polda Metro Jaya menyebut proses penelusuran telah selesai dan Bank Mandiri akan mengaktifkan kembali rekening tersebut. Namun, tekanan terhadap BMRI telah terbentuk sebelum polemik ini muncul. Investor asing masih mencatat beli bersih sekitar Rp205,30 miliar pada sesi pertama Rabu meski BMRI bergerak melemah. Tekanan terhadap saham Bank Mandiri juga telah berlangsung sejak Juli, sehingga pelemahan hari ini terjadi di tengah tren yang sudah terbentuk sebelum polemik rekening mencuat.
Tren Turun BMRI Berlanjut Sejak Juli
Secara lebih luas, BMRI masih berada dalam tren melemah sejak sekitar 20 Juli, ketika saham ditutup di Rp4.450. Pada harga penutupan Rp4.160, saham telah turun sekitar 6,5% dari level Rp4.450 pada 20 Juli dan masih membentuk pola lower high.
Harga juga masih berada di bawah MA jangka pendek di Rp4.168–Rp4.171. Sementara itu, Relative Strength Index (RSI) di 47,58 menunjukkan momentum masih cenderung lemah. BMRI perlu kembali melewati area Rp4.170 untuk membuka peluang menuju resistance Rp4.240–Rp4.280, yang mencakup level tertinggi 21 Agustus dan area yang membatasi kenaikan pada awal Agustus.
Di sisi bawah, area Rp4.130–Rp4.150 menjadi support terdekat karena berdekatan dengan garis tren naik dari terendah Juni. Jika area tersebut gagal bertahan, perhatian berikutnya tertuju pada terendah 12 Agustus di Rp4.080, kemudian level psikologis Rp4.000.
Sebaliknya, penembusan di atas Rp4.240–Rp4.280 dapat membuka peluang menuju MA 100 di sekitar Rp4.292. Resistance berikutnya berada di sekitar Rp4.430, yang merupakan level terendah 23 Juli sebelum terbentuknya gap down pada 24 Juli.
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.