NASDAQ Anjlok Dua Hari Berturut-turut setelah Trump Batalkan Gencatan Senjata dengan Iran
| |Terjemahan TerverifikasiLihat Artikel Asli- AS melancarkan serangan terhadap aset militer Iran di dekat Selat Hormuz.
- Trump mengklaim gencatan senjata antara AS dan Iran telah berakhir.
- Futures NASDAQ 100 anjlok lebih dari 1% setelah berita tersebut sementara WTI melonjak lebih dari 4%.
- KOSPI menembus di bawah support di 7.400, berdampak pada Micron dan Sandisk.
Aksi jual kembali menyelimuti pasar saham AS pada hari Rabu setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan gencatan senjata dengan Iran telah berakhir menyusul kembali memanasnya perselisihan antara kedua negara. AS mengatakan pihaknya merespons serangan Iran terhadap sebuah tanker minyak di Selat Hormuz pada awal pekan dengan menembak 80 aset militer Iran. Iran membalas dengan gelombang serangan terhadap instalasi militer AS di Bahrain dan Kuwait.
Setelah AS melancarkan serangan awalnya semalam, Presiden Trump mengatakan gencatan senjata antara AS dan Iran yang dimulai pada awal April telah berakhir. Laporan muncul bahwa AS telah memindahkan 5.000 pesawat militer ke kawasan tersebut. Minyak (WTI) melonjak lebih dari 4% setelah berita tersebut. Para pengamat memperkirakan permusuhan ini mungkin akan meningkat dalam beberapa hari ke depan.
Kontrak berjangka NASDAQ 100 anjlok lebih dari 1% pada perdagangan pra-pasar pada hari Rabu, sementara kontrak berjangka S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average juga turun lebih dari setengah poin persentase. Namun, pasar tetap ditopang oleh pernyataan Trump bahwa negosiator AS akan terus berbicara dengan pihak Iran.
NASDAQ 100 kini diperdagangkan di bawah Simple Moving Average (SMA) 50-hari pada grafik harian, sebuah tanda bahwa aksi jual ini masih berlanjut.
Saham-saham teknologi AS merasakan dampak terbesar dari aksi jual ini, yang juga berasal dari pelemahan berkelanjutan pada indeks KOSPI Korea Selatan. Indeks tersebut turun lebih dari 5% semalam karena SK Hynix dan Samsung Electronics terus ditekan oleh para penjual setelah rilis laporan keuangan perusahaan tersebut pada awal pekan ini. Samsung Electronics melaporkan laba operasional naik 18X YoY, tetapi sahamnya tetap terjual karena para trader membukukan keuntungan besar.
Grafik harian KOSPI menunjukkan indeks menembus support teknis di 7.400 pada hari Rabu. Karena perusahaan semikonduktor Korea tersebut terutama diperdagangkan berdasarkan kekuatan bisnis chip memori mereka, Sandisk (SNDK) dan Micron (MU) yang berbasis di AS ikut tertekan pada perdagangan pra-pasar.
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.