fxs_header_sponsor_anchor

IHSG Naik 1,21% ke 6.192 Ditopang BYAN dan AMMN, BBCA Menahan Kenaikan

  • IHSG naik 1,21% ke 6.192, melanjutkan penguatan menjadi tiga sesi berturut-turut.
  • Transportasi, teknologi, dan energi memimpin kenaikan, ditopang GOTO, AMMN, dan BYAN.
  • Asing masih net sell Rp629,87 miliar, meski Bank Dunia menaikkan proyeksi pertumbuhan Indonesia menjadi 5,2%.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan pemulihan pada perdagangan Selasa