fxs_header_sponsor_anchor

IHSG Turun ke 5.714, Indonesia Dikenakan Tarif 10% oleh AS yang Lebih Rendah dari Negara-Negara lainnya

  • IHSG masih tertekan meskipun kemarin rebound dari terendah 2026.
  • Amerika Serikat mengenakan tarif 10% pada Indonesia.
  • Cadangan Devisa Indonesia menjadi data penting selanjutnya pada pekan depan.

IHSG bergerak di area 5.716,90 yang lebih rendah 2,10% dari penutupan hari kemarin pada saat berita ini ditulis. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia dibuka di 5.846,49 dan sesaat naik untuk mencatatkan tertinggi hari 5.860,67 dalam satu jam pertama perdagangan. Meskipun demikian, kenaikan tersebut sulit ditindaklanjuti dan malah berbalik turun untuk meraih terendah hari 5.714,15 yang tidak jauh dari terendah 2026 yang dicapai kemarin di 5.644,23. Sentimen negatif tampak berlanjut meskipun AS menetapkan tarif 10% kepada Indonesia, yang lebih rendah dari negara-negara lainnya.

Indeks-indeks saham merah di sesi pertama perdagangan hari Jumat. INFOBANK15 yang turun 3,03% menjadi salah satu indeks yang mengalami penurunan terbesar sejauh hari ini. ARTO (-6,28%), BRIS (-4,23%), dan BBCA (-4,15%) menjadi tiga emiten perbankan yang mengalami penurunan terbesar dalam indeks ini.

Tidak ada aksi korporasi yang bisa menjadi latar belakang aksi jual saham-saham perbankan yang disebutkan di atas sejauh ini. Sentimen negatif tampaknya masih menjadi pendorong dominan di tengah rekor pelemahan Rupiah yang menembus 18.000 per Dolar AS pada hari kemarin.

Menanggapi rekor pelemahan Rupiah, Menteri Sekretaris Negara Republik Indonesia, Prasetyo Hadi, seperti dicatat dalam situs Kementerian Sekretariat Negara mengatakan bahwa, "Kami pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan, kemudian Bank Indonesia, kemudian juga Otoritas Jasa Keuangan terus berkoordinasi secara intens untuk terus memonitor dan kemudian juga melakukan langkah-langkah," dalam keterangan pers pada Kamis kemarin.

Menteri Koordinator Ekonomi Republik Indonesia (RI), Airlangga Hartarto, bertemu dengan Pimpinan USTR (United States Trade Representative), Jamieson Greer, di Prancis, seperti diinformasikan dalam siaran pers Kementerian Koordinator Ekonomi yang dirilis sebelumnya hari ini.

Dalam pertemuan itu, Amerika Serikat menetapkan tarif 10% kepada Indonesia setelah hasil investigasi pasal 301 UU Perdagangan AS. Sementara itu, AS menetapkan tarif 12,5% kepada 54 negara lainnya.

USTR memiliki rencana untuk mengabulkan 18 permohonan Indonesia atas pengecualian tarif yang di bawah investigasi pasal 301. Namun, penerapan pengecualian diprakirakan akan terjadi setelah 24 Juli 2026.

Sentimen pasar, pernyataan para pejabat, dan berita-berita terkait diprakirakan menjadi penggerak pasar saham Indonesia pada hari perdagangan terakhir minggu ini di tengah kosongnya rilis data ekonomi Indonesia hari ini.

Namun, para investor saham Indonesia akan mendapatkan data terbaru Cadangan Devisa Indonesia bulan Mei yang akan dirilis oleh Bank Indonesia pada hari Senin pekan depan pada pukul 03:00 GMT (10:00 WIB). Pada bulan sebelumnya, Cadangan Devisa Indonesia adalah sebesar $146,2 miliar.

Imbal hasil obligasi Pemerintah Indonesia bertenor 10 tahun berada di 6,823% yang belum berubah dari pembukaan sejauh hari ini. Imbal hasil ini naik 1,70% pada hari kemarin, mematahkan pergerakan sideways yang terjadi sejak 25 Mei 2026. Kenaikan tersebut memperpendek jarak dengan 6,957%, tertinggi 2026 yang diraih pada 29 April.

Indikator Ekonomi

Cadangan Devisa

Laporan Aset Cadangan Resmi Indonesia yang diterbitkan oleh Bank Indonesia setiap bulan menunjukkan perubahan aset cadangan dalam mata uang Dolar AS. Bank Indonesia juga menyampaikan pandangannya tentang apakah tingkat cadangan tersebut memadai untuk terus mendukung ketahanan sektor eksternal dan stabilitas keuangan.

Baca lebih lanjut

Rilis berikutnya Sen Jun 08, 2026 03.00

Frekuensi: Bulanan

Konsensus: -

Sebelumnya: $146.2

Sumber: Bank of Indonesia

Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.


KONTEN TERKAIT

Memuat ...



Hak cipta ©2026 FOREXSTREET S.L., dilindungi undang-undang.