Prakiraan Harga Perak: XAG Mengambil Kembali SMA 200 Hari Saat Pola Double Bottom Terbentuk
| |terjemahan otomatisLihat Artikel Asli- Perak merebut kembali Simple Moving Average (SMA) 200-hari saat pola double bottom muncul.
- RSI meningkat dari wilayah bearish, menandakan para pembeli mulai masuk.
- Penembusan di atas $70,50 membuka resistance SMA 20-hari dan $75,36.
Harga Perak (XAG/USD) mencatat kenaikan lebih dari 3% pada hari Senin saat logam putih ini merebut kembali Simple Moving Average (SMA) 200-hari di $68,59 di tengah berita geopolitik terkait konflik AS-Iran. Pelemahan luas Dolar AS (USD) dan turunnya harga minyak mendorong pasangan XAG/USD melewati angka $70,00 untuk pertama kalinya dalam lima hari terakhir
Perkiraan Harga XAG/USD: Prospek Teknis
Perak tampaknya telah membentuk pola grafik ‘double bottom’, yang dapat membuka peluang kenaikan lebih lanjut jika logam putih ini tetap di atas SMA 200-hari. Namun, momentum masih sedikit bearish, seperti yang ditunjukkan oleh Relative Strength Index (RSI), tetapi RSI mengarah ke atas, menunjukkan para pembeli mulai bergerak.
Jika XAG/USD naik melewati angka $70,50, perhatikan uji coba SMA 20-hari di $72,42. Di atas level ini terdapat SMA 50-hari di $75,36, diikuti oleh SMA 100-hari di $79,29. Setelah Perak melewati dua level tersebut, target berikutnya adalah tertinggi 13 Mei di $89,36.
Ke bawah, support pertama Perak adalah SMA 200-hari di $68,59. Penembusan di bawah level ini akan membuka angka psikologis $65,00. Di bawah level ini, area minat berikutnya adalah titik terendah siklus 11 Juni di $61,51.
Grafik Harga XAG/USD – Harian
Pertanyaan Umum Seputar Perak
Perak adalah logam mulia yang banyak diperdagangkan di kalangan investor. Secara historis, perak telah digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Meskipun kurang populer dibandingkan Emas, investor dapat beralih ke Perak untuk mendiversifikasi portofolio investasi mereka, untuk nilai intrinsiknya atau sebagai lindung nilai potensial selama periode inflasi tinggi. Para investor dapat membeli Perak fisik, dalam bentuk koin-koin atau batangan, atau memperdagangkannya melalui sarana seperti Dana yang Diperdagangkan di Bursa, yang melacak harganya di pasar internasional.
Harga Perak dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang dalam dapat membuat harga Perak meningkat karena statusnya sebagai tempat berlindung yang aman, meskipun pada tingkat yang lebih rendah daripada Emas. Sebagai aset tanpa imbal hasil, Perak cenderung naik dengan suku bunga yang lebih rendah. Pergerakannya juga bergantung pada bagaimana Dolar AS (USD) berperilaku karena aset tersebut dihargai dalam dolar (XAG/USD). Dolar yang kuat cenderung menjaga harga Perak tetap stabil, sedangkan Dolar yang lemah cenderung mendorong harga naik. Faktor lain seperti permintaan investasi, pasokan pertambangan – Perak jauh lebih melimpah daripada Emas – dan tingkat daur ulang juga dapat memengaruhi harga.
Perak banyak digunakan dalam industri, khususnya di sektor-sektor seperti elektronik atau energi surya, karena memiliki salah satu konduktivitas listrik tertinggi dari semua logam – lebih dari Tembaga dan Emas. Lonjakan permintaan dapat meningkatkan harga, sementara penurunan cenderung menurunkannya. Dinamika ekonomi AS, Tiongkok, dan India juga dapat berkontribusi pada perubahan harga: bagi AS dan khususnya Tiongkok, sektor industri besar mereka menggunakan Perak dalam berbagai proses; di India, permintaan konsumen terhadap logam mulia ini yang digunakan dalam perhiasan juga memainkan peran penting dalam menentukan harga.
Harga Perak cenderung mengikuti pergerakan Emas. Ketika harga Emas naik, Perak biasanya mengikutinya, karena statusnya sebagai aset-aset safe haven serupa. Rasio Emas/Perak, yang menunjukkan jumlah ons Perak yang dibutuhkan untuk menyamakan nilai satu ons Emas, dapat membantu menentukan valuasi relatif antara kedua logam tersebut. Beberapa investor mungkin menganggap rasio yang tinggi sebagai indikator bahwa Perak dinilai terlalu rendah, atau Emas dinilai terlalu tinggi. Sebaliknya, rasio yang rendah mungkin menunjukkan bahwa Emas dinilai terlalu rendah relatif terhadap Perak.
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.