fxs_header_sponsor_anchor

IHSG Pertahankan Posisi di Atas 6.000, BEI Memperbarui Perhitungan HSC

  • IHSG memulihkan penurunan ke area 6.000.
  • BEI menyempurnakan metodologi HSC
  • Harga minyak WTI tidak jauh di bawah $80,00 per barrel.

IHSG bergerak lebih tinggi 0,48% ke area 6.068,54 dari penutupan kemarin pada perdagangan sesi I Rabu. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia dibuka dengan gap naik di 6.068,03 dan turun ke terendah hari di 6.007,17 di awal pembukaan, kemudian berbalik arah untuk menorehkan tertinggi hari di 6.080,08. Belum ada tindak lanjut pergerakan di tengah berita bahwa BEI memperbarui perhitungan High Shareholding Concentration (HSC) yang mengakibatkan 37 masuk ke dalam kategori ini.

Hingga sejauh ini, LQ45 (+0,99%) menjadi salah satu indeks yang mencatatkan kenaikan terbesar, terutama didorong oleh ESSA (+4,31%), MBMA +3,92%), dan SMGR (+0,69%). Tidak ada aksi korporasi yang menjadi latar belakang kenaikan saham-saham di atas. Kenaikan tersebut merupakan lanjutan pergerakan positif dari hari-hari sebelumnya dan digerakkan oleh aksi beli murni.

Dalam siaran pers yang dirilis Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa lalu, BEI menyempurnakan metode penentuan Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi (High Shareholding Concentration/HSC) atas struktur kepemilikan Saham dalam bentuk Warkat dan Tanpa Warkat. Penyempurnaannya berupa menambah kriteria baru yaitu price impact ratio pada saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp10 trilun. Kriteria tersebut mengukur besaran perubahan harga saham dibandingkan tingkat aktivitas perdagangannya. Perhitungan kriteria dilakukan pada basis kuartalan. Akibatnya, saham yang masuk ke dalam kategori HSC bertambah 37 menjadi 51 saham.

Di tengah kurangnya katalis signifikan dari dalam negeri, perkembangan geopolitik di Timur Tengah terlihat dominan memengaruhi sentimen global karena pengaruhnya terhadap harga minyak dunia. Minyak West Texas Intermediate (WTI) di $79,44 per barrel, mempertahankan kenaikan dari Senin lalu di tengah belum berakhirnya konflik AS-Iran. Central Command (CENTCOM) AS mengonformasi telah menghantam puluhan lokasi militer dekat Selat Hormuz menggunakan jet tempur, drone, dan kapal Angkatan laut AS pada Selasa kemarin.

Pelemahan greenback pasca rilis data Indeks Harga Konsumen (IHK atau CPI) Amerika Serikat untuk bulan Juni yang mereda ke 3,5% YoY dari 4,2% bulan sebelumnya tampak menahan sentimen dari memburuk lebih jauh. Rupiah di 18.058 per Dolar AS, memangkas kenaikan sebelumnya ke 18.161, level terlemah sejak 17 Juni 2026.

Peristiwa penting selanjutnya untuk pasar Indonesia adalah keputusan suku bunga Bank Indonesia pada Rabu pekan depan. Dengan demikian, faktor-faktor eksternal, aksi korporasi, dan pernyataan para pejabat akan mendominasi dalam membentuk arah pergerakan pasar dalam jangka pendek.

Imbal hasil obligasi Pemerintah Indonesia bertenor 10 tahun berada di 7,259% yang belum bergerak sejauh ini menyusul kenaikan 1,04% Selasa kemarin. Meskipun demikian, imbal hasil ini tetap mempertahankan pergerakan yang terikat dalam kisaran yang dibatasi oleh 7,296% di sisi atas dan 7,138% di sisi bawah.

Indikator Ekonomi

Tingkat Suku Bunga Bank Indonesia

Keputusan Tingkat Suku Bunga diumumkan oleh Bank Indonesia. Kebijakan Moneter mengacu pada tindakan yang dilakukan oleh otoritas moneter suatu negara, bank sentral atau pemerintah untuk mencapai tujuan tertentu dalam ekonomi nasional. Hal ini didasarkan pada hubungan antara suku bunga di mana uang dapat dipinjam dan pasokan total uang.

Baca lebih lanjut

Rilis berikutnya Rab Jul 22, 2026 07.30

Frekuensi: Tidak teratur

Konsensus: -

Sebelumnya: 5.75%

Sumber: Bank Indonesia

Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.


KONTEN TERKAIT

Memuat ...



Hak cipta ©2026 FOREXSTREET S.L., dilindungi undang-undang.