IHSG Sideways di Area 6.050 di Tengah Kalender Ekonomi Indonesia yang Kosong Hari ini
|- IHSG belum menunjukkan pergerakan signifikan sejak Selasa.
- Utang Luar Negeri Indonesia pada Mei 2026 sebesar $444,4 miliar.
- Kalender ekonomi Indonesia tetap kosong sepanjang hari ini.
IHSG bergerak lebih tinggi 0,25% di 6.057,03 dari penutupan kemarin pada perdagangan sesi I Kamis. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia dibuka dengan gap turun di 6.057,74 dan mencatatkan tertinggi dan terendah hari masing-masing di 6.076,53 dan 6.024,35 di awal pembukaan. Indeks melanjutkan kinerja sideways yang dimulai sejak Selasa. Data Utang Luar Negeri Indonesia yang diterbitkan Bank Indonesia pada hari kemarin juga tidak memberikan pendorong signifikan. Perkembangan geopolitik diprakirakan memberikan petunjuk sentimen pasar global di tengah kosongnya kalender ekonomi Indonesia hari ini.
Hingga sejauh ini, INFOBANK15 (+0,75%) menjadi indeks dengan kenaikan tertinggi, terutama didorong oleh ARTO (+4,40%), PNBN (+1,70%), BMRI (+1,19%), dan BTPS (+0,48%). Tidak aksi korporasi spesifik yang menjadi latar belakang kenaikan saham-saham di atas. Minat beli investor menjadi penyebab utama kenaikan menyusul kinerja positif hari sebelumnya, dengan ARTO naik ke 1.320 yang merupakan level tertinggi sejak 4 Mei 2026 sekaligus memperpanjang pemulihan dari level terendah 2026 di 740 yang dicapai pada 9 Juni.
Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Mei 2026 sebesar $444,4 miliar yang tumbuh 2,1% secara tahunan yang didorong pertumbuhan utang sektor publik, baik pemerintah maupun bank sentral. Itu karena aliran masuk pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional, di tengah pembayaran neto pinjaman luar negeri yang jatuh tempo. Sebesar 83,9% dari total ULN adalah utang jangka panjang. Rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) adalah 29,9%.
Hari ini, tidak ada data ekonomi dari Indonesia yang bisa memengaruhi pergerakan pasar saham. Dengan demikian, fokusnya akan tertuju pada perkembangan di luar negeri, terutama di Timur Tengah dalam mencari petunjuk sentimen secara umum. Konflik AS-Iran yang kembali memanas membuat harga minyak dunia tetap tinggi Juli ini. Miyak West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di $79,58 per barrel, naik 13,79% di bulan berjalan.
Peristiwa penting selanjutnya untuk pasar Indonesia adalah keputusan suku bunga Bank Indonesia pada Rabu pekan depan. Selain hasil keputusan, para investor akan memperhatikan konfrensi pers untuk mencari informasi mengenai dampak dari dua kenaikan suku bunga yang diterapkan bank sentral pada Juni 2026. Selama bulan tersebut, BI Rate dinaikkan menjadi 5,75%, suku bunga Deposit Facility menjadi 4,75%, dan suku bunga Lending Facility menjadi 6,50%.
Imbal hasil obligasi Pemerintah Indonesia bertenor 10 tahun berada di 7,237% yang belum bergerak sama sekali hari ini menyusul penurunan 0,32% kemarin. Pergerakan tersebut membuat imbal hasil mempertahankan kisaran sideways jangka pendek yang dibentuk sejak 23 Juni 2026.
Indikator Ekonomi
Tingkat Suku Bunga Bank Indonesia
Keputusan Tingkat Suku Bunga diumumkan oleh Bank Indonesia. Kebijakan Moneter mengacu pada tindakan yang dilakukan oleh otoritas moneter suatu negara, bank sentral atau pemerintah untuk mencapai tujuan tertentu dalam ekonomi nasional. Hal ini didasarkan pada hubungan antara suku bunga di mana uang dapat dipinjam dan pasokan total uang.
Baca lebih lanjutRilis berikutnya Rab Jul 22, 2026 07.30
Frekuensi: Tidak teratur
Konsensus: -
Sebelumnya: 5.75%
Sumber: Bank Indonesia
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.