fxs_header_sponsor_anchor

Berita

Risalah Rapat The Fed Diperkirakan Menunjukkan Sejauh Mana Bias Hawkish Setelah Pertemuan yang Terbelah

  • Risalah rapat The Fed diprakirakan akan mengungkap sejauh mana dukungan terhadap suku bunga yang lebih tinggi setelah tiga suara penentangan pada bulan Juli.
  • Data inflasi dan pasar tenaga kerja yang lebih lemah sejak pertemuan tersebut mendukung argumen untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah pada bulan September.
  • Pasar saat ini melihat peluang 34% untuk kenaikan suku bunga pada bulan September, turun dari sekitar 60% tiga minggu lalu.

Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat (AS) akan merilis Risalah rapat Komite Pasar Terbuka Federal (Federal Open Market Committee/FOMC) bulan Juli pada hari Rabu. Dokumen tersebut seharusnya memungkinkan para investor menilai sejauh mana bias hawkish di dalam bank sentral setelah pertemuan yang ditandai dengan tiga suara penentangan yang mendukung kenaikan suku bunga.

The Fed membiarkan suku bunga Fed Funds tidak berubah di kisaran 3,5%-3,75% pada bulan Juli, seperti yang diprakirakan luas. Namun, tiga pejabat, Presiden The Fed regional Lorie Logan, Beth Hammack dan Neel Kashkari, memilih kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin (bp), menyoroti divergensi yang semakin besar di dalam Komite.

Pernyataan kebijakan moneter secara umum tidak berubah dari bulan Juni dan tidak memberikan panduan eksplisit mengenai keputusan di masa depan. Komunikasi yang terbatas ini konsisten dengan preferensi Ketua The Fed Kevin Warsh untuk mengurangi forward guidance dan mempertahankan fleksibilitas yang lebih besar dari satu pertemuan ke pertemuan berikutnya.

Karena itu, Risalah rapat akan diteliti secara cermat untuk menentukan apakah bias hawkish meluas melampaui tiga penentang tersebut. Tanda-tanda bahwa pejabat lain mempertimbangkan kenaikan suku bunga sebelum akhirnya memilih untuk mempertahankan suku bunga dapat membuat kemungkinan pengetatan moneter pada bulan September tetap hidup.

Para Anggota Hawkish The Fed Menghadapi Perubahan Gambaran Ekonomi

Perhatian akan tertuju khususnya pada argumen yang diajukan untuk mendukung suku bunga yang lebih tinggi. Pada pertemuan bulan Juli, aktivitas ekonomi terus berkembang dengan laju yang solid, didukung oleh produktivitas dan investasi yang kuat, sementara inflasi tetap berada di atas target 2% The Fed.

Para pejabat yang lebih hawkish mungkin berargumen bahwa guncangan pasokan dan ledakan investasi terkait Kecerdasan Buatan berisiko mempertahankan tekanan inflasi. Stabilitas relatif pasar tenaga kerja juga memberikan argumen bagi bank sentral untuk memprioritaskan pengembalian inflasi ke targetnya.

Namun, latar belakang makroekonomi telah berubah secara signifikan sejak pertemuan tersebut. Data Indeks Harga Konsumen (IHK atau CPI) dan Indeks Harga Produsen (IHP atau PPI) bulan Juli menunjukkan tekanan inflasi yang mereda. Pada saat yang sama, laporan ketenagakerjaan terbaru menandakan pelemahan yang lebih nyata di pasar tenaga kerja, dengan penurunan tak terduga sebesar 23 Ribu lapangan pekerjaan pada bulan Juli dan revisi turun yang signifikan untuk bulan-bulan sebelumnya.

Data ini telah memperkuat argumen untuk bersabar. Para ekonom Wells Fargo memprakirakan Risalah akan menunjukkan bahwa sebagian besar anggota Komite tetap bersedia menunggu kemajuan lebih lanjut pada inflasi, sambil berpendapat bahwa ambang batas untuk kenaikan suku bunga di masa depan tetap relatif rendah jika tekanan harga gagal mereda lebih lanjut.

