Indonesia: Defisit diperkirakan terkendali – UOB
| |terjemahan otomatisLihat Artikel AsliEkonom UOB Global Economics & Markets Research Enrico Tanuwidjaja dan Vincentius Ming Shen menilai metrik fiskal Indonesia, mencatat surplus primer pada Mei meskipun pertumbuhan belanja yang cepat. Mereka menyoroti pendapatan yang kuat yang didorong oleh pajak yang didukung oleh sistem Coretax, pengeluaran pemerintah pusat yang tinggi untuk program sosial, dan mempertahankan proyeksi defisit fiskal 2026 mendekati 2,9% dari Produk Domestik Bruto (PDB), dengan potensi penyempitan jika reformasi pajak dan pemotongan belanja berhasil.
Sikap fiskal, defisit dan risiko pembiayaan
"Posisi fiskal Indonesia membaik pada Mei, dengan saldo primer kembali ke surplus sebesar IDR58,6 Triliun."
"Akibatnya, defisit fiskal melebar sedikit menjadi 0,70% dari PDB dari 0,63% pada April, meskipun tetap jauh di bawah batas undang-undang sebesar 3% dari PDB, menjaga fleksibilitas kebijakan fiskal yang luas."
"Ke depan, pengelolaan fiskal yang hati-hati tetap penting."
"Kami mempertahankan proyeksi defisit fiskal sekitar 2,9% dari PDB untuk 2026, mencerminkan momentum pengeluaran pemerintah yang berkelanjutan."
"Namun demikian, defisit dapat menyempit jika langkah-langkah peningkatan pendapatan—terutama reformasi pajak—terbukti efektif dan langkah-langkah rasionalisasi pengeluaran, seperti pengurangan anggaran Program Makanan Bergizi Gratis dari IDR335 Triliun menjadi IDR268 Triliun (dan berita terbaru menunjukkan bahwa hal ini bahkan bisa terealisasi di bawah IDR200 Triliun), berhasil dilaksanakan."
(Artikel ini dibuat dengan bantuan alat Kecerdasan Buatan dan ditinjau oleh editor. Pelajari lebih lanjut.)
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.