IHSG Naik ke 8.375 di Tengah Hasil Perundingan AS-Indonesia serta Perkembangan Tarif Global AS
|- IHSG memulihkan penurunan Jumat lalu, berupaya tetap di atas 8.300.
- Indonesia mendapatkan fasilitas tarif 0% untuk 1.819 produk Indonesia.
- Pemerintah terbuka pada investasi luar negeri terkait mineral selama mendukung agenda hilirisasi dan mematuhi peraturan.
- Data uang beredar menjadi satu-satunya data minggu ini.
- Emas Antam kembali meraih level harga di atas Rp3.000.000.
IHSG bergerak di area 8.359,12 yang lebih tinggi 1,06% dibandingkan penutupan pekan lalu pada saat berita ini ditulis. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka dengan gap atas di 8.334,54 dan merayap naik ke tertinggi hari 8.375,08 dalam satu jam pertama perdagangan. Dengan demikian, indeks berada dalam perjalanan menuju memulihkan penurunan dua hari perdagangan sebelumnya di tengah berita tarif 0% untuk 1.819 produk yang diekspor ke Amerika Serikat.
Indeks-indeks saham Indonesia berada di zona hijau Senin pagi ini. Sejauh ini LQ45 (+0,85%) dan JII (+1,12%) menjadi indeks dengan kinerja yang mengesankan, meskipun itu karena dibuka dengan gap atas. Kenaikan JII didorong oleh INKP (+4,59), TPIA (+4,09%), UNVR (+3,57%), EXCL (+3,21%), ANTM (+2,13%) dll. di sesi pertama
Menyusul diplomasi Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto, di Amerika Serikat selama minggu lalu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan poin-poin penting capaian yang diraih seperti penurunan tarif perdagangan dari 32% menjadi 19%, fasilitas tarif 0% untuk 1.819 produk-produk unggulan Indonesia terutama pertanian dan industri strategis seperti kopi, kakao, minyak kelapa sawit, serta semi konduktor, seperti diinformasikan dalam situs Presiden RI.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, akan memfasilitasi perusahaan-perusahaan yang ada di AS untuk melakukan investasi di Indonesia terkait nikel, logam tanah jarang serta mineral-mineral lainnya namun harus tetap menghargai aturan-aturan yang berlaku di dalam negeri. Menteri Bahlil mengklaim bahwa pemerintah memberikan ruang investasi yang setara kepada negara-negara lainnya, tidak hanya AS, selama mendukung agenda hilirisasi dan patuh pada regulasi. Fasilitas percepatan eksekusi juga dijanjikan agar menciptakan lapangan kerja.
Terkait energi, Menteri Bahlil mengatakan akan melakukan belanja sekitar $15 miliar dengan perincian untuk membeli BBM jadi, LPG, dan crude dari Amerika Serikat untuk menjaga keseimbangan beraca perdagangan.
Soal keputusan terbaru Mahkamah Agung AS terkait tarif Trump, Presiden Prabowo mengatakan, "Kita siap menghadapi semua kemungkinan. Kita hormati politik dalam negeri Amerika Serikat, kita lihat perkembangannya."
Ke depan, data ekonomi penting Indonesia untuk hari ini adalah Uang Beredar M2 pada pukul 03:00 GMT (10:00 WIB) yang akan dirilis oleh Bank Indonesia. Itu merupakan satu-satunya data untuk pekan terakhir bulan Februari.
Imbal hasil obligasi Pemerintah Indonesia bertenor 10 tahun di 6,458% yang sejauh ini belum berubah sejak Jumat lalu. Namun demikian, level ini dekat dengan tertinggi 2026 yang dicapai di 6,464% pada 9 Februari.
Emas 1 gram Antam dijual di harga Rp3.028.000 yang lebih tinggi Rp84.000 dibandingkan harga Jumat lalu, seperti ditampilkan dalam situs Logam Mulia. Kenaikan Emas Antam ini menyusul harga Emas dunia (XAU/USD) yang ditutup naik 2,15% di $5.103 per troy ons pada Jumat lalu serta upaya Emas ini untuk melanjutkan kenaikan di perdagangan sesi Asia di hari Senin. Sejauh ini, XAU/USD mencapai tertinggi hari $5.172 yang juga level tertinggi sejak 30 Januari 2026.
Ke depan, tidak banyak data yang akan dirilis dari Amerika Serikat yang bisa memengaruhi harga Emas. Namun, para pedagang akan memerhatikan perkembangan dari lanjutan respon Presiden AS, Donald Trump, terhadap keputusan Mahkamah Agung pekan lalu yang pada akhirnya berpotensi menggerakan harga aset-aset safe haven seperti Emas.
Grafik Harian IHSG
Dalam jangka pendek, IHSG terjebak dalam kisaran antara 8.376–8.170 setelah bangkit dari 7.481,98, terendah 2026 yang dicapai pada 29 Januari. Dalam dalam jangka lebih panjang, indeks mempertahankan tren naik karena berada di atas Simple Moving Average (SMA) 200-hari, yang juga berfungsi sebagai support dinamis selama penurunan yang terjadi selama akhir Januari hingga awal Februari 2026.
Momentum masih bearish-ke-netral, seperti yang diindikasikan oleh Relative Strength Index (RSI) 14-hari di 48,38 yang di bawah level netral 50. Indikator ini terlihat datar setelah bangkit dari zona jenuh jual.
Di sisi atas, kenaikan lebih lanjut IHSG bisa menemukan penghalang di 8.596,17 (tertinggi 28 Januari 2026), 8.980,23 (penutupan 27 Januari 2026), dan 9.000 (level angka bulat). Sementara di sisi bawah, support teknis muncul di 7.904,85 (SMA 200-hari), 7.712,34 (terendah 3 Februari 2026), dan 7.481,98 (terendah 2026 yang dicapai pada 29 Januari).
Pertanyaan Umum Seputar Tarif
Meskipun tarif dan pajak keduanya menghasilkan pendapatan pemerintah untuk mendanai barang dan jasa publik, keduanya memiliki beberapa perbedaan. Tarif dibayar di muka di pelabuhan masuk, sementara pajak dibayar pada saat pembelian. Pajak dikenakan pada wajib pajak individu dan perusahaan, sementara tarif dibayar oleh importir.
Ada dua pandangan di kalangan ekonom mengenai penggunaan tarif. Sementara beberapa berpendapat bahwa tarif diperlukan untuk melindungi industri domestik dan mengatasi ketidakseimbangan perdagangan, yang lain melihatnya sebagai alat yang merugikan yang dapat berpotensi mendorong harga lebih tinggi dalam jangka panjang dan menyebabkan perang dagang yang merusak dengan mendorong tarif balas-membalas.
Selama menjelang pemilihan presiden pada November 2024, Donald Trump menegaskan bahwa ia berniat menggunakan tarif untuk mendukung perekonomian AS dan produsen Amerika. Pada tahun 2024, Meksiko, Tiongkok, dan Kanada menyumbang 42% dari total impor AS. Dalam periode ini, Meksiko menonjol sebagai eksportir teratas dengan $466,6 miliar, menurut Biro Sensus AS. Oleh karena itu, Trump ingin fokus pada ketiga negara ini saat memberlakukan tarif. Ia juga berencana menggunakan pendapatan yang dihasilkan melalui tarif untuk menurunkan pajak penghasilan pribadi.
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.