Prakiraan Harga Saham INCO: Menguat 3,45% ke Rp4.800, Resistance Rp5.000 Jadi Ujian
|- Saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mengakhiri sesi I Rabu di Rp4.810, naik 3,66% dari penutupan sebelumnya Rp4.640.
- Sentimen INCO masih ditopang progres proyek hilirisasi, dengan komitmen investasi sekitar US$7,2 miliar untuk pengembangan operasi di Morowali, Pomalaa, dan Sorowako.
- Secara teknis, INCO memantul dari area support Rp4.600, tetapi Rp5.000 menjadi resistance penting sebelum peluang pemulihan dapat berlanjut.
Saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menguat tajam pada perdagangan Rabu, setelah mengakhiri sesi I di Rp4.810 atau naik 3,66% dari penutupan Selasa Rp4.640. INCO dibuka di Rp4.640, sempat turun ke Rp4.600, kemudian melesat hingga Rp4.880. Memasuki awal sesi II, saham produsen nikel tersebut sedikit turun ke sekitar Rp4.800, tetapi masih mempertahankan sebagian besar kenaikan sesi pertama, sementara indeks LQ45 hanya naik 0,07% ke 651.
Kenaikan tersebut terjadi setelah INCO mengalami tekanan dalam beberapa perdagangan terakhir. Saham ini turun dari Rp5.050 pada penutupan 1 September menjadi Rp4.640 pada Selasa, termasuk pelemahan 2,90% pada Senin. Dengan demikian, kenaikan Rabu untuk sementara menunjukkan adanya buyback dari area harga terendah sejak pertengahan Juli.
Progres Hilirisasi Menopang Sentimen INCO
Sentimen terhadap INCO masih mendapat dukungan dari perkembangan proyek hilirisasi perseroan, di tengah komitmen investasi sekitar US$7,2 miliar untuk pengembangan operasi di Morowali, Pomalaa, dan Sorowako. Ekspansi tersebut membuat kebutuhan belanja modal tetap tinggi, dengan capex diprakirakan mencapai sekitar US$1,1 miliar pada 2027. Di tengah kebutuhan pendanaan itu, manajemen memberi sinyal akan lebih mempertimbangkan dividen final dibandingkan dividen interim, dengan realisasinya tetap bergantung pada efisiensi belanja modal dan kinerja operasional.
Di Pomalaa, target mechanical completion proyek HPAL dipercepat sekitar tiga bulan dari jadwal awal Desember 2026, dengan operasi penuh diarahkan pada 2027. Sementara di Morowali, penyelesaian mekanis pertama tetap ditargetkan pada akhir 2026. Kedua proyek tersebut dipersiapkan untuk menghasilkan Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) bagi rantai pasok baterai.
Di tengah latar fundamental tersebut, INCO mencatat rebound cukup kuat pada perdagangan Rabu setelah mengalami tekanan dalam beberapa hari terakhir. Pergerakan ini membawa harga kembali mendekati area psikologis Rp5.000, yang menjadi ujian berikutnya bagi pemulihan saham tersebut.
INCO Memantul dari Rp4.600, tetapi Rp5.000 Masih Menghadang
Pada grafik harian, kenaikan Rabu membawa INCO menjauh dari area support Rp4.610–Rp4.600, setelah harga sempat menyentuh terendah harian Rp4.600 pada perdagangan pagi. Area tersebut juga berdekatan dengan batas bawah Bollinger Band di sekitar Rp4.593, sehingga reaksi naik dari zona ini memperkuat indikasi rebound teknis setelah tekanan sejak awal September.
Namun, pemulihan belum mengubah struktur teknis secara keseluruhan. INCO masih berada di bawah Rp5.000, yang menjadi resistance terdekat sekaligus berdekatan dengan garis tengah Bollinger Band. Di atasnya, hambatan berikutnya terlihat pada area Rp5.130–Rp5.150, tempat Moving Average 100 periode berada. Penembusan kedua area tersebut diperlukan untuk membuka ruang pemulihan menuju Rp5.400, yang berdekatan dengan batas atas Bollinger Band di sekitar Rp5.407.
Sementara itu, Relative Strength Index (RSI) berada di sekitar 43,97, berbalik naik tetapi masih di bawah level netral 50. Kondisi tersebut menunjukkan tekanan jual mulai berkurang, meski momentum belum sepenuhnya beralih ke sisi pembeli. Jika INCO gagal menembus Rp5.000 dan kembali melemah, Rp4.610–Rp4.600 menjadi area support pertama, diikuti terendah 13 Juli di Rp4.410. Sebaliknya, penutupan yang konsisten di atas Rp5.000 akan memperkuat peluang rebound menuju Rp5.130 dan selanjutnya Rp5.400.
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.