Pound Sterling Tetap Kuat di Atas 1,3500 di Tengah Data Inggris yang Lebih Kuat, Ketidakpastian Tarif AS
| |Terjemahan TerverifikasiLihat Artikel Asli- GBP/USD diperdagangkan di wilayah positif di sekitar 1,3520 di awal sesi Eropa hari Senin.
- Trump mengumumkan tarif global baru yang dinaikkan menjadi 15%.
- Data PMI dan Penjualan Ritel Inggris yang menggembirakan mendukung Cable.
Pasangan mata uang GBP/USD bertahan di wilayah positif dekat 1,3520 selama awal sesi Eropa pada hari Senin. Pasangan mata uang utama ini pulih setelah jatuh ke terendah empat minggu lalu minggu lalu di tengah kekhawatiran baru mengenai tarif AS. Anggota Eksternal Bank of England (BoE) Alan Taylor dan Gubernur Bank Federal (The Fed) Christopher Waller dijadwalkan untuk berbicara kemudian pada hari Senin.
Mahkamah Agung AS membatalkan tarif global luas Presiden AS Donald Trump pada hari Jumat. Sebagai tanggapan, Trump telah membalas dengan menyerang pengadilan dan memberlakukan tarif 15% secara menyeluruh pada impor. Para pedagang mempertimbangkan langkah selanjutnya Gedung Putih mengenai tarif. Ketidakpastian seputar tarif AS dapat melemahkan Greenback dan bertindak sebagai pendorong bagi pasangan mata uang utama ini dalam waktu dekat.
"Dolar mengalami penurunan yang luas karena pasar mencoba menilai implikasi dari keputusan pengadilan," kata Rodrigo Catril, strategist di National Australia Bank di Sydney. "Rezim tarif Trump masih berlaku dengan lebih banyak ketidakpastian."
Data ekonomi Inggris yang lebih kuat dari yang diharapkan memberikan dukungan bagi Pound Sterling (GBP) terhadap Dolar AS (USD). Data yang dirilis pada hari Jumat menunjukkan bahwa data pendahuluan Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers Index/PMI) S&P Global Inggris lebih baik dari prakiraan pada bulan Februari, dan Penjualan Ritel telah kembali tumbuh pada bulan Januari.
Para pedagang akan mengalihkan perhatian mereka ke data IHP AS pada hari Jumat, yang mungkin memberikan petunjuk tentang jalur suku bunga AS. Angka IHP utama dan inti diprakirakan akan menunjukkan kenaikan 0,3% pada bulan Januari. Jika laporan menunjukkan hasil yang lebih panas dari yang diharapkan, hal ini dapat mendorong USD terhadap GBP dalam waktu dekat.
Pertanyaan Umum Seputar Poundsterling
Pound Sterling (GBP) adalah mata uang tertua di dunia (886 M) dan mata uang resmi Britania Raya. Pound Sterling merupakan unit keempat yang paling banyak diperdagangkan untuk valuta asing (Valas) di dunia, mencakup 12% dari semua transaksi, dengan rata-rata $630 miliar per hari, menurut data tahun 2022. Pasangan perdagangan utamanya adalah GBP/USD, juga dikenal sebagai ‘Cable’, yang mencakup 11% dari Valas, GBP/JPY, atau ‘Dragon’ sebagaimana dikenal oleh para pedagang (3%), dan EUR/GBP (2%). Pound Sterling diterbitkan oleh Bank of England (BoE).
Faktor terpenting yang memengaruhi nilai Pound Sterling adalah kebijakan moneter yang diputuskan oleh Bank of England. BoE mendasarkan keputusannya pada apakah telah mencapai tujuan utamanya yaitu "stabilitas harga" – tingkat inflasi yang stabil sekitar 2%. Alat utamanya untuk mencapai ini adalah penyesuaian suku bunga. Ketika inflasi terlalu tinggi, BoE akan mencoba mengendalikannya dengan menaikkan suku bunga, sehingga masyarakat dan bisnis lebih sulit mengakses kredit. Hal ini umumnya positif untuk GBP, karena suku bunga yang lebih tinggi membuat Inggris menjadi tempat yang lebih menarik bagi para investor global untuk menyimpan uang mereka. Ketika inflasi turun terlalu rendah, itu merupakan tanda pertumbuhan ekonomi melambat. Dalam skenario ini, BoE akan mempertimbangkan untuk menurunkan suku bunga guna mempermurah kredit sehingga bisnis akan meminjam lebih banyak untuk berinvestasi dalam proyek-proyek yang menghasilkan pertumbuhan.
Rilis data mengukur kesehatan ekonomi dan dapat memengaruhi nilai Pound Sterling. Indikator-indikator seperti PDB, IMP Manufaktur dan Jasa, serta ketenagakerjaan semuanya dapat memengaruhi arah GBP. Ekonomi yang kuat baik untuk Sterling. Tidak hanya menarik lebih banyak investasi asing, tetapi juga dapat mendorong BoE untuk menaikkan suku bunga, yang secara langsung akan memperkuat GBP. Sebaliknya, jika data ekonomi lemah, Pound Sterling kemungkinan akan jatuh
Rilis data penting lainnya untuk Pound Sterling adalah Neraca Perdagangan. Indikator ini mengukur perbedaan antara apa yang diperoleh suatu negara dari ekspornya dan apa yang dibelanjakannya untuk impor selama periode tertentu. Jika suatu negara memproduksi ekspor yang sangat diminati, mata uangnya akan diuntungkan murni dari permintaan tambahan yang diciptakan dari pembeli asing yang ingin membeli barang-barang ini. Oleh karena itu, Neraca Perdagangan bersih yang positif memperkuat mata uang dan sebaliknya untuk neraca negatif.
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.