Minyak: Momentum ke Bawah Tetap Berlanjut saat Aliran Pulih – ING
| |Terjemahan TerverifikasiLihat Artikel AsliAhli Strategi ING Warren Patterson dan Ewa Manthey mencatat bahwa Minyak memantul setelah sebuah kapal terkena serangan di Teluk Persia, namun mereka menekankan bahwa momentum harga tetap ke sisi negatif karena aliran melalui Selat Hormuz pulih. Mereka menyoroti keamanan regional yang rapuh, potensi perlambatan lalu lintas kapal, dan risiko yang terus berlanjut terhadap dinamika pasokan di masa depan.
Risiko Hormuz dan Ketegangan OPEC
"Aksi jual di pasar minyak tiba-tiba berhenti kemarin setelah laporan sebuah kapal komersial terkena serangan di Selat Hormuz. Hal ini menyoroti kondisi gencatan senjata yang rapuh, sekaligus menunjukkan risiko yang dihadapi kapal-kapal di Teluk Persia. Perkembangan terbaru ini membuat ICE Brent membalikkan kerugian sebelumnya, ditutup lebih dari 2% lebih tinggi."
"Namun, meskipun ada pergerakan ini, momentum pasar tampaknya masih cenderung turun. Pasar sebagian besar fokus pada dimulainya kembali aliran minyak melalui Selat Hormuz, yang terus meningkat. Namun, sebagian besar peningkatan mencerminkan kapal-kapal yang sebelumnya terdampar meninggalkan Teluk Persia."
"Hal ini menunjukkan bahwa setelah kapal-kapal yang terdampar bergerak keluar, kita bisa melihat penurunan aliran. Selain itu, serangan terbaru pada sebuah kapal kemungkinan akan memperlambat lalu lintas, dengan Organisasi Maritim Internasional menangguhkan rencana evakuasi untuk kapal-kapal yang terdampar."
"OPEC menghadapi tantangan tambahan setelah keluarnya Uni Emirat Arab baru-baru ini. Kementerian minyak Irak kini menekan kelompok tersebut untuk kuota produksi yang lebih tinggi, mengancam akan mempertimbangkan kembali keanggotaannya jika tidak menerima kuota yang lebih besar. Irak adalah produsen terbesar kedua dalam kelompok tersebut."
"Komentar dari kementerian minyak tampak lebih seperti ancaman. Jelas, jika situasi menjadi lebih serius, hal ini hanya akan menambah narasi surplus untuk tahun 2027. Irak memiliki kapasitas produksi hampir 4,7 juta barel/hari"
(Artikel ini dibuat dengan bantuan alat Kecerdasan Buatan dan ditinjau oleh editor.)
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.