Indeks Penjualan Riil (IPR) Indonesia Bulan April 2026 sebesar 226,9 (YoY)
|Indeks Penjualan Riil (IPR) Indonesia untuk bulan April 2026 sebesar 226,9 (YoY) yang ditekan oleh penurunan pada Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau; Kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi; dan Subkelompok Sandang, seperti diinformasikan oleh Bank Indonesia.
Namun pada basis bulanan, Penjualan Ritel Indonesia bulan Maret 2026 kontraksi 11,6% setelah sebelumnya tumbuh 10,3% di balik normalisasi permintaan setelah HBKN (Hari Besar Keagamaan Nasional) Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah. Penurunan terjadi pada Kelompok Barang Lainnya; Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi; dan Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau.
Reaksi Pasar
USD/IDR diperdagangkan di 17.957 yang tidak menunjukkan reaksi signifikan di seputar rilis data penjualan ritel.
Indikator Ekonomi
Penjualan Ritel (Thn/Thn)
Data Penjualan Ritel, dirilis oleh Statistik Indonesia, mewakili total pembelian konsumen dari toko ritel. Ini memberikan informasi berharga tentang pengeluaran konsumen yang merupakan bagian konsumsi dari PDB. Meningkatnya penjualan ritel menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat. Namun, jika kenaikannya lebih besar dari perkiraan, mungkin inflasi.
Baca lebih lanjutInformasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.