fxs_header_sponsor_anchor

Berita

Militer AS Mengatakan Mereka Melancarkan Serangan Baru terhadap Iran pada Hari Minggu

Komando Pusat (CENTCOM) AS mengatakan bahwa pihaknya melancarkan serangan tambahan terhadap Iran pada hari Minggu yang bertujuan untuk semakin melemahkan kemampuan Republik Islam tersebut untuk menyerang kapal-kapal sipil yang melintas di Selat Hormuz, lapor Bloomberg. 

Militer AS menyatakan bahwa serangan dimulai pada pukul 5 sore waktu New York pada hari Minggu. CENTCOM melaporkan bahwa pasukan AS sebelumnya telah menyerang lebih dari 300 target Iran selama tiga malam, termasuk 140 pada hari Sabtu saja, menurut Reuters. Sebelumnya, Washington dan Teheran mengeluarkan pernyataan yang saling bertentangan mengenai apakah Selat Hormuz masih terbuka untuk pelayaran.

Militer AS mengatakan dalam unggahan media sosial bahwa serangan tersebut dirancang untuk membatasi kemampuan Iran menyerang kapal-kapal sipil di Selat Hormuz, seraya menambahkan bahwa Presiden AS, Donald Trump, "telah mengarahkan serangan tersebut untuk meminta pertanggungjawaban pasukan Iran." CENTCOM juga menyatakan bahwa jalur perairan penting tersebut terbuka bagi semua kapal yang mencari lintasan yang sah melewati perairan internasional. Selama akhir pekan, Iran mengatakan Selat Hormuz kini akan ditutup "hingga pemberitahuan lebih lanjut."

CNN melaporkan bahwa Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) kembali menembaki kapal-kapal komersial, dan bahwa pesawat AS mencegat rudal jelajah dan drone serang Iran. 

Sekutu-sekutu AS di Timur Tengah mengatakan bahwa mereka menghadapi tembakan Iran selama akhir pekan. Kuwait mengatakan serangan menghantam pos-pos perbatasan dan sebuah rig minyak, sementara Qatar melaporkan adanya korban luka akibat intersepsi. Oman, Yordania, dan Uni Emirat Arab (UEA) juga mengatakan mereka mendeteksi tembakan.

Reaksi Pasar

Harga minyak mentah menarik beberapa pembeli setelah berita ini. Pada saat berita ini ditulis, West Texas Intermediate (WTI) naik 3,33% pada hari ini ke $73,81.

Pertanyaan Umum Seputar Minyak WTI

Minyak WTI adalah jenis minyak mentah yang dijual di pasar internasional. WTI adalah singkatan dari West Texas Intermediate, salah satu dari tiga jenis utama termasuk Brent dan Dubai Crude. WTI juga disebut sebagai "ringan" dan "manis" karena gravitasi dan kandungan sulfurnya yang relatif rendah. Minyak ini dianggap sebagai minyak berkualitas tinggi yang mudah dimurnikan. Minyak ini bersumber dari Amerika Serikat dan didistribusikan melalui hub Cushing, yang dianggap sebagai "Persimpangan Pipa Dunia". Minyak ini menjadi patokan untuk pasar minyak dan harga WTI sering dikutip di media.

Seperti semua aset, penawaran dan permintaan merupakan pendorong utama harga minyak WTI. Dengan demikian, pertumbuhan global dapat menjadi pendorong peningkatan permintaan dan sebaliknya untuk pertumbuhan global yang lemah. Ketidakstabilan politik, perang, dan sanksi dapat mengganggu pasokan dan memengaruhi harga. Keputusan OPEC, sekelompok negara penghasil minyak utama, merupakan pendorong utama harga lainnya. Nilai Dolar AS memengaruhi harga minyak mentah WTI, karena minyak sebagian besar diperdagangkan dalam Dolar AS, sehingga Dolar AS yang lebih lemah dapat membuat minyak lebih terjangkau dan sebaliknya.

Laporan inventaris minyak mingguan yang diterbitkan oleh American Petroleum Institute (API) dan Energy Information Agency (EIA) memengaruhi harga minyak WTI. Perubahan inventaris mencerminkan fluktuasi pasokan dan permintaan. Jika data menunjukkan penurunan inventaris, ini dapat mengindikasikan peningkatan permintaan, yang mendorong harga minyak naik. Inventaris yang lebih tinggi dapat mencerminkan peningkatan pasokan, yang mendorong harga turun. Laporan API diterbitkan setiap hari Selasa dan EIA pada hari berikutnya. Hasilnya biasanya serupa, dengan selisih 1% satu sama lain selama 75% waktu. Data EIA dianggap lebih dapat diandalkan, karena merupakan lembaga pemerintah. Hasilnya biasanya serupa, dengan selisih 1% dari satu sama lain selama 75% waktu. Data EIA dianggap lebih dapat diandalkan, karena merupakan lembaga pemerintah.

OPEC (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak) adalah kelompok yang terdiri dari 12 negara penghasil minyak yang secara kolektif memutuskan kuota produksi untuk negara-negara anggota pada pertemuan dua kali setahun. Keputusan mereka sering kali memengaruhi harga minyak WTI. Ketika OPEC memutuskan untuk menurunkan kuota, pasokan dapat diperketat, sehingga harga minyak naik. Ketika OPEC meningkatkan produksi, efeknya justru sebaliknya. OPEC+ mengacu pada kelompok yang diperluas yang mencakup sepuluh anggota non-OPEC tambahan, yang paling menonjol adalah Rusia.

Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.


KONTEN TERKAIT

Memuat ...



Hak cipta ©2026 FOREXSTREET S.L., dilindungi undang-undang.