fxs_header_sponsor_anchor

IHSG Turun 0,47% ke 6.636, Berlawanan dengan Reli Bursa Asia, Tunggu NFP AS

  • IHSG turun 0,47% atau 31 poin ke 6.636, setelah sempat naik ke 6.704 pada awal perdagangan.
  • Tekanan berlangsung cukup luas, dengan saham bank seperti BBCA dan BBRI ikut melemah, sementara CUAN masih mencatat kenaikan.
  • Mayoritas bursa Asia menguat mengikuti reli Wall Street, setelah komentar Waller meredakan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed jelang NFP AS.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik turun pada perdagangan Jumat, mengakhiri pekan dengan pelemahan 0,47% atau 31 poin ke 6.636 setelah sehari sebelumnya naik 1,09%. IHSG sempat menguat ke 6.704 sebelum berbalik turun di tengah aksi ambil untung dan tekanan pada sebagian besar sektor serta saham bank. Pelemahan ini berlawanan dengan mayoritas bursa Asia yang menguat mengikuti reli Wall Street setelah komentar Christopher Waller meredakan kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga The Fed, sementara perhatian pasar selanjutnya tertuju pada Nonfarm Payrolls (NFP) AS malam ini. Secara mingguan, IHSG masih membukukan kenaikan sekitar 1,82%.

Mayoritas Sektor Memerah, BBCA dan BBRI Turun

Tekanan jual berlangsung cukup luas menjelang akhir pekan, dengan delapan dari 11 sektor ditutup melemah. Transportasi dan logistik (IDXTRANS) turun paling dalam 1,09%, disusul barang konsumen primer (IDXNONCYC) 1,08%, teknologi (IDXTECHNO) 0,76%, dan kesehatan (IDXHEALTH) 0,70%. Sektor keuangan (IDXFINANCE) juga melemah 0,40%. Sebaliknya, energi (IDXENERGY) naik 0,22%, konsumen siklikal (IDXCYCLIC) 0,19%, dan industri (IDXINDUST) 0,18%. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus, seperti dikutip ANTARA, menilai pergerakan IHSG turut dipengaruhi aksi ambil untung menjelang akhir pekan.

Di antara saham dengan nilai perdagangan besar, BBCA turun 1,1% ke Rp6.700 setelah sempat menyentuh Rp6.850, sedangkan BBRI melemah 0,6% ke Rp3.390. BULL turun 3,5% ke Rp436 dan DSSA kehilangan 0,4% ke Rp1.180. Sebaliknya, CUAN naik 3,3% ke Rp940, meski memangkas kenaikan setelah sempat mencapai Rp980.

Pelemahan IHSG terjadi ketika mayoritas bursa Asia bergerak lebih tinggi. Hang Seng naik 1,74%, KOSPI 1,64%, Nikkei 1,26%, dan Straits Times sekitar 0,94%, sedangkan Shanghai turun 0,30% dan ASX melemah 0,16%. Reli kawasan mengikuti kenaikan Wall Street, dengan Nasdaq menguat 1,40%, Dow Jones 1,18%, dan S&P 500 1,06%.

Waller Redakan Kekhawatiran Suku Bunga, Fokus Beralih ke NFP AS

Sentimen global membaik setelah Gubernur The Fed Christopher Waller membuka kemungkinan mempertahankan suku bunga pada pertemuan September apabila tekanan inflasi terus mereda. Komentarnya memangkas prakiraan pasar terhadap peluang kenaikan suku bunga September menjadi sekitar 50% dari 63% sebelumnya dan mendorong imbal hasil Treasury AS 10-tahun turun dari puncak tiga tahun ke sekitar 4,75%. Penurunan imbal hasil tersebut membantu mengangkat saham-saham pertumbuhan dan teknologi di Wall Street.

Perhatian pasar selanjutnya tertuju pada Nonfarm Payrolls (NFP) AS Agustus yang akan dirilis Jumat malam. Konsensus ekonom memprakirakan penambahan sekitar 56 ribu pekerjaan, setelah kontraksi pada Juli, sementara tingkat pengangguran diprakirakan bertahan di 4,1%. Data tersebut akan menjadi petunjuk berikutnya bagi ekspektasi kebijakan The Fed menjelang pertemuan September.

Dari dalam negeri, investor mulai menantikan sejumlah data pekan depan, termasuk Cadangan Devisa dan Indeks Keyakinan Konsumen Agustus serta Penjualan Ritel Juli. Setelah IHSG tetap mencatat kenaikan sepanjang pekan, rangkaian data tersebut akan menjadi perhatian pasar bersama perkembangan suku bunga global dan arah imbal hasil obligasi AS.

Indikator Ekonomi

Nonfarm Payroll (NFP)

Rilis Nonfarm Payrolls menyajikan jumlah pekerjaan baru yang diciptakan di AS selama bulan sebelumnya di semua bisnis non pertanian; dirilis oleh Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS). Perubahan bulanan dalam payrolls bisa sangat fluktuatif. Angka tersebut juga tunduk pada tinjauan yang kuat, yang juga dapat memicu volatilitas di bursa Forex. Secara umum, pembacaan yang tinggi dipandang sebagai bullish bagi Dolar AS (USD), sementara pembacaan yang rendah dipandang sebagai bearish, meskipun tinjauan bulan sebelumnya dan Tingkat Pengangguran sama relevannya dengan angka utama. Oleh karena itu, reaksi pasar bergantung pada bagaimana pasar menilai semua data yang terkandung dalam laporan BLS secara keseluruhan.

Baca lebih lanjut

Rilis berikutnya Jum Sep 04, 2026 12.30

Frekuensi: Bulanan

Konsensus: 56Rb

Sebelumnya: -23Rb

Sumber: US Bureau of Labor Statistics

Laporan lapangan pekerjaan bulanan Amerika dianggap sebagai indikator ekonomi paling penting bagi pedagang valas. Dirilis pada hari Jumat pertama setelah bulan yang dilaporkan, perubahan jumlah posisi berkorelasi erat dengan kinerja ekonomi secara keseluruhan dan dipantau oleh pembuat kebijakan. Pekerjaan penuh adalah salah satu mandat Federal Reserve dan mempertimbangkan perkembangan di pasar tenaga kerja saat menetapkan kebijakannya, sehingga berdampak pada mata uang. Meskipun beberapa indikator utama membentuk perkiraan, Nonfarm Payrolls cenderung mengejutkan pasar dan memicu volatilitas yang substansial. Angka aktual yang mengalahkan konsensus cenderung membuat USD bullish.

Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.


KONTEN TERKAIT

Memuat ...



Hak cipta ©2026 FOREXSTREET S.L., dilindungi undang-undang.