fxs_header_sponsor_anchor

INCO Sempat Melonjak ke 5.050, Perseroan Mencatatkan Laba US$61 Juta di Kuartal I 2026

  • INCO memulihkan seluruh penurunan hari kemarin.
  • Perseroan meraih laba US$61 untuk kuartal I tahun ini.
  • EBITDA menunjukkan kenaikan 45% dalam periode pelaporan.

INCO bergerak naik 5,60% ke 4.900 dari penutupan Rabu menuju akhir sesi I hari ini. Saham PT Vale Indonesia Tbk dibuka dengan gap naik di 4.730 dan melesat naik ke tertinggi harian 5.050 di awal pembukaan. Kinerja positif tersebut menyusul rilis laporan keuangan perseroan untuk periode kuartal I 2026.

Perseroan Meraih Laba US$61 Juta

Dalam siaran pers yang dirilis pagi ini, perseroan mencatatkan laba sebesar US$61 juta selama kuartal II 2026 yang lebih tinggi dari kuartal I sebesar US$44 juta. Laba per sahamnya juga meningkat menjadi US$0,0058 pada periode pelaporan dari US$0,0041 pada kuartal I 2026. EBITDA (Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization) sebesar US$116 juta secara kuartalan yang naik 45%, mengindikasikan peningkatan operating leverage dan profitabilitas.

Peningkatan tersebut terutama berasal dari peningkatan produksi dan kenaikan harga nikel. Perseroan memproduksi 16.153 metrik ton nikel dalam matte sepanjang kuartal I tahun ini dengan harga realisasi rata-rata US$14.765 per ton. Dari sisi posisi keuangan, jumlah aset perseroan pada 30 Juni 2026 sebesar US$3,38 miliar yang meningkat dari US$3,34 miliar pada akhir tahun 2025.

Kinerja positif INCO sejalan dengan sektor saham Barang Baku yang menunjukkan kenaikan hampir 1% di sesi I dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia yang juga positif setelah ditutup turun enam hari perdagangan berturut-turut, mencoba memulihkan penurunan berat hari kemarin.

Kenaikan INCO hari ini membuat Relative Strength Index (RSI) 14-hari melewati level netral 50 ke 52,51, menandakan sentimennya berubah bullish. Namun demikian, tren jangka lebih panjang saham ini secara teknis adalah turun karena berada di bawah Simple Moving Average (SMA) 200-hari. Average ini bertindak sebagai resistance dinamis yang kuat karena INCO berulang kali mencoba menembusnya namun gagal. Dalam jangka sangat pendek saham ini bergerak naik dan turun dalam kisaran sideways lebar yang terbentuk sejak akhir Mei.

Grafik harian INCO

Pertanyaan Umum Seputar Saham Asia

Asia menyumbang sekitar 70% pertumbuhan ekonomi global dan menjadi tuan rumah bagi beberapa indeks pasar saham utama. Di antara negara-negara maju di kawasan tersebut, Nikkei Jepang – yang mewakili 225 perusahaan di bursa saham Tokyo – dan Kospi Korea Selatan menonjol. Tiongkok memiliki tiga indeks penting: Hang Seng Hong Kong, Shanghai Composite, dan Shenzhen Composite. Sebagai negara berkembang yang besar, ekuitas India juga menarik perhatian investor, yang semakin banyak berinvestasi di perusahaan-perusahaan dalam indeks Sensex dan Nifty.

Ekonomi utama di Asia berbeda-beda, dan masing-masing memiliki sektor khusus yang perlu diperhatikan. Perusahaan teknologi mendominasi indeks di Jepang, Korea Selatan, dan semakin banyak di Tiongkok. Layanan keuangan memimpin pasar saham seperti Hong Kong atau Singapura, yang dianggap sebagai pusat utama sektor ini. Manufaktur juga besar di Tiongkok dan Jepang, dengan fokus kuat pada produksi mobil atau elektronik. Kelas menengah yang berkembang di negara-negara seperti Tiongkok dan India juga semakin menonjolkan perusahaan yang berfokus pada ritel dan e-commerce.

Banyak faktor yang mendorong indeks pasar saham Asia, tetapi faktor utama di balik kinerjanya adalah hasil agregat dari perusahaan-perusahaan komponen yang terungkap dalam laporan pendapatan triwulanan dan tahunan mereka. Fundamental ekonomi masing-masing negara, serta keputusan bank sentral atau kebijakan fiskal pemerintah mereka, juga merupakan faktor penting. Secara lebih luas, stabilitas politik, kemajuan teknologi atau supremasi hukum juga dapat memengaruhi pasar ekuitas. Kinerja indeks ekuitas AS juga merupakan faktor karena, lebih sering daripada tidak, pasar Asia memimpin dari saham-saham Wall Street dalam semalam. Terakhir, sentimen risiko yang lebih luas di pasar juga berperan karena ekuitas dianggap sebagai investasi yang berisiko dibandingkan dengan opsi investasi lain seperti sekuritas pendapatan tetap.

Berinvestasi dalam ekuitas itu sendiri berisiko, tetapi berinvestasi dalam saham Asia disertai dengan risiko khusus kawasan yang perlu diperhitungkan. Negara-negara Asia memiliki berbagai macam sistem politik, dari demokrasi penuh hingga kediktatoran, sehingga stabilitas politik, transparansi, supremasi hukum, atau persyaratan tata kelola perusahaan mereka mungkin sangat berbeda. Peristiwa geopolitik seperti sengketa perdagangan atau konflik teritorial dapat menyebabkan volatilitas di pasar saham, seperti halnya bencana alam. Selain itu, fluktuasi mata uang juga dapat berdampak pada valuasi pasar saham Asia. Hal ini khususnya berlaku di negara-negara yang berorientasi ekspor, yang cenderung menderita karena mata uang yang lebih kuat dan mendapat keuntungan dari mata uang yang lebih lemah karena produk mereka menjadi lebih murah di luar negeri.

Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.


KONTEN TERKAIT

Memuat ...



Hak cipta ©2026 FOREXSTREET S.L., dilindungi undang-undang.