Prakiraan Harga Perak: XAG/USD Berada di Sekitar $85,50 Dekat Rekor Tertinggi
| |Terjemahan TerverifikasiLihat Artikel Asli- Harga Perak tetap berada di dekat level tertinggi rekor $86,26, yang dicatat pada hari Senin.
- Permintaan safe-haven meningkat setelah Presiden Trump mengumumkan akan memberlakukan tarif 25% pada negara-negara yang berdagang dengan Iran.
- Data Indeks Harga Konsumen (IHK) AS untuk bulan Desember akan dirilis nanti di sesi Amerika Utara.
Harga Perak (XAG/USD) tetap stabil, sedikit di bawah level tertinggi rekor, diperdagangkan di sekitar $85,20 per ons troy selama perdagangan sesi Eropa pada hari Selasa. Logam mulia, termasuk Perak, menarik perhatian investor seiring dengan meningkatnya permintaan safe-haven di tengah ketegangan geopolitik yang meningkat dan kekhawatiran atas independensi Federal Reserve. Para pedagang menunggu data Indeks Harga Konsumen (IHK) AS untuk bulan Desember yang akan dirilis nanti di sesi Amerika Utara.
Presiden Trump mengatakan pada hari Senin bahwa ia akan memberlakukan tarif 25% pada barang-barang dari negara mana pun yang melakukan bisnis dengan Iran, meningkatkan tekanan pada Teheran di tengah protes domestik yang meluas. Ia menambahkan bahwa langkah tersebut akan berlaku segera, tanpa memberikan perincian lebih lanjut. Trump memperingatkan pada hari Minggu bahwa tindakan mungkin diperlukan sebelum pertemuan apa pun, meskipun ia mengatakan bahwa kepemimpinan Iran telah menghubungi untuk mencari "bernegosiasi" setelah ancaman militernya.
Harga logam abu-abu naik seiring para pedagang bersikap hati-hati setelah jaksa federal AS mengancam akan mendakwa Ketua The Fed Jerome Powell atas komentarnya kepada Kongres mengenai proyek renovasi gedung, yang menimbulkan pertanyaan tentang independensi bank sentral. Pemerintahan Trump telah menekan The Fed untuk menurunkan suku bunga, dengan Powell menyebut ancaman tersebut sebagai "dalih" untuk mempengaruhi kebijakan.
Perak yang tidak menghasilkan bunga mendapatkan keuntungan seiring pasar memprakirakan dua penurunan suku bunga Federal Reserve tahun ini, dimulai pada bulan Juni, meskipun kejutan inflasi di sisi atas dapat membatasi prospek pelonggaran. Alat FedWatch dari CME Group menunjukkan bahwa harga berjangka suku bunga The Fed menunjukkan probabilitas 95% bahwa bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada pertemuan 27-28 Januari.
Pertanyaan Umum Seputar Perak
Perak adalah logam mulia yang banyak diperdagangkan di kalangan investor. Secara historis, perak telah digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Meskipun kurang populer dibandingkan Emas, investor dapat beralih ke Perak untuk mendiversifikasi portofolio investasi mereka, untuk nilai intrinsiknya atau sebagai lindung nilai potensial selama periode inflasi tinggi. Para investor dapat membeli Perak fisik, dalam bentuk koin-koin atau batangan, atau memperdagangkannya melalui sarana seperti Dana yang Diperdagangkan di Bursa, yang melacak harganya di pasar internasional.
Harga Perak dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang dalam dapat membuat harga Perak meningkat karena statusnya sebagai tempat berlindung yang aman, meskipun pada tingkat yang lebih rendah daripada Emas. Sebagai aset tanpa imbal hasil, Perak cenderung naik dengan suku bunga yang lebih rendah. Pergerakannya juga bergantung pada bagaimana Dolar AS (USD) berperilaku karena aset tersebut dihargai dalam dolar (XAG/USD). Dolar yang kuat cenderung menjaga harga Perak tetap stabil, sedangkan Dolar yang lemah cenderung mendorong harga naik. Faktor lain seperti permintaan investasi, pasokan pertambangan – Perak jauh lebih melimpah daripada Emas – dan tingkat daur ulang juga dapat memengaruhi harga.
Perak banyak digunakan dalam industri, khususnya di sektor-sektor seperti elektronik atau energi surya, karena memiliki salah satu konduktivitas listrik tertinggi dari semua logam – lebih dari Tembaga dan Emas. Lonjakan permintaan dapat meningkatkan harga, sementara penurunan cenderung menurunkannya. Dinamika ekonomi AS, Tiongkok, dan India juga dapat berkontribusi pada perubahan harga: bagi AS dan khususnya Tiongkok, sektor industri besar mereka menggunakan Perak dalam berbagai proses; di India, permintaan konsumen terhadap logam mulia ini yang digunakan dalam perhiasan juga memainkan peran penting dalam menentukan harga.
Harga Perak cenderung mengikuti pergerakan Emas. Ketika harga Emas naik, Perak biasanya mengikutinya, karena statusnya sebagai aset-aset safe haven serupa. Rasio Emas/Perak, yang menunjukkan jumlah ons Perak yang dibutuhkan untuk menyamakan nilai satu ons Emas, dapat membantu menentukan valuasi relatif antara kedua logam tersebut. Beberapa investor mungkin menganggap rasio yang tinggi sebagai indikator bahwa Perak dinilai terlalu rendah, atau Emas dinilai terlalu tinggi. Sebaliknya, rasio yang rendah mungkin menunjukkan bahwa Emas dinilai terlalu rendah relatif terhadap Perak.
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.