fxs_header_sponsor_anchor

IHSG Turun ke 5.820, BBCA Pimpin Pelemahan Saham Bank Besar

  • IHSG turun 1,28% ke 5.820 setelah bergerak di rentang 5.800-5.942.
  • BBCA anjlok 4,00%, sementara BMRI dan BBRI masing-masing turun 1,30% dan 1,00%.
  • Pelemahan IHSG terjadi ketika mayoritas bursa Asia ditutup menguat.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah pada perdagangan Senin. Indeks turun 1,28% atau 75 poin ke 5.820 setelah dibuka di 5.932 dan bergerak dalam rentang 5.800-5.942.

IHSG sempat naik ke 5.942 pada awal perdagangan, tetapi kemudian berbalik turun hingga menyentuh 5.800. Indeks hanya memangkas sedikit pelemahannya menjelang penutupan.

Sejak ditutup di 6.220 pada 17 Juni, IHSG telah turun sekitar 400 poin atau 6,43%. Penurunan Senin menunjukkan bahwa kenaikan yang sempat terjadi dalam beberapa sesi terakhir belum mengubah tren pelemahan indeks.

Reuters mencatat, koreksi terbaru menempatkan IHSG di jalur untuk menorehkan kinerja Juni terburuk sejak 2015. Indeks telah melemah sekitar 4,7% sepanjang bulan ini dan berpotensi membukukan penurunan bulanan keenam berturut-turut. Kinerja pasar saham Indonesia juga tertinggal dari indeks saham ASEAN yang secara umum naik pada perdagangan Senin.

BBCA Pimpin Penurunan Saham Bank

Saham bank berkapitalisasi besar menjadi salah satu penekan utama IHSG. BBCA turun 4,00% ke Rp5.925, BMRI melemah 1,30% ke Rp3.940, dan BBRI turun 1,00% ke Rp2.840.

PRIMBANK10 turun 2,23%, lebih dalam daripada IHSG. ECONOMIC30 dan I-GRADE masing-masing melemah 2,12% dan 2,11%. Di sisi lain, sektor properti masih menguat 0,71%.

Pelemahan IHSG berlawanan dengan pergerakan mayoritas bursa Asia. Hang Seng naik 1,57%, Shanghai Composite menguat 1,16%, ASX bertambah 0,68%, Straits Times naik 0,33%, dan Nikkei menguat 0,15%. KOSPI, Kuala Lumpur, serta BSE India ditutup melemah, tetapi penurunannya lebih kecil daripada IHSG.

Data transaksi investor asing untuk Senin belum tersedia pada saat berita ini ditulis. Data terakhir pada 26 Juni menunjukkan penjualan bersih asing sebesar Rp537,25 miliar. Secara year-to-date, net sell asing mencapai Rp71,68 triliun.

Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.


KONTEN TERKAIT

Memuat ...



Hak cipta ©2026 FOREXSTREET S.L., dilindungi undang-undang.