fxs_header_sponsor_anchor

Berita

Kontrak Berjangka Dow Jones Melemah karena Sentimen Hawkish Seputar Prospek The Fed

  • Kontrak berjangka Dow turun setelah aksi jual saham teknologi semalam menekan indeks Wall Street.
  • Alat CME FedWatch menunjukkan bahwa pasar memprakirakan peluang hampir 85,5% kenaikan suku bunga The Fed pada bulan Desember.
  • Para pedagang menunggu laporan pendapatan Micron untuk menilai bagaimana ekspansi AI global memengaruhi sektor chip memori.

Kontrak berjangka Dow Jones turun 0,13%, diperdagangkan di dekat 52.000 selama perdagangan sesi Eropa pada hari Rabu. Namun, kontrak berjangka S&P 500 naik 0,13% di dekat 7.450, sementara kontrak berjangka Nasdaq 100 naik 0,36%, diperdagangkan di dekat 29.770 pada saat berita ini ditulis.

Kontrak berjangka indeks AS diperdagangkan bervariasi pada hari Rabu menyusul aksi jual semalam di Wall Street. Pada sesi reguler AS hari Selasa, Dow Jones turun tipis 0,09%, sementara S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing turun 1,44% dan 2,21%. Penurunan ini dipicu oleh saham infrastruktur AI, khususnya produsen semikonduktor dan chip memori, karena para investor khawatir bahwa belanja modal besar-besaran AI oleh perusahaan teknologi besar mungkin menghasilkan imbal hasil yang lebih rendah dari prakiraan.

Sentimen pasar tetap hati-hati di tengah meningkatnya sentimen hawkish seputar prospek kebijakan Federal Reserve (The Fed). Alat CME FedWatch menunjukkan bahwa pasar menyesuaikan ekspektasi untuk sikap yang lebih hawkish dari Federal Reserve (The Fed). Para pedagang kini memprakirakan peluang hampir 85,5% kenaikan suku bunga The Fed pada bulan Desember, naik dari 61% sebelum pertemuan FOMC pekan lalu.

Para pelaku pasar kini mengamati dengan cermat laporan pendapatan mendatang dari Micron Technology untuk mengukur dampak ekspansi AI global yang sedang berlangsung pada sektor memori. Dalam pasar pra-pembukaan, saham Micron naik lebih dari 4%, dan pesaingnya Sandisk bertambah lebih dari 3%. Sementara itu, saham perusahaan induk Google, Alphabet, juga naik setelah S&P Global mengumumkan bahwa perusahaan tersebut akan bergabung dengan Dow yang terdiri dari 30 saham sebelum perdagangan dimulai pada hari Senin depan.

Pertanyaan Umum Seputar Dow Jones

Dow Jones Industrial Average, salah satu indeks pasar saham tertua di dunia, disusun dari 30 saham yang paling banyak diperdagangkan di AS. Indeks ini dibobot berdasarkan harga, bukan berdasarkan kapitalisasi. Indeks ini dihitung dengan menjumlahkan harga saham-saham penyusunnya dan membaginya dengan faktor, yang saat ini adalah 0,152. Indeks ini didirikan oleh Charles Dow, yang juga mendirikan Wall Street Journal. Pada tahun-tahun berikutnya, indeks ini dikritik karena tidak cukup mewakili secara luas karena hanya melacak 30 konglomerat, tidak seperti indeks yang lebih luas seperti S&P 500.

Banyak faktor yang mendorong Dow Jones Industrial Average (DJIA). Kinerja agregat perusahaan komponen yang terungkap dalam laporan laba perusahaan triwulanan adalah yang utama. Data ekonomi makro AS dan global juga berkontribusi karena berdampak pada sentimen investor. Tingkat suku bunga, yang ditetapkan oleh Federal Reserve (The Fed), juga memengaruhi DJIA karena memengaruhi biaya kredit, yang sangat diandalkan oleh banyak perusahaan. Oleh karena itu, inflasi dapat menjadi pendorong utama serta metrik lain yang memengaruhi keputusan The Fed.

Teori Dow adalah metode untuk mengidentifikasi tren utama pasar saham yang dikembangkan oleh Charles Dow. Langkah kuncinya adalah membandingkan arah Dow Jones Industrial Average (DJIA) dan Dow Jones Transportation Average (DJTA) dan hanya mengikuti tren saat keduanya bergerak ke arah yang sama. Volume adalah kriteria konfirmasi. Teori ini menggunakan elemen analisis puncak dan palung. Teori Dow mengemukakan tiga fase tren: akumulasi, saat uang pintar mulai membeli atau menjual; partisipasi publik, saat masyarakat luas ikut serta; dan distribusi, saat uang pintar keluar.

Ada sejumlah cara untuk memperdagangkan DJIA. Salah satunya adalah dengan menggunakan ETF yang memungkinkan investor memperdagangkan DJIA sebagai sekuritas tunggal, daripada harus membeli saham di semua 30 perusahaan konstituen. Contoh utama adalah SPDR Dow Jones Industrial Average ETF (DIA). Kontrak berjangka DJIA memungkinkan para pedagang untuk berspekulasi terhadap nilai indeks di masa mendatang dan Opsi memberikan hak, tetapi bukan kewajiban, untuk membeli atau menjual indeks pada harga yang telah ditentukan di masa mendatang. Reksa dana memungkinkan para investor untuk membeli saham dari portofolio saham DJIA yang terdiversifikasi sehingga memberikan eksposur terhadap indeks keseluruhan.

Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.


KONTEN TERKAIT

Memuat ...



Hak cipta ©2026 FOREXSTREET S.L., dilindungi undang-undang.