fxs_header_sponsor_anchor

IHSG Pulih ke 7.710 setelah Tekanan Akhir Februari, Sektor Siklikal dan Perbankan Pimpin Penguatan

  • IHSG naik 1,76% ke 7.710, pulih setelah tekanan sejak akhir Februari meski rupiah melemah di sekitar 16.900 per dolar AS.
  • Sektor siklikal (+3,41%), industri (+2,80%), dan perbankan (+2,75%) memimpin penguatan pasar.
  • Investor mencermati ketegangan geopolitik AS-Iran, kebijakan tarif AS 15%, dan data ekonomi AS menjelang NFP sebagai penentu arah pasar selanjutnya.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Kamis, pulih setelah sempat mengalami tekanan sejak akhir Februari. Indeks naik 1,76% atau 133 poin ke level 7.710, dari penutupan sebelumnya di 7.577. Sepanjang sesi, IHSG dibuka di 7.695, sempat menyentuh level tertinggi 7.765, dan bergerak di kisaran terendah 7.678, mencerminkan kembalinya minat beli di sejumlah sektor utama.

Pemulihan pasar saham ini terjadi di tengah pelemahan rupiah yang berada di sekitar 16.900-an per dolar AS, menandakan investor masih melakukan akumulasi selektif meskipun tekanan eksternal tetap membayangi.

Dari sisi sektoral, penguatan dipimpin oleh sektor siklikal yang melonjak 3,41%, diikuti sektor industri yang naik 2,80%, serta indeks perbankan INFOBANK15 yang menguat 2,75%, mencerminkan kembalinya minat pada saham berkapitalisasi besar. Sementara itu, sektor energi naik 0,73% dan teknologi menguat 0,67%, sedangkan sektor transportasi menjadi satu-satunya yang melemah tipis 0,13%. Kenaikan ini menunjukkan upaya pasar untuk menstabilkan diri setelah tekanan dalam beberapa sesi sebelumnya.

Di sisi global, ketegangan geopolitik kembali meningkat setelah sebuah kapal selam AS dilaporkan menenggelamkan kapal perang Iran di lepas pantai Sri Lanka. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyebut insiden tersebut sebagai “serangan pertama terhadap musuh sejak Perang Dunia II,” sementara kampanye militer yang lebih luas telah memasuki hari keenam dan memicu kekhawatiran akan konflik yang berkepanjangan.

Meski demikian, sinyal diplomasi sempat muncul. Reuters, mengutip laporan The New York Times, menyebut Kementerian Intelijen Iran memberi sinyal kepada CIA mengenai kemungkinan menjajaki perundingan untuk mengakhiri perang, meski kemudian dibantah oleh Teheran. Sky News Arabia juga melaporkan bahwa Wakil Menteri Luar Negeri Iran menyatakan negaranya siap meninggalkan program nuklir jika Amerika Serikat menawarkan alternatif yang menguntungkan.

Sementara itu, Amerika Serikat tengah menyiapkan tarif global sementara sebesar 15%, yang dijadwalkan mulai berlaku minggu ini sebagai pengganti tarif 10% sebelumnya setelah sebagian kebijakan tarif era Presiden Donald Trump dibatalkan oleh Mahkamah Agung. Menteri Keuangan Scott Bessent menyatakan kebijakan tersebut bersifat sementara dan dapat disesuaikan kembali dalam beberapa bulan ke depan, bergantung pada hasil penyelidikan perdagangan yang sedang berlangsung.

Fokus pelaku pasar kini tertuju ke rangkaian indikator ekonomi Amerika Serikat yang dijadwalkan rilis malam ini, sebagai pemanasan menjelang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) pada Jumat. Data yang akan dipantau meliputi laporan PHK Challenger Februari, klaim awal tunjangan pengangguran yang sebelumnya berada di 215 ribu, serta estimasi awal produktivitas nonpertanian kuartal IV yang terakhir tercatat 4,9%. Pasar juga akan menilai perkembangan biaya tenaga kerja per unit yang sebelumnya berada di -1,9%, indikator penting untuk membaca tekanan upah dan inflasi. Selain itu, investor menunggu komentar pejabat Federal Reserve Michelle Bowman, yang berpotensi memberi sinyal tambahan mengenai arah kebijakan suku bunga AS ke depan.

Hasil data tersebut berpotensi memengaruhi sentimen global dan arah arus modal, yang pada gilirannya dapat menentukan keberlanjutan pemulihan IHSG dalam beberapa sesi perdagangan berikutnya.

Indikator Ekonomi

Laporan PHK Challenger (Thn/Thn)

PHK Challenger, yang dirilis oleh Challenger, Grey & Christmas setiap bulan, memberikan informasi tentang jumlah PHK perusahaan yang diumumkan menurut industri dan wilayah. Laporan tersebut merupakan indikator yang digunakan oleh investor untuk menentukan kekuatan pasar tenaga kerja. Biasanya, pembacaan yang tinggi dianggap negatif (atau bearish) bagi Dolar AS (USD), sedangkan pembacaan yang rendah dianggap positif (atau bullish).

Baca lebih lanjut

Rilis berikutnya Kam Mar 05, 2026 12.30

Frekuensi: Bulanan

Konsensus: -

Sebelumnya: 108.435Rb

Sumber: Challenger, Grey & Christmas, Inc.

Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.


KONTEN TERKAIT

Memuat ...



Hak cipta ©2026 FOREXSTREET S.L., dilindungi undang-undang.