Rupiah Pertahankan Pelemahan Menyusul Data Keyakinan Konsumen
| |Terjemahan TerverifikasiLihat Artikel Asli- USD/IDR menguat seiring dengan turunnya keyakinan konsumen Indonesia pada bulan Juni menjadi 117,8 dari 120,9 pada bulan Mei, melemahkan Rupiah.
- Para pedagang menantikan Risalah Rapat pertama Ketua The Fed baru, Warsh, untuk mencari petunjuk penting mengenai suku bunga AS di masa depan.
- Permintaan safe-haven dari pembaruan ketegangan geopolitik mendukung Dolar AS.
USD/IDR menguat setelah mencatat penurunan tipis pada hari sebelumnya, diperdagangkan di sekitar 18.050 selama perdagangan sesi Asia pada hari Rabu. Pasangan mata uang ini bertahan karena Rupiah Indonesia (IDR) tetap lesu setelah rilis Survei Konsumen terbaru yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI), yang menunjukkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang optimis (indeks >100) 117,8 pada bulan Juni, dibandingkan dengan 120,9 pada bulan Mei.
Perhatian para pedagang tertuju pada rilis Risalah Rapat Federal Reserve (The Fed) AS pada hari Rabu, yang pertama di bawah Ketua baru yang ditunjuk, Kevin Warsh, untuk mencari petunjuk krusial mengenai jalur suku bunga AS di masa depan.
Dolar AS (USD) mendapat dukungan dari permintaan safe-haven di tengah pembaruan ketegangan geopolitik. Serangan udara AS terhadap Iran dilakukan sebagai respons atas serangan Iran terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz yang penting, termasuk kapal LNG Qatar dan kapal tanker minyak Saudi.
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, memperingatkan bahwa era intimidasi dan pemerasan telah berakhir dan menegaskan bahwa Iran tidak akan menyerah di bawah tekanan. Sementara itu, komando militer gabungan tertinggi negara itu mengecam serangan di selatan Iran sebagai agresi terang-terangan, menjanjikan respons militer yang menghancurkan. Dengan sikap menantang terhadap jalur air strategis tersebut, Teheran menegaskan kembali bahwa mereka akan memblokir setiap campur tangan AS terkait pengendalian dan pengelolaan Selat Hormuz.
Indikator Ekonomi
Keyakinan Konsumen
Survei Konsumen yang dilakukan oleh Bank Indonesia mencerminkan perubahan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi dibandingkan dengan satu bulan sebelumnya. Laporan tersebut mencakup Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) untuk menggambarkan gambaran akurat terkait sentimen konsumen di negara ini.
Baca lebih lanjutInformasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.