fxs_header_sponsor_anchor

Berita

Prakiraan Harga Perak: XAG/USD Turun ke Dekat US$58,70 jelang Data Inflasi AS

  • Harga Perak merosot mendekati US$58,70 di tengah pemulihan harga minyak baru-baru ini.
  • Para investor dengan saksama menantikan data IHK AS untuk bulan September.
  • Danske Bank mengatakan bahwa The Fed telah memberi sinyal tidak ada urgensi untuk kenaikan suku bunga.

Harga Perak (XAG/USD) turun 0,65% ke dekat US$58,70 selama sesi perdagangan Eropa pada hari Rabu. Logam putih ini berada di bawah tekanan karena harga minyak telah meningkat baru-baru ini di tengah ketegangan yang terus berlanjut di Timur Tengah.

Pada saat penulisan, harga Minyak WTI diperdagangkan 0,5% lebih rendah ke dekat US$93,44, tetapi telah pulih hampir 7,5% dari level terendah terbarunya di US$86,32.

Para analis di Commerzbank melaporkan bahwa harga minyak memperpanjang kenaikan terbarunya, karena "serangan Houthi terbaru terhadap infrastruktur Saudi dan pengalihan kapal tanker yang terus berlanjut dari Teluk Persia memicu kekhawatiran terhadap pasokan." Bank tersebut menyoroti bahwa gangguan baru terhadap fasilitas Saudi dan jalur pelayaran memperkuat kekhawatiran pasar atas keandalan pasokan Timur Tengah pada level harga saat ini.

Harga minyak yang lebih tinggi memicu kekhawatiran terhadap inflasi global, sebuah skenario yang meningkatkan peluang keputusan suku bunga hawkish dari bank-bank sentral, yang mengurangi daya tarik aset-aset yang tidak berimbal hasil, seperti Perak.

Sementara itu, para investor dengan saksama menantikan data Indeks Harga Konsumen (IHK atau CPI) Amerika Serikat (AS) untuk bulan September, yang akan dipublikasikan pada pukul 12:30 GMT (19:30 WIB). Data tersebut diprakirakan akan berdampak signifikan pada ekspektasi suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Inflasi AS Diprakirakan Naik Tipis tetapi The Fed Kemungkinan akan Tetap Sabar

Analis Danske Bank memperkirakan data September akan menunjukkan sedikit kenaikan, dengan memprakirakan “inflasi utama sebesar 0,5% secara bulanan yang disesuaikan secara musiman (MoM disesuaikan musimam) dan 3,6% secara tahunan (YoY) (sebelumnya: 0,6% MoM, 3,4% YoY), serta inflasi inti sebesar 0,2% MoM disesuaikan musiman dan 2,5% YoY (sebelumnya: 0,3% MoM, 2,4% YoY), dengan harga energi menjadi pendorong utama prakiraan kenaikan inflasi utama.” Untuk prospek kebijakan, Danske Bank menekankan bahwa “bagi The Fed, fokusnya adalah apakah tekanan inflasi yang mendasari mulai meluas.” Mengingat ini merupakan rilis inflasi terakhir sebelum pertemuan FOMC Oktober dan “komunikasi terbaru The Fed menunjukkan sedikit urgensi untuk kembali menaikkan suku bunga,” bank tersebut menilai bahwa “dibutuhkan kejutan kenaikan yang jelas agar The Fed memberi sinyal kenaikan suku bunga pada Oktober.”

Analisis Teknis Perak

Pada grafik harian, XAG/USD diperdagangkan di US$58,75, melanjutkan penurunannya di bawah Exponential Moving Average (EMA) 20-hari di US$61,45, yang kini bertindak sebagai resistance terdekat di sisi atas dan menjaga bias jangka pendek tetap bearish. Posisi harga di bawah indikator tren utama ini menunjukkan bahwa kenaikan kemungkinan akan tertahan, sementara Relative Strength Index (RSI) 14-hari di 37,49 tetap berada di sisi lemah dari level netral, mengisyaratkan tekanan turun yang masih bertahan alih-alih rebound tegas dari kondisi oversold.

Di sisi atas, level pertama yang perlu diperhatikan adalah EMA 20-hari di US$61,45, dan penembusan berkelanjutan di atas level ini diperlukan untuk meredakan bias bearish saat ini serta membuka ruang bagi pemulihan yang lebih luas. Di sisi bawah, meskipun tidak terlihat support harga struktural terdekat dalam data yang tersedia, RSI di 37,49 menunjukkan bahwa penjual masih memegang kendali tetapi mulai mendekati level yang dapat memunculkan minat beli saat harga turun jika pelemahan XAG/USD berlanjut lebih jauh.

(Analisis teknis dalam berita ini ditulis dengan bantuan alat AI. Pelajari lebih lanjut.)

Pertanyaan Umum Seputar Perak

Perak adalah logam mulia yang banyak diperdagangkan di kalangan investor. Secara historis, perak telah digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Meskipun kurang populer dibandingkan Emas, investor dapat beralih ke Perak untuk mendiversifikasi portofolio investasi mereka, untuk nilai intrinsiknya atau sebagai lindung nilai potensial selama periode inflasi tinggi. Para investor dapat membeli Perak fisik, dalam bentuk koin-koin atau batangan, atau memperdagangkannya melalui sarana seperti Dana yang Diperdagangkan di Bursa, yang melacak harganya di pasar internasional.

Harga Perak dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang dalam dapat membuat harga Perak meningkat karena statusnya sebagai tempat berlindung yang aman, meskipun pada tingkat yang lebih rendah daripada Emas. Sebagai aset tanpa imbal hasil, Perak cenderung naik dengan suku bunga yang lebih rendah. Pergerakannya juga bergantung pada bagaimana Dolar AS (USD) berperilaku karena aset tersebut dihargai dalam dolar (XAG/USD). Dolar yang kuat cenderung menjaga harga Perak tetap stabil, sedangkan Dolar yang lemah cenderung mendorong harga naik. Faktor lain seperti permintaan investasi, pasokan pertambangan – Perak jauh lebih melimpah daripada Emas – dan tingkat daur ulang juga dapat memengaruhi harga.

Perak banyak digunakan dalam industri, khususnya di sektor-sektor seperti elektronik atau energi surya, karena memiliki salah satu konduktivitas listrik tertinggi dari semua logam – lebih dari Tembaga dan Emas. Lonjakan permintaan dapat meningkatkan harga, sementara penurunan cenderung menurunkannya. Dinamika ekonomi AS, Tiongkok, dan India juga dapat berkontribusi pada perubahan harga: bagi AS dan khususnya Tiongkok, sektor industri besar mereka menggunakan Perak dalam berbagai proses; di India, permintaan konsumen terhadap logam mulia ini yang digunakan dalam perhiasan juga memainkan peran penting dalam menentukan harga.

Harga Perak cenderung mengikuti pergerakan Emas. Ketika harga Emas naik, Perak biasanya mengikutinya, karena statusnya sebagai aset-aset safe haven serupa. Rasio Emas/Perak, yang menunjukkan jumlah ons Perak yang dibutuhkan untuk menyamakan nilai satu ons Emas, dapat membantu menentukan valuasi relatif antara kedua logam tersebut. Beberapa investor mungkin menganggap rasio yang tinggi sebagai indikator bahwa Perak dinilai terlalu rendah, atau Emas dinilai terlalu tinggi. Sebaliknya, rasio yang rendah mungkin menunjukkan bahwa Emas dinilai terlalu rendah relatif terhadap Perak.

Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.


KONTEN TERKAIT

Memuat ...



Hak cipta ©2026 FOREXSTREET S.L., dilindungi undang-undang.