fxs_header_sponsor_anchor

Berita

Rupee India tetap didukung terhadap Dolar AS karena harga minyak yang lebih rendah

  • Rupee India tetap dalam kisaran ketat terhadap Dolar AS saat para investor mengalihkan fokus ke berbagai data AS.
  • Harga minyak yang lebih rendah terus membatasi sisi bawah Rupee India.
  • FIIs ternyata menjadi penjual bersih pada hari Senin.

Rupee India (INR) diperdagangkan dengan lesu terhadap Dolar AS (USD) pada hari Selasa. Pasangan USD/INR telah kesulitan mencari arah selama dua minggu, diperdagangkan dekat 94,60, sementara Dolar AS menguat di tengah kehati-hatian seputar data Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat (AS) untuk bulan Juni, yang akan dirilis pada hari Kamis.

Pada saat berita ini ditulis, Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur nilai Greenback terhadap enam mata uang utama, diperdagangkan naik 0,2% ke dekat 101,32.

NFP AS Menjadi Pemicu Utama bagi Pasar Global

Data NFP AS selalu memiliki arti penting besar bagi ekspektasi suku bunga Federal Reserve (The Fed). Namun kali ini, dampaknya diprakirakan lebih besar karena pernyataan dari Ketua The Fed baru, Kevin Warsh, dalam konferensi kebijakan moneternya minggu ini menunjukkan bahwa ia akan menahan diri dari memberikan pernyataan yang bersifat pandangan ke depan.

"Tidak ada juga yang disebut panduan ke depan—yang kami sepakati tidak cocok dengan kondisi kebijakan saat ini," menurut transkrip Konferensi Pers Ketua The Fed Warsh.

Menurut prakiraan, ekonomi AS menciptakan 110 Ribu lapangan pekerjaan baru, lebih rendah dari 172 Ribu pada bulan Mei. Tingkat Pengangguran tetap stabil di 4,3%.

Pada sesi Selasa, para investor akan fokus pada data Lowongan Kerja JOLTS AS untuk bulan Mei, yang akan dipublikasikan pada pukul 14:00 GMT (21:00 WIB). Data tersebut diprakirakan menunjukkan bahwa para pemberi kerja memasang 7,3 Juta lowongan pekerjaan baru, lebih rendah dari 7,618 Juta pada bulan April.

Minggu ini, para investor juga akan fokus pada Perubahan Ketenagakerjaan ADP AS dan data PMI Manufaktur ISM untuk bulan Juni, yang akan dirilis pada hari Rabu.

Harga Minyak yang Lebih Rendah Terus Mendukung Rupee India

Harga minyak yang tetap rendah akibat pemeliharaan gencatan senjata antara AS dan Iran terus mendukung Rupee India.

Mata uang dari negara-negara seperti India, yang sangat bergantung pada impor minyak untuk memenuhi kebutuhan energi mereka, cenderung berkinerja lebih baik saat harga minyak tetap rendah.

Sementara itu, Iran terus menuntut pengakuan atas otoritasnya di dekat Selat Hormuz, titik tersumbat penting bagi hampir 20% pasokan energi global, yang sedang dibicarakan dengan Oman.

Pada hari Senin, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menyatakan dalam sebuah unggahan di X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter, bahwa Teheran telah menyelesaikan pertemuan dengan Oman di mana mereka meninjau isu-isu terkini terkait Hormuz, dan juga bertukar pandangan mengenai pengelolaan masa depan jalur air tersebut.

FII tetap Menjadi Penjual Bersih di Pasar Saham India pada Hari Senin

Investor Institusional Asing (FII) terus mengurangi kepemilikan mereka di pasar saham India meskipun harga minyak yang lebih rendah telah memperbaiki proyeksi pendapatan perusahaan India. Pada hari Senin, FII tetap menjadi penjual bersih, melepas kepemilikan senilai Rs. 1.350,10 Crore.

Analisis Teknis: USD/INR diperdagangkan di dalam pola Descending Triangle

USD/INR diperdagangkan di sekitar 94,65, mempertahankan nada bearish jangka pendek karena berada di bawah Exponential Moving Average (EMA) 20-periode di 94,80 dan batas menurun dari formasi Descending Triangle, yang level tembusannya berada di 95,18.

Nilai tukar telah kembali ke paruh bawah kisaran terbaru, sementara Relative Strength Index (RSI) di 47 menunjukkan momentum netral-ke-lembut daripada kondisi jenuh jual yang nyata, mengisyaratkan tekanan ke bawah masih ada tetapi tanpa penyerahan total.

Di sisi atas, resistance terdekat terlihat pada EMA 20-periode di 94,80, diikuti oleh level tembus garis tren turun di 95,1822, dengan asal garis bearish tersebut di dekat 97,0285 yang bertindak sebagai batas atas yang lebih jauh. Di sisi bawah, batas horizontal dari pola grafik yang disebutkan di atas di sekitar 94,00 adalah zona support utama; penembusan di bawahnya akan mengekspos pasangan mata uang ini ke level tertinggi 15 April di 93,47.

(Analisis teknis dalam berita ini ditulis dengan bantuan alat AI.)

Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.


KONTEN TERKAIT

Memuat ...



Hak cipta ©2026 FOREXSTREET S.L., dilindungi undang-undang.