fxs_header_sponsor_anchor

IHSG Pulihkan Kinerja Negatif Jumat Lalu di Tengah Kosongnya Kalender Ekonomi Indonesia

  • IHSG membalikkan penutupan negatif akhir pekan lalu, 6.000 di depan mata.
  • Faktor-faktor eksternal menjadi pendorong di tengah kosongnya kalender ekonomi Indonesia.
  • Imbal hasil obligasi Pemerintah Indonesia bertenor 10 tahun berpotensi bergerak dalam kisaran sideways yang lebih lebar.

IHSG bergerak di area 5.958 yang lebih tinggi 0,67% dari penutupan pekan lalu pada saat berita ini ditulis. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia dibuka di 5.934,71 dan sempat turun untuk mencatatkan terendah hari 5.898,14 dalam satu jam pertama perdagangan. Namun, indeks berbalik arah dan naik ke tertinggi hari 5.974,65 di tengah kosongnya kalender ekonomi Indonesia hari ini. Dengan demikian, para investor akan mengalihkan perhatian ke luar untuk mencari petunjuk sentimen pasar secara umum di tengah eskalasi baru AS-Iran yang mengakibatkan kenaikan Dolar AS dan harga minyak dunia.

Indeks-indeks saham Indonesia menunjukkan kinerja positif di sesi pertama Senin, meskipun kenaikannya sebagian besar kurang dari 1%. JII menjadi salah satu indeks dengan kinerja terbaik dengan naik 0,62% didorong oleh ENRG (+4,58%), BRMS (+3,96%), RAJA (+1,86%), dan saham-saham lainnya. Kinerja positif ENRG karena saham ini dibuka dengan gap atas serta kenaikan harga minyak dunia di tengah pembaruan eskalasi antara Amerika Serikat dan Iran selama akhir pekan.

Pelemahan Rupiah berpotensi menghambat kenaikan indeks Senin ini. Rupiah melemah 0,52% ke 18.130 per Dolar AS sejauh perdagangan sesi Asia, ditekan oleh penguatan mata uang Amerika Serikat di tengah semakin meningginya ketegangan di Timur Tengah. Bloomberg menginformasikan bahwa Komando Pusat (CENTCOM) AS menyerang Iran pada hari kemarin untuk melemahkan kemampuan Iran untuk menyerang kapal sipil yang melintasi Selat Hormuz. Peristiwa di atas mendorong minyak West Texas Intermediate (WTI) ke $74,27 per barel, naik 3,96% dan Brent di 78,89 (+3,70%) hari ini.

Kalender ekonomi Indonesia kosong sepanjang pekan ini. Dengan demikian, pergerakan IHSG akan lebih didominasi oleh faktor-faktor eksternal, sentimen investor, dan aksi korporasi. Peristiwa penting terdekat selanjutnya untuk pasar Indonesia adalah keputusan suku bunga Bank Indonesia pada Rabu pekan depan.

Imbal hasil obligasi Pemerintah Indonesia bertenor 10 tahun berada di 7,221% yang belum bergerak setelah turun 0,82% Jumat lalu. Penurunan tersebut memangkas sebagian besar kenaikan tiga hari berturut-turut sebelumnya, berpotensi menunjukkan pergerakan sideways yang lebih lebar di depan.

Pertanyaan Umum Seputar Saham Asia

Asia menyumbang sekitar 70% pertumbuhan ekonomi global dan menjadi tuan rumah bagi beberapa indeks pasar saham utama. Di antara negara-negara maju di kawasan tersebut, Nikkei Jepang – yang mewakili 225 perusahaan di bursa saham Tokyo – dan Kospi Korea Selatan menonjol. Tiongkok memiliki tiga indeks penting: Hang Seng Hong Kong, Shanghai Composite, dan Shenzhen Composite. Sebagai negara berkembang yang besar, ekuitas India juga menarik perhatian investor, yang semakin banyak berinvestasi di perusahaan-perusahaan dalam indeks Sensex dan Nifty.

Ekonomi utama di Asia berbeda-beda, dan masing-masing memiliki sektor khusus yang perlu diperhatikan. Perusahaan teknologi mendominasi indeks di Jepang, Korea Selatan, dan semakin banyak di Tiongkok. Layanan keuangan memimpin pasar saham seperti Hong Kong atau Singapura, yang dianggap sebagai pusat utama sektor ini. Manufaktur juga besar di Tiongkok dan Jepang, dengan fokus kuat pada produksi mobil atau elektronik. Kelas menengah yang berkembang di negara-negara seperti Tiongkok dan India juga semakin menonjolkan perusahaan yang berfokus pada ritel dan e-commerce.

Banyak faktor yang mendorong indeks pasar saham Asia, tetapi faktor utama di balik kinerjanya adalah hasil agregat dari perusahaan-perusahaan komponen yang terungkap dalam laporan pendapatan triwulanan dan tahunan mereka. Fundamental ekonomi masing-masing negara, serta keputusan bank sentral atau kebijakan fiskal pemerintah mereka, juga merupakan faktor penting. Secara lebih luas, stabilitas politik, kemajuan teknologi atau supremasi hukum juga dapat memengaruhi pasar ekuitas. Kinerja indeks ekuitas AS juga merupakan faktor karena, lebih sering daripada tidak, pasar Asia memimpin dari saham-saham Wall Street dalam semalam. Terakhir, sentimen risiko yang lebih luas di pasar juga berperan karena ekuitas dianggap sebagai investasi yang berisiko dibandingkan dengan opsi investasi lain seperti sekuritas pendapatan tetap.

Berinvestasi dalam ekuitas itu sendiri berisiko, tetapi berinvestasi dalam saham Asia disertai dengan risiko khusus kawasan yang perlu diperhitungkan. Negara-negara Asia memiliki berbagai macam sistem politik, dari demokrasi penuh hingga kediktatoran, sehingga stabilitas politik, transparansi, supremasi hukum, atau persyaratan tata kelola perusahaan mereka mungkin sangat berbeda. Peristiwa geopolitik seperti sengketa perdagangan atau konflik teritorial dapat menyebabkan volatilitas di pasar saham, seperti halnya bencana alam. Selain itu, fluktuasi mata uang juga dapat berdampak pada valuasi pasar saham Asia. Hal ini khususnya berlaku di negara-negara yang berorientasi ekspor, yang cenderung menderita karena mata uang yang lebih kuat dan mendapat keuntungan dari mata uang yang lebih lemah karena produk mereka menjadi lebih murah di luar negeri.

Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.


KONTEN TERKAIT

Memuat ...



Hak cipta ©2026 FOREXSTREET S.L., dilindungi undang-undang.