IHSG Turun ke 6.101, Transaksi Tipis Jelang Tinjauan Tahunan MSCI
|- IHSG melemah 0,25% ke 6.101 setelah sempat turun di bawah 6.000.
- Sektor kesehatan melonjak 3,97%, tetapi saham teknologi dan perbankan tertekan.
- Transaksi yang sepi dan keputusan MSCI menahan selera risiko investor.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 0,25% atau 15 poin ke 6.101 pada perdagangan Selasa. Indeks sempat menyentuh 5.993 sebelum berbalik naik dan masih bertahan dalam rentang 6.000-6.380 yang terbentuk sejak awal pekan lalu.
Sektor kesehatan menjadi penopang utama dengan kenaikan 3,97%, disusul properti 1,54% dan SMinfra18 0,55%. Sebaliknya, INFOBANK15 turun 1,13%, sektor teknologi melemah 1,05%, dan PRIMBANK10 kehilangan 0,86%.
Transaksi Tipis, Pasar Tunggu MSCI
Aktivitas perdagangan masih sepi. Nilai transaksi hingga akhir sesi pertama hanya Rp6,63 triliun, setara sekitar seperempat dari rata-rata harian pekan lalu sebesar Rp25 triliun. Investor asing sebelumnya membukukan jual bersih Rp1,11 triliun pada Senin, membawa arus keluar sepanjang tahun menjadi Rp69,36 triliun. Data asing Selasa belum tersedia.
Perhatian pasar kini tertuju pada MSCI 2026 Annual Market Classification Review esok hari. Investor menunggu apakah Indonesia tetap menyandang status emerging market atau masuk peninjauan menuju frontier market setelah dalam tinjauan MSCI sebelumnya menyoroti transparansi kepemilikan, free float, dan pembentukan harga saham.
Sentimen Global Belum Memberi Dorongan
Tekanan dari luar negeri datang setelah saham teknologi menyeret Wall Street. S&P 500 turun 0,37% dan Nasdaq merosot 1,32%, sementara Dow Jones naik 0,29%. Sementara itu, proses perdamaian AS-Iran masih berjalan, tetapi kesepakatan permanen belum tercapai karena Washington dan Teheran memberikan pernyataan berbeda mengenai inspeksi nuklir IAEA.
Harga minyak melanjutkan penurunan setelah AS melonggarkan sanksi minyak Iran selama 60 hari dan arus kapal di Selat Hormuz mulai pulih. WTI turun 0,56% ke US$73,45 per barel, sedangkan Brent melemah 0,76% ke US$77,31. Dalam laporannya pada pertengahan pekan lalu, IEA memprakirakan pasokan global turun pada 2026 sebelum melonjak 8 juta barel per hari pada 2027, melampaui pertumbuhan permintaan sebesar 2 juta barel per hari.
Pasar malam ini menunggu data ketenagakerjaan ADP dan PMI pendahuluan S&P Global AS. Fokus kemudian beralih ke inflasi PCE pada Kamis, dengan PCE utama diprakirakan naik 0,5% secara bulanan dan 4,0% secara tahunan.
Indikator Ekonomi
PMI Jasa S&P Global
Indeks Manajer Pembelian (PMI) Jasa S&P Global, yang dirilis setiap bulan, merupakan indikator utama yang mengukur aktivitas bisnis di sektor jasa AS. Karena sektor jasa mendominasi sebagian besar perekonomian, PMI Jasa merupakan indikator penting yang mengukur keadaan kondisi perekonomian secara keseluruhan. Data tersebut diperoleh dari survei terhadap eksekutif senior di perusahaan swasta dari sektor jasa. Respons survei mencerminkan perubahan, jika ada, pada bulan ini dibandingkan bulan sebelumnya dan dapat mengantisipasi perubahan tren dalam rangkaian data resmi seperti Produk Domestik Bruto (PDB), produksi industri, lapangan kerja, dan inflasi. Angka di atas 50 menunjukkan bahwa perekonomian jasa secara umum berkembang, sebuah tanda bullish bagi Dolar AS (USD). Sementara itu, angka di bawah 50 menandakan bahwa aktivitas di antara penyedia jasa secara umum menurun, yang dipandang sebagai bearish bagi USD.
Baca lebih lanjutRilis berikutnya Sel Jun 23, 2026 13.45 (Pendahuluan)
Frekuensi: Bulanan
Konsensus: 51
Sebelumnya: 50.7
Sumber: S&P Global
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.