IHSG Turun 0,98% ke 6.116 Jelang Review MSCI, Rupiah Dekati 17.850
|- IHSG ditutup turun 0,98% ke 6.116, dengan mayoritas sektor berakhir di zona merah.
- Pasar menunggu Annual Market Classification Review MSCI pada Selasa.
- Investor asing membukukan net sell Rp771,07 miliar pada sesi pertama Senin.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,98% atau 60 poin ke 6.116 pada perdagangan Senin, bersamaan dengan Rupiah yang kembali mendekati 17.850 per Dolar AS. Indeks bergerak lebar di kisaran 6.052-6.226 setelah dibuka di 6.217.
Mayoritas sektor berakhir di zona merah. Sektor barang baku merosot 2,49%, disusul INFOBANK15 sebesar 2,38% dan industri 2,36%. Energi bergerak berlawanan dengan pasar dan menguat 1,47%, sementara teknologi naik 0,18% dan Indeks Saham Syariah Indonesia bertambah 0,09%.
Investor asing mencatat penjualan bersih Rp771,07 miliar pada sesi pertama Senin. Data transaksi asing untuk perdagangan penuh belum tersedia saat berita ini ditulis. Pada Jumat, net sell asing mencapai Rp3,19 triliun, membawa akumulasi penjualan bersih sepanjang tahun hingga akhir pekan lalu menjadi Rp68,25 triliun.
Pasar Menunggu Kejelasan dari MSCI
Bayang-bayang MSCI tetap menjadi tekanan utama menjelang Annual Market Classification Review pada Selasa, 23 Juni. Global Market Accessibility Review pekan lalu baru menilai aksesibilitas pasar secara kualitatif dan belum membahas keberlanjutan pembekuan peningkatan Foreign Inclusion Factor dan Number of Shares, penambahan konstituen ke dalam IMI, migrasi antarsegmen kapitalisasi, maupun status klasifikasi Indonesia.
Dalam laporan tersebut, MSCI menurunkan penilaian arus informasi Indonesia dari “+” menjadi “-”. Lembaga indeks global itu menyoroti terbatasnya transparansi struktur kepemilikan saham dan indikasi perdagangan terkoordinasi. Pasar kini menunggu kejelasan mengenai pembekuan tersebut serta arah evaluasi Indonesia sebagai pasar berkembang.
Tekanan domestik juga datang dari kekhawatiran terhadap disiplin fiskal. Michael Wan dari MUFG menilai investor akan mencermati apakah penyelidikan dugaan korupsi Badan Gizi Nasional (BGN) terkait program Makan Bergizi Gratis mendorong pemerintah memperketat pengelolaan anggaran, termasuk belanja di luar anggaran dan kewajiban kontinjensi. MUFG tetap berhati-hati terhadap Rupiah selama arah program pengeluaran pemerintah belum berubah secara mendasar.
Geopolitik dan PCE AS Membatasi Selera Risiko
Sementara itu terkait gejolak AS-Iran, pasar sempat menghindari aset berisiko setelah Presiden AS Donald Trump dilaporkan mengancam serangan langsung terhadap Iran apabila serangan kelompok proksi terhadap Israel berlanjut. Tekanan mereda setelah Qatar dan Pakistan menyatakan Washington dan Teheran telah menyepakati peta jalan menuju kesepakatan damai dalam 60 hari. Harga minyak tetap melemah, dengan WTI turun 0,79% ke US$75,25 per barel dan Brent merosot 1,71% ke US$79,19.
Investor juga menunggu indeks harga PCE AS pekan ini. Data tersebut akan menjadi ujian berikutnya bagi ekspektasi suku bunga setelah sembilan dari 18 peserta FOMC memprakirakan setidaknya satu kenaikan hingga akhir tahun, sehingga peluang pengetatan secepat September mulai masuk dalam perhitungan pasar.
Pertanyaan Umum Seputar Sentimen Risiko
Dalam dunia jargon keuangan, dua istilah yang umum digunakan, yaitu "risk-on" dan "risk off" merujuk pada tingkat risiko yang bersedia ditanggung investor selama periode yang dirujuk. Dalam pasar "risk-on", para investor optimis tentang masa depan dan lebih bersedia membeli aset-aset berisiko. Dalam pasar "risk-off", para investor mulai "bermain aman" karena mereka khawatir terhadap masa depan, dan karena itu membeli aset-aset yang kurang berisiko yang lebih pasti menghasilkan keuntungan, meskipun relatif kecil.
Biasanya, selama periode "risk-on", pasar saham akan naik, sebagian besar komoditas – kecuali Emas – juga akan naik nilainya, karena mereka diuntungkan oleh prospek pertumbuhan yang positif. Mata uang negara-negara yang merupakan pengekspor komoditas besar menguat karena meningkatnya permintaan, dan Mata Uang Kripto naik. Di pasar "risk-off", Obligasi naik – terutama Obligasi pemerintah utama – Emas bersinar, dan mata uang safe haven seperti Yen Jepang, Franc Swiss, dan Dolar AS semuanya diuntungkan.
Dolar Australia (AUD), Dolar Kanada (CAD), Dolar Selandia Baru (NZD) dan sejumlah mata uang asing minor seperti Rubel (RUB) dan Rand Afrika Selatan (ZAR), semuanya cenderung naik di pasar yang "berisiko". Hal ini karena ekonomi mata uang ini sangat bergantung pada ekspor komoditas untuk pertumbuhan, dan komoditas cenderung naik harganya selama periode berisiko. Hal ini karena para investor memprakirakan permintaan bahan baku yang lebih besar di masa mendatang karena meningkatnya aktivitas ekonomi.
Sejumlah mata uang utama yang cenderung naik selama periode "risk-off" adalah Dolar AS (USD), Yen Jepang (JPY) dan Franc Swiss (CHF). Dolar AS, karena merupakan mata uang cadangan dunia, dan karena pada masa krisis para investor membeli utang pemerintah AS, yang dianggap aman karena ekonomi terbesar di dunia tersebut tidak mungkin gagal bayar. Yen, karena meningkatnya permintaan obligasi pemerintah Jepang, karena sebagian besar dipegang oleh para investor domestik yang tidak mungkin menjualnya – bahkan saat dalam krisis. Franc Swiss, karena undang-undang perbankan Swiss yang ketat menawarkan perlindungan modal yang lebih baik bagi para investor.
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.