Perubahan ini juga menjelaskan mengapa para investor mungkin memberi bobot yang lebih kecil dari biasanya pada dokumen hari Rabu. Risalah mencerminkan perdebatan yang terjadi sebelum data ketenagakerjaan dan inflasi terbaru dirilis dan karena itu dapat menggambarkan sikap yang lebih hawkish daripada posisi The Fed saat ini.

Pasar akibatnya dapat dengan cepat mengalihkan perhatian ke Simposium Ekonomi Jackson Hole, di mana Kevin Warsh diprakirakan akan berbicara nanti bulan ini. The Fed juga akan menerima satu putaran lagi data inflasi dan ketenagakerjaan sebelum pertemuan bulan September, sehingga prospek suku bunga sangat bergantung pada data ekonomi yang masuk.

Kapan Risalah Rapat FOMC akan Dirilis dan Bagaimana Dampaknya terhadap Dolar AS?

FOMC akan merilis Risalah Rapat raapt kebijakan 28–29 Juli pada hari Rabu pukul 18:00 GMT (Kamis, 01:00 WIB).

Ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi telah menurun secara signifikan sejak pertemuan bulan Juli. Menurut alat CME FedWatch, pasar kini melihat peluang 34% untuk kenaikan suku bunga 25 bp pada bulan September, turun dari sekitar 60% tiga minggu lalu, sementara mempertahankan suku bunga tidak berubah telah menjadi skenario dasar yang jelas.

Dalam latar belakang ini, pertanyaan utama bagi Dolar AS (USD) adalah apakah tiga suara yang berbeda pendapat mencerminkan arus hawkish yang lebih luas di dalam Komite.

Jika Risalah menunjukkan bahwa beberapa pejabat yang memilih untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah tetap meyakini bahwa pengetatan moneter lebih lanjut mungkin segera diperlukan, ekspektasi kenaikan suku bunga pada bulan September bisa rebound. Skenario seperti itu dapat mendukung imbal hasil US Treasury dan Dolar AS.

Sebaliknya, jika dokumen tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar anggota FOMC memandang level suku bunga saat ini sudah cukup restriktif dan lebih memilih menunggu data tambahan sebelum mempertimbangkan kenaikan suku bunga lagi, ekspektasi untuk mempertahankan suku bunga pada bulan September bisa menguat dan membebani Dolar AS.

Namun reaksi pasar bisa tetap terbatas. Risalah rapat bersifat melihat ke belakang, dan data yang dirilis sejak pertemuan tersebut telah mengubah lanskap ekonomi. Karena itu, para investor mungkin akan lebih fokus pada rilis data ekonomi AS mendatang dan komentar Kevin Warsh di Jackson Hole untuk menilai kembali prospek kebijakan moneter menjelang pertemuan bulan September.


Pada grafik empat jam, Indeks Dolar AS (DXY) diperdagangkan di 99,46, mempertahankan nada bearish jangka pendek karena tetap berada di bawah Simple Moving Average (SMA) 100 periode di 100,03 dan SMA 200 periode di 100,51. Garis tren resistance menurun, yang kini berada di sekitar 99,89, memperkuat batas sisi atas, sementara Relative Strength Index (RSI) di dekat 38 mengisyaratkan tekanan penurunan yang masih berlanjut ketimbang rebound jenuh jual yang tegas.

Pada sisi atas, resistance awal terlihat di area garis tren sekitar 99,89, sebelum SMA 100 periode di 100,03. Lebih jauh ke atas, penghalang horizontal di sekitar 100,35 berada sebelum SMA 200 periode yang lebih panjang di dekat 100,51. Pada sisi bawah, support signifikan berikutnya adalah lantai horizontal di 98,90, tempat para pembeli dapat mencoba memperlambat penurunan saat ini jika aksi jual berlanjut.

(Analisis teknis dalam berita ini ditulis dengan bantuan alat AI. Pelajari lebih lanjut.)

Pertanyaan Umum Seputar Dolar AS

Dolar AS (USD) adalah mata uang resmi Amerika Serikat, dan mata uang 'de facto' di sejumlah besar negara lain tempat mata uang ini beredar bersama mata uang lokal. Dolar AS adalah mata uang yang paling banyak diperdagangkan di dunia, mencakup lebih dari 88% dari seluruh perputaran valuta asing global, atau rata-rata $6,6 triliun dalam transaksi per hari, menurut data dari tahun 2022. Setelah perang dunia kedua, USD mengambil alih posisi Pound Sterling Inggris sebagai mata uang cadangan dunia. Selama sebagian besar sejarahnya, Dolar AS didukung oleh Emas, hingga Perjanjian Bretton Woods pada tahun 1971 ketika Standar Emas menghilang.

