Indeks Dolar AS Mempertahankan Kenaikan Hari Senin di Dekat 99,70 Jelang Kebijakan The Fed
| |Terjemahan TerverifikasiLihat Artikel Asli- Indeks Dolar AS mempertahankan kenaikan di dekat 99,70 menjelang pertemuan dua hari The Fed.
- Para investor memprakirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga tidak berubah di kisaran 3,50%-3,75%.
- AS dan Iran menandatangani kerangka perdamaian yang membatasi Tehran dari pembangunan senjata nuklir.
Dolar AS (USD) diperdagangkan menguat di dekat level tertinggi hari Senin menjelang dimulainya pertemuan kebijakan moneter dua hari Federal Reserve (The Fed), yang keputusannya akan diumumkan pada hari Rabu. Pada saat berita ini ditulis, Indeks Dolar AS (DXY), yang melacak nilai Greenback terhadap enam mata uang utama, mempertahankan kenaikan hari Senin di dekat 99,70.
Dampak keputusan kebijakan moneter The Fed dan panduan suku bunga akan signifikan terhadap Dolar AS, menjadi yang pertama di bawah Ketua baru, Kevin Warsh.
Para investor memprakirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga stabil di kisaran 3,50%-3,75% karena inflasi Amerika Serikat (AS) telah meningkat secara signifikan dalam beberapa bulan terakhir akibat harga energi yang tinggi pasca ketegangan di Timur Tengah.
Namun, penandatanganan kerangka perdamaian antara AS dan Iran pada hari Senin serta kemungkinan pembukaan kembali Selat Hormuz telah menahan ekspektasi inflasi, meskipun para ahli memperingatkan akan ada lebih banyak tekanan inflasi dalam waktu dekat karena perdagangan normal tidak akan kembali dalam waktu dekat.
Sementara itu, para investor menantikan perincian dokumen "sepanjang satu setengah halaman" yang ditandatangani antara AS dan Iran untuk memastikan apakah Selat Hormuz tetap bebas tol atau tidak. Iran telah lama menuntut pengakuan atas otoritasnya di dekat Hormuz untuk mulai mengenakan tol kepada kapal yang melintas.
Pertanyaan Umum Seputar Dolar AS
Dolar AS (USD) adalah mata uang resmi Amerika Serikat, dan mata uang 'de facto' di sejumlah besar negara lain tempat mata uang ini beredar bersama mata uang lokal. Dolar AS adalah mata uang yang paling banyak diperdagangkan di dunia, mencakup lebih dari 88% dari seluruh perputaran valuta asing global, atau rata-rata $6,6 triliun dalam transaksi per hari, menurut data dari tahun 2022. Setelah perang dunia kedua, USD mengambil alih posisi Pound Sterling Inggris sebagai mata uang cadangan dunia. Selama sebagian besar sejarahnya, Dolar AS didukung oleh Emas, hingga Perjanjian Bretton Woods pada tahun 1971 ketika Standar Emas menghilang.
Faktor tunggal terpenting yang memengaruhi nilai Dolar AS adalah kebijakan moneter, yang dibentuk oleh Federal Reserve (The Fed). The Fed memiliki dua mandat: mencapai stabilitas harga (mengendalikan inflasi) dan mendorong lapangan kerja penuh. Alat utamanya untuk mencapai kedua tujuan ini adalah dengan menyesuaikan suku bunga. Ketika harga naik terlalu cepat dan inflasi berada di atas target The Fed sebesar 2%, The Fed akan menaikkan suku bunga, yang membantu nilai USD. Ketika inflasi turun di bawah 2% atau Tingkat Pengangguran terlalu tinggi, The Fed akan menurunkan suku bunga, yang membebani Greenback.
Dalam situasi ekstrem, Federal Reserve juga dapat mencetak lebih banyak Dolar dan memberlakukan pelonggaran kuantitatif (QE). QE adalah proses di mana Fed secara substansial meningkatkan aliran kredit dalam sistem keuangan yang macet. Ini adalah langkah kebijakan nonstandar yang digunakan ketika kredit telah mengering karena bank tidak akan saling meminjamkan (karena takut gagal bayar oleh rekanan). Ini adalah pilihan terakhir ketika hanya menurunkan suku bunga tidak mungkin mencapai hasil yang diinginkan. Itu adalah senjata pilihan The Fed untuk memerangi krisis kredit yang terjadi selama Krisis Keuangan Besar pada tahun 2008. Hal ini melibatkan The Fed yang mencetak lebih banyak Dolar dan menggunakannya untuk membeli obligasi pemerintah AS terutama dari lembaga keuangan. QE biasanya menyebabkan Dolar AS melemah.
Pengetatan kuantitatif (QT) adalah proses sebaliknya di mana Federal Reserve berhenti membeli obligasi dari lembaga keuangan dan tidak menginvestasikan kembali pokok dari obligasi yang dimilikinya yang jatuh tempo dalam pembelian baru. Hal ini biasanya positif bagi Dolar AS.
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.