fxs_header_sponsor_anchor

IHSG Naik Tipis ke 6.041, Masih Tertahan di Bawah 6.100

  • IHSG naik tipis 0,04% ke 6.041 setelah bergerak dua arah sepanjang sesi.
  • Sektor barang baku memimpin penguatan, sementara sektor kesehatan mencatat pelemahan terdalam.
  • Inflasi AS yang lebih lemah dari prakiraan menopang Wall Street dan mayoritas bursa Asia.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir nyaris datar dibandingkan penutupan sehari sebelumnya dan tetap tertahan di bawah level 6.100 pada perdagangan Rabu. IHSG naik tipis 2 poin atau 0,04% ke 6.041, meski mayoritas bursa Asia menguat setelah inflasi Amerika Serikat merosot lebih tajam dari prakiraan.

Indeks dibuka di 6.068 dan sempat naik ke 6.081, sebelum berbalik turun hingga 6.007 dan kemudian memangkas pelemahannya menjelang penutupan. Total transaksi hari ini mencapai sekitar Rp11,7 triliun.

Penguatan dipimpin sektor barang baku, dengan IDXBASIC naik 0,76% ke 1.577. INFOBANK15 menguat 0,65% ke 816, sementara ECONOMIC30 bertambah 0,61% ke 83.

Di sisi lain, IDXHEALTH mencatat pelemahan terdalam sebesar 1,08% ke 1.428, disusul DBX yang turun 0,85% ke 2.854 dan IDXINDUST yang melemah 0,58% ke 1.572.

Hingga perdagangan Selasa, investor asing masih mencatat penjualan bersih secara year-to-date sebesar Rp77,42 triliun, bertambah sekitar Rp830,34 miliar dibandingkan posisi sehari sebelumnya.

Dari sisi domestik, Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Mei 2026 naik menjadi USD444,4 miliar, dengan pertumbuhan 2,1% secara tahunan dari 2,0% pada April. Rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tercatat 29,9%, sementara 83,9% dari total ULN merupakan utang jangka panjang.

Inflasi AS Lebih Lemah, Wall Street dan Bursa Asia Menguat

Sentimen global mendapat dukungan dari inflasi AS yang melambat lebih tajam dari prakiraan. Indeks Harga Konsumen (IHK atau CPI) utama turun 0,4% secara bulanan pada Juni, sementara inflasi inti stagnan, keduanya lebih rendah dari konsensus pasar. Secara tahunan, inflasi utama melambat menjadi 3,5% dan inflasi inti turun ke 2,6%.

Rogier Quaedvlieg dari ABN AMRO menilai inflasi AS yang lebih lemah dari ekspektasi telah mendorong pasar menyesuaikan kembali prospek suku bunga The Fed. Mengacu pada risalah rapat FOMC Juni, analis tersebut melihat dua kemungkinan jalur: pelonggaran jika inflasi terus membaik atau pengetatan jika tekanan harga tetap membandel. Meski demikian, ABN AMRO memprakirakan "The Fed akan menahan suku bunga sepanjang sisa 2026."

Sementara itu, para ahli strategi Deutsche Bank mencatat bahwa kejutan penurunan inflasi AS, kenaikan saham produsen chip, dan laporan keuangan bank yang kuat menopang bursa AS. S&P 500 naik 0,38% dan Nasdaq menguat 0,90%, meski saham perangkat lunak berada dalam tekanan.

Bursa Asia juga mayoritas menguat. KOSPI melonjak 6,24%, Nikkei naik 1,49%, dan Hang Seng bertambah 1,40%. Sebaliknya, saham Tiongkok daratan tertinggal setelah pertumbuhan ekonomi kuartal II sebesar 4,3% secara tahunan berada di bawah ekspektasi 4,5% dan melambat dari 5% pada kuartal sebelumnya.

Selanjutnya, pelaku pasar akan mencermati data Indeks Harga Produsen (PPI) AS dan hari kedua kesaksian Ketua The Fed Kevin Warsh.

Indikator Ekonomi

Indeks Harga Produsen non Pangan & Energi (Thn/Thn)

Indeks Harga Produsen dirilis oleh Biro Statistik Tenaga Kerja, Departemen Tenaga Kerja mengukur rata-rata perubahan harga di pasar utama AS oleh produsen komoditas di semua negara bagian untuk pengolahan. Perubahan IHP secara luas diikuti sebagai indikator inflasi komoditas. Secara umum, pembacaan tinggi dipandang sebagai positif (atau bullish) untuk USD, sedangkan bacaan yang rendah dipandang sebagai negatif (atau bearish).

Baca lebih lanjut

Rilis berikutnya Rab Jul 15, 2026 12.30

Frekuensi: Bulanan

Konsensus: 5.2%

Sebelumnya: 4.9%

Sumber: US Bureau of Labor Statistics

Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.


KONTEN TERKAIT

Memuat ...



Hak cipta ©2026 FOREXSTREET S.L., dilindungi undang-undang.