Faktor tunggal terpenting yang memengaruhi nilai Dolar AS adalah kebijakan moneter, yang dibentuk oleh Federal Reserve (The Fed). The Fed memiliki dua mandat: mencapai stabilitas harga (mengendalikan inflasi) dan mendorong lapangan kerja penuh. Alat utamanya untuk mencapai kedua tujuan ini adalah dengan menyesuaikan suku bunga. Ketika harga naik terlalu cepat dan inflasi berada di atas target The Fed sebesar 2%, The Fed akan menaikkan suku bunga, yang membantu nilai USD. Ketika inflasi turun di bawah 2% atau Tingkat Pengangguran terlalu tinggi, The Fed akan menurunkan suku bunga, yang membebani Greenback.

Dalam situasi ekstrem, Federal Reserve juga dapat mencetak lebih banyak Dolar dan memberlakukan pelonggaran kuantitatif (QE). QE adalah proses di mana Fed secara substansial meningkatkan aliran kredit dalam sistem keuangan yang macet. Ini adalah langkah kebijakan nonstandar yang digunakan ketika kredit telah mengering karena bank tidak akan saling meminjamkan (karena takut gagal bayar oleh rekanan). Ini adalah pilihan terakhir ketika hanya menurunkan suku bunga tidak mungkin mencapai hasil yang diinginkan. Itu adalah senjata pilihan The Fed untuk memerangi krisis kredit yang terjadi selama Krisis Keuangan Besar pada tahun 2008. Hal ini melibatkan The Fed yang mencetak lebih banyak Dolar dan menggunakannya untuk membeli obligasi pemerintah AS terutama dari lembaga keuangan. QE biasanya menyebabkan Dolar AS melemah.

Pengetatan kuantitatif (QT) adalah proses sebaliknya di mana Federal Reserve berhenti membeli obligasi dari lembaga keuangan dan tidak menginvestasikan kembali pokok dari obligasi yang dimilikinya yang jatuh tempo dalam pembelian baru. Hal ini biasanya positif bagi Dolar AS.

Indikator Ekonomi

Indeks Harga Konsumen (Thn/Thn)

Kecenderungan inflasi atau deflasi diukur dengan menjumlahkan harga sekeranjang barang dan jasa secara berkala dan menyajikan datanya sebagai Indeks Harga Konsumen (IHK). Data IHK dikumpulkan setiap bulan dan dirilis oleh Departemen Statistik Tenaga Kerja AS. Laporan bulanan ini membandingkan harga barang-barang pada bulan referensi dengan bulan sebelumnya. IHK Tidak termasuk Makanan & Energi tidak menyertakan komponen makanan dan energi yang lebih fluktuatif untuk memberikan pengukuran tekanan harga yang lebih akurat. Secara umum, angka yang tinggi dipandang sebagai bullish bagi Dolar AS (USD), sedangkan angka yang rendah dianggap sebagai bearish.

Baca lebih lanjut

Rilis berikutnya Jum Sep 11, 2026 12.30

Frekuensi: Bulanan

Konsensus: -

Sebelumnya: 3.4%

Sumber: US Bureau of Labor Statistics

Federal Reserve AS (The Fed) memiliki mandat ganda untuk menjaga stabilitas harga dan lapangan kerja maksimum. Menurut mandat tersebut, inflasi seharusnya berada di sekitar 2% YoY dan telah menjadi pilar terlemah dari arahan bank sentral sejak dunia mengalami pandemi, yang berlanjut hingga saat ini. Tekanan harga terus meningkat di tengah masalah rantai pasokan dan kemacetan, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) bertahan di level tertinggi multi-dekade. The Fed telah mengambil langkah-langkah untuk mengekang inflasi dan diprakirakan akan mempertahankan sikap agresif di masa mendatang.

Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.


KONTEN TERKAIT

Memuat ...



Hak cipta ©2026 FOREXSTREET S.L., dilindungi undang-undang.