fxs_header_sponsor_anchor

IHSG Naik Tipis dan Bertahan di Atas 6.000 Jelang Data IHK AS

  • IHSG ditutup naik tipis 0,03% ke 6.039 dan tetap bertahan di atas level psikologis 6.000.
  • Saham-saham bank besar menahan kenaikan indeks, dengan BBRI, BMRI, BBNI, dan BBCA berakhir melemah.
  • Pasar mencermati eskalasi AS-Iran, lonjakan harga minyak, serta inflasi AS yang akan menjadi fokus berikutnya.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Selasa dengan penguatan sangat tipis dan tetap bertahan di atas level 6.000, meski saham-saham perbankan berkapitalisasi besar berada dalam tekanan. IHSG naik 1 poin atau 0,03% ke 6.039, setelah sehari sebelumnya melonjak 1,92% ke 6.037.

Indeks dibuka di 6.057 dan sempat menguat hingga tertinggi harian 6.095, sebelum berbalik turun ke terendah 6.002 dan kemudian pulih menjelang penutupan.

Saham Bank Besar Menahan Kenaikan IHSG

Tekanan terbesar datang dari sektor keuangan. IDXFINANCE turun 1,67% ke 1.329, INFOBANK15 melemah 1,71% ke 811, sementara PRIMBANK10 terkoreksi 1,95% ke 147.

Saham BBRI turun 2,4% ke 2.800, BMRI melemah 2,1% ke 4.160, BBNI turun 1,7% ke 3.470, dan BBCA terkoreksi 1,6% ke 6.125.

Di sisi lain, JII menguat 2,24% ke 363, disusul IDXSHAGROW yang naik 2,14% ke 84 dan JII70 yang bertambah 1,86% ke 141.

Berdasarkan data terakhir BEI hingga 13 Juli 2026, investor asing masih mencatatkan jual bersih sebesar Rp76,59 triliun di pasar saham Indonesia secara year-to-date (YTD), setara dengan sekitar USD4,22 miliar.

Konflik AS-Iran Mendorong Minyak Melonjak

Dari pasar global, ketegangan AS-Iran kembali meningkat setelah militer AS melancarkan serangan selama sekitar lima jam terhadap sejumlah target militer Iran, menandai malam ketiga berturut-turut operasi Washington. Iran pada saat yang sama mengklaim menyerang pangkalan udara AS di Yordania, sementara dua kapal tanker Uni Emirat Arab dilaporkan terkena rudal jelajah Iran di Selat Hormuz.

Di tengah memanasnya ketegangan tersebut, harga minyak bergerak lebih tinggi. WTI kembali menembus USD80 per barel dan diperdagangkan di sekitar USD81,09, sementara Brent naik ke USD87,21 per barel.

Sementara itu, bursa Asia mayoritas menguat pada perdagangan Selasa, dengan Shanghai Composite memimpin kenaikan sebesar 1,36%. Nikkei, KOSPI, Hang Seng, dan STI juga berakhir di zona hijau, sementara ASX ditutup stagnan.

Pasar Menunggu Inflasi AS

Perhatian pasar berikutnya tertuju pada inflasi AS, kesaksian Ketua The Fed Kevin Warsh di Kongres, dan komentar sejumlah pejabat bank sentral. IHK Juni diprakirakan melambat menjadi 3,8% secara tahunan dari 4,2%, sementara inflasi inti tetap di 2,9%.

Menjelang rilis tersebut, Gubernur The Fed Christopher Waller mengatakan pengetatan kebijakan dapat dipertimbangkan jika inflasi inti kembali tinggi. Ia menilai diperlukan beberapa bulan data yang lebih rendah sebelum yakin inflasi bergerak menuju target 2%.

Indikator Ekonomi

Indeks Harga Konsumen non Pangan & Energi (Thn/Thn)

Kecenderungan inflasi atau deflasi diukur dengan menjumlahkan harga sekeranjang barang dan jasa secara berkala dan menyajikan datanya sebagai Indeks Harga Konsumen (IHK). Data IHK dikumpulkan setiap bulan dan dirilis oleh Departemen Statistik Tenaga Kerja AS. Laporan bulanan ini membandingkan harga barang-barang pada bulan referensi dengan bulan sebelumnya. IHK Tidak termasuk Makanan & Energi tidak menyertakan komponen makanan dan energi yang lebih fluktuatif untuk memberikan pengukuran tekanan harga yang lebih akurat. Secara umum, angka yang tinggi dipandang sebagai bullish bagi Dolar AS (USD), sedangkan angka yang rendah dianggap sebagai bearish.

Baca lebih lanjut

Rilis berikutnya Sel Jul 14, 2026 12.30

Frekuensi: Bulanan

Konsensus: 2.9%

Sebelumnya: 2.9%

Sumber: US Bureau of Labor Statistics

Federal Reserve AS memiliki mandat ganda untuk menjaga stabilitas harga dan memaksimalkan lapangan kerja. Berdasarkan mandat tersebut, inflasi harus berada pada kisaran 2% YoY dan telah menjadi pilar terlemah dari arahan bank sentral sejak dunia mengalami pandemi yang masih berlangsung hingga saat ini. Tekanan harga terus meningkat di tengah permasalahan dan kemacetan rantai pasokan, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) berada pada level tertinggi dalam beberapa dekade. The Fed telah mengambil langkah-langkah untuk mengendalikan inflasi dan diprakirakan akan mempertahankan sikap agresif di masa mendatang.

Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.


KONTEN TERKAIT

Memuat ...



Hak cipta ©2026 FOREXSTREET S.L., dilindungi undang-undang.