JPFA Coba Pulihkan Penurunan Dua Hari Kemarin, Raih Tertinggi Hari 1.710, Perseroan Catatkan Laba Rp1,23 Triliun
|- JPFA menutup gap bawah dan naik lebih dari 5%.
- Perseroan mencatatkan laba Rp1,23 triliun di semester pertama 2025.
- Secara teknis tren saham ini bearish, namun dalam periode yang lebih pendek, JPFA sideways.
JPFA diperdagangkan di 1.685 yang lebih tinggi 5,31% jika dibandingkan dengan penutupan hari kemarin. Saham PT JAPFA Comfeed Indonesia Tbk. dibuka dengan gap bawah di 1.585 tapi menutup gap tersebut dan melonjak ke 1.710 di sesi pertama hari perdagangan terakhir pekan ini. Dengan demikian, saham ini hampir membalikkan penurunan dua hari berturut-turut sebelumnya. Kinerja mengesankan JPFA terjadi setelah perseroan merilis laporan keuangan terbaru setelah penutupan hari kemarin.
Dalam laporan keuangan untuk semester pertama 2025, perseroan mencatatkan laba yang dapat diatribusikan ke entitas induk sebesar Rp1,35 triliun yang lebih rendah dari Rp1,47 triliun pada semester pertama tahun 2024. Salah satu penyebabnya adalah lebih rendahnya penjualan dan pendapatan usaha di periode pelaporan yaitu sebesar Rp27,48 triliun, dibandingkan dengan Rp27,64 triliun pada semester tahun lalu.
Jumlah aset perseroan mengalami penurunan menjadi Rp36,37 triliun dari Rp34,66 triliun pada Desember 2024. Namun demikian, jumlah ekuitas meningkat menjadi Rp17,06 triliun pada periode yang sama dari Rp16,57 trilun pada Desember 2024.
Grafik Harian JPFA – Analisis Harian
Secara teknis, tren JPFA adalah bearish karena berada di bawah Simple Moving Average (SMA) 200-hari, saat ini di 1.776. Namun demikian, tren ini kurang dukungan karena average tersebut cenderung datar. Dalam jangka waktu yang lebih pendek, saham ini lebih terlihat sideways karena bergerak naik dan turun di level-level saat ini sejak pertengahan Juli 2025.
Indikator Relative Strength Index (RSI) 14-hari berada di 56,01 yang baru memantul dari level netral 50 dan menghadap ke atas, mengindikasikan masih ada momentum untuk bergerak ke atas.
Jika JPFA terus naik, saham ini akan menghadapi resistance terdekat di 1.745 (tertinggi 21 Juli 2025), 1.776 (SMA 200-hari), dan 1.905 (tertinggi 29 April 2025). Dalam kasus semua resistance di atas ditembus, tren saham ini diprakirakan berubah bullish dan mengincar kenaikan lebih lanjut ke 2.000 (level angka bulat) dan 2.230 (tertinggi 2025 yang diraih pada 10 Februari). Level tersebut adalah resistance kuat karena belum bisa ditembus selama tiga percobaan.
Namun jika saham ini melanjutkan penurunan, support 1.415 (terendah 2025 yang dicatatkan pada 25 Juni) menanti, yang juga merupakan terendah 26 September 2024 dan 2 Oktober 2024). Tidak banyak support teknis di bawahnya, namun saham ini bisa menemukan 1.275 (terendah 14 Juni 2024) dan 1.075 (terendah 25 April 2024).
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.