“Lebih Banyak Ruang bagi Pelemahan Dolar AS”: MUFG soal Risiko Buyback Treasury Berbalik Arah
| |Terjemahan TerverifikasiLihat Artikel AsliDolar AS (USD) telah melanjutkan penurunannya menyusul keputusan tak terduga Treasury AS untuk menggandakan buyback obligasi bertenor panjangnya, sebuah intervensi yang dirancang untuk menekan biaya pinjaman jangka panjang. Meskipun pengumuman tersebut awalnya memicu reli tajam di Treasury dan menurunkan imbal hasil bertenor 10 tahun, fokus pasar dengan cepat beralih ke kredibilitas fiskal.
Para analis institusional di MUFG, UBS, dan Brown Brothers Harriman (BBH) memperingatkan bahwa penggunaan swap utang untuk membatasi imbal hasil jangka panjang berisiko memberi sinyal ketidaknyamanan resmi terhadap kenaikan biaya pinjaman, sehingga Greenback semakin rentan terhadap tekanan sisi bawah.
Perluasan Buyback Tanpa Jadwal Mengungkap Kerentanan Struktural Dolar AS
Menurut para analis di MUFG, keputusan Treasury untuk memperluas buyback dari US$2 miliar menjadi US$4 miliar merupakan upaya langsung untuk menahan kenaikan imbal hasil jangka panjang. Namun, upaya mengelola imbal hasil tanpa konsolidasi fiskal yang nyata berisiko mengasingkan investor global dan membuka berbagai jalur bagi depresiasi Dolar AS.
Bahkan jika rencana buyback Treasury memang mampu menahan imbal hasil, Dolar AS kini tetap lebih rentan ke sisi bawah karena imbal hasil berpotensi lebih rendah (...) Tampaknya kini ada lebih banyak jalur yang terbuka menuju pelemahan Dolar AS ke depan daripada penguatan dolar.
Intervensi Imbal Hasil Bertujuan Meredam Tekanan Perang Teluk dan Tarif
UBS mencatat bahwa menggandakan pembelian obligasi membantu meredakan biaya pinjaman yang memperburuk krisis layanan utang dan keterjangkauan AS. Para analis di bank tersebut menyarankan bahwa kebijakan ini berfungsi sebagai tindakan penyeimbang yang disengaja terhadap gejolak pasar yang disebabkan oleh konflik geopolitik dan langkah tarif, meskipun ketidakpastian kebijakan dari Federal Reserve terus menambah premi risiko yang mendasarinya.
Imbal hasil yang lebih tinggi berdampak pada krisis keterjangkauan dan biaya layanan utang AS, sehingga menjadi fokus politik. Kebijakan ini bertujuan untuk mengimbangi konsekuensi (yang diduga tidak disengaja) terhadap pasar obligasi dari kebijakan lain seperti perang Teluk dan tarif.
Mengelola Imbal Hasil Alih-Alih Likuiditas Mengikis Kredibilitas Fiskal
Para strategis di BBH menjelaskan bahwa meskipun pembelian kembali tersebut bertindak sebagai swap pengelolaan utang yang dibiayai melalui penerbitan surat utang jangka pendek, waktunya mengirimkan sinyal yang mengkhawatirkan. Muncul tak lama setelah imbal hasil tenor 30 tahun mencapai level tertingginya sejak 2007, operasi ini menciptakan persepsi kuat bahwa Treasury sedang melakukan intervensi untuk membatasi biaya pinjaman jangka panjang alih-alih sekadar memperbaiki likuiditas pasar.
Waktu pengumuman pembelian kembali Treasury mengirimkan pesan yang kurang nyaman (...) Persepsi bahwa Treasury sedang mengelola imbal hasil alih-alih likuiditas melemahkan kredibilitas fiskal AS dan menjadi beban bagi USD.
Pelemahan Dolar AS Diprakirakan Berlanjut
Program buyback Treasury yang diperluas telah menimbulkan tekanan struktural terhadap Dolar AS, menurut bank-bank tersebut. Sementara UBS menyoroti kelegaan langsung yang diberikan terhadap imbal hasil obligasi dan biaya pembiayaan utang, baik MUFG maupun BBH memperingatkan bahwa intervensi terhadap biaya pinjaman jangka panjang dapat mengikis kredibilitas fiskal dan melemahkan permintaan investor terhadap aset AS, sehingga mempertahankan bias pelemahan lebih lanjut pada Dolar.
(Artikel ini dibuat dengan bantuan alat Artificial Intelligence dan ditinjau oleh editor. Pelajari lebih lanjut.)
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.