Prakiraan Harga Saham ULTJ: Bertahan di Rp2.060 setelah Reli Akuisisi Frisian Flag, Bisakah Tembus Rp2.190?
|- Saham ULTJ bergerak fluktuatif di Rp2.060 pada perdagangan Senin, setelah melonjak 8,42% pada Jumat.
- Ultrajaya berencana mengakuisisi 100% saham Frisian Flag Indonesia senilai Rp14,57 triliun melalui rights issue, yang akan menjadikan FrieslandCampina sebagai pengendali baru.
- Secara teknis, ULTJ menghadapi resistance di Rp2.110 dan Rp2.190, sementara RSI di 89,77 menunjukkan kondisi jenuh beli yang ekstrem.
Saham PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) bergerak fluktuatif pada perdagangan Senin, setelah melonjak 8,42% pada Jumat menyusul pengumuman rencana akuisisi Frisian Flag Indonesia. Hingga pukul 10.46 WIB, ULTJ berada di Rp2.060, tidak berubah dari penutupan sebelumnya, setelah sempat naik ke Rp2.110 dan turun hingga Rp2.030. Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa kenaikan tajam pada akhir pekan lalu mulai diikuti aksi ambil untung, meskipun rencana pengambilalihan Frisian Flag masih menjadi katalis utama bagi saham produsen Ultra Milk tersebut.
Akuisisi Frisian Flag Senilai Rp14,57 Triliun
Ultrajaya berencana mengakuisisi seluruh saham PT Frisian Flag Indonesia (FFI) senilai sekitar Rp14,57 triliun melalui skema inbreng. Untuk mendukung transaksi tersebut, perseroan menyiapkan rights issue maksimal 7,87 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp2.150 per saham, senilai hingga Rp16,92 triliun. Sekitar 86% dana hasil penerbitan saham akan digunakan untuk akuisisi FFI.
Akuisisi ini berpotensi memperluas portofolio produk Ultrajaya sekaligus menjadikan FrieslandCampina International Holding B.V. (FCIH), induk usaha Frisian Flag, sebagai pengendali baru ULTJ. Namun, penerbitan saham baru membawa risiko dilusi bagi pemegang saham yang tidak menggunakan haknya. Transaksi tersebut masih menunggu persetujuan RUPSLB yang dijadwalkan pada 27 Oktober 2026.
Reli ULTJ Menghadapi Risiko Koreksi
Pada grafik harian, ULTJ masih menunjukkan momentum kenaikan yang kuat dan kini berada di atas batas atas Bollinger Band di Rp2.016, sedangkan Relative Strength Index (RSI) mencapai 89,77, jauh melampaui ambang jenuh beli 70. Kondisi ini menunjukkan bahwa reli telah berlangsung cukup agresif dan meningkatkan risiko koreksi jangka pendek. Jika harga turun di bawah Rp2.016, support berikutnya berada di Rp1.925—area yang membatasi pergerakan naik pada akhir September 2024, sebelum area tertinggi 5 Mei di Rp1.725 menjadi penopang lebih jauh apabila tekanan jual berlanjut.
Sementara itu, pergerakan ULTJ masih tertahan di bawah resistance terdekat Rp2.110, yang merupakan level tertinggi perdagangan Senin sejauh ini. Penembusan Rp2.110 berpotensi membawa harga kembali menguji tertinggi Jumat pekan sebelumnya di Rp2.190, tetapi keberlanjutan kenaikan akan bergantung pada kemampuan saham mempertahankan momentum setelah reli tajam. Selama ULTJ bertahan di atas Rp2.016, tren bullish jangka pendek masih terjaga, sedangkan penurunan di bawah level tersebut dapat membuka ruang konsolidasi lebih dalam.
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.