Rupiah Melemah Usai Libur Imlek, Fokus Pasar Beralih ke FOMC dan BI Rate
|- Rupiah diperdagangkan di sekitar 16.890 per dolar AS, mendekati batas atas rentang harian pascalibur Imlek.
- Dolar AS stabil dengan DXY di kisaran 97,21 menjelang rilis risalah FOMC dan rangkaian data ekonomi AS.
- Pasar domestik menanti keputusan Bank Indonesia, dengan konsensus suku bunga diprakirakan tetap 4,75%.
Rupiah kembali diperdagangkan pada Rabu setelah libur Tahun Baru Imlek selama dua hari dengan kecenderungan melemah terhadap dolar AS. Kurs USD/IDR bergerak di sekitar 16.890, mendekati batas atas rentang harian 16.810-16.890, di tengah stabilnya Greenback menjelang rilis risalah rapat Federal Reserve (Federal Open Market Committee/FOMC). Indeks dolar AS (DXY) tercatat berada di kisaran 97,21, mencerminkan sikap pasar yang masih berhati-hati menilai arah kebijakan moneter AS.
Dolar AS mendapat dorongan dari komentar hawkish pejabat The Fed. Presiden The Fed San Francisco Mary Daly menegaskan inflasi tetap perlu ditekan meski mulai melandai. “Kita perlu menurunkan inflasi, dan memastikan inflasi berada di jalur yang baik,” ujarnya, seperti dilaporkan Reuters. Selain itu, Gubernur Federal Reserve Michael Barr menyebutkan bahwa The Fed kemungkinan akan mempertahankan suku bunga untuk beberapa waktu.
Penyesuaian posisi investor domestik pasca libur turut membentuk pergerakan rupiah. Area 16.750-16.800 dipandang relatif menjaga stabilitas jangka pendek, sementara pergerakan menuju 16.900 hingga 17.000 mulai memunculkan kewaspadaan karena level tersebut sempat menjadi ambang psikologis pasar dalam beberapa pekan terakhir. Dinamika dolar global serta arus modal asing tetap menjadi faktor dominan yang memengaruhi arah rupiah.
Dari sisi domestik, perhatian pasar kini tertuju pada keputusan kebijakan moneter Bank Indonesia pada Kamis. Konsensus memprakirakan suku bunga acuan tetap di 4,75%, dengan deposit facility rate di 3,75% dan lending facility rate di 5,50%, mencerminkan upaya bank sentral menjaga stabilitas nilai tukar tanpa mengorbankan momentum pertumbuhan. Data pertumbuhan kredit Januari yang sebelumnya sekitar 9,69% (yoy) juga menjadi indikator penting kekuatan permintaan domestik.
Sementara itu, data ekonomi AS yang dirilis semalam memberikan sinyal campuran. Rata-rata empat minggu Perubahan Ketenagakerjaan ADP naik ke sekitar 10,3 ribu dari kontraksi sebelumnya, menunjukkan perbaikan moderat pasar tenaga kerja swasta. Di sisi lain, Indeks Manufaktur Empire State Februari naik ke 7,1, sedikit melampaui ekspektasi namun masih di bawah posisi sebelumnya, menandakan aktivitas manufaktur tetap ekspansif tetapi belum kuat.
Agenda data AS malam ini juga relatif padat, mencakup indikator sektor perumahan seperti Izin Mendirikan Bangunan dan Perumahan Baru, pesanan barang tahan lama (durable goods orders), serta Produksi Industri Januari. Pasar global juga menanti pidato pejabat The Fed dan publikasi risalah rapat FOMC, yang berpotensi memberi petunjuk tambahan mengenai arah suku bunga dan menjadi katalis penting bagi pergerakan dolar yang pada akhirnya akan memengaruhi pergerakan rupiah.
Indikator Ekonomi
Risalah Rapat FOMC
FOMC singkatan dari Federal Open Market Committee yang mengatur 8 pertemuan dalam setahun dan ulasan kondisi ekonomi dan keuangan, menentukan sikap yang tepat dalam kebijakan moneter dan menilai risiko terhadap tujuan jangka panjang atas stabilitas harga dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. FOMC Minutes yang dirilis oleh Dewan Gubernur Federal Reserve dan panduan yang jelas untuk kebijakan suku bunga AS di masa yang akan datang.
Baca lebih lanjutRilis berikutnya Rab Feb 18, 2026 19.00
Frekuensi: Tidak teratur
Konsensus: -
Sebelumnya: -
Sumber: Federal Reserve
Risalah Rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) biasanya diterbitkan tiga minggu setelah hari keputusan kebijakan. Investor mencari petunjuk mengenai prospek kebijakan dalam publikasi ini di samping pembagian suara. Nada bullish kemungkinan akan memberikan dorongan bagi greenback sementara sikap dovish dipandang sebagai USD-negatif. Perlu dicatat bahwa reaksi pasar terhadap Risalah Rapat FOMC dapat tertunda karena outlet berita tidak memiliki akses ke publikasi sebelum rilis, tidak seperti Pernyataan Kebijakan FOMC.
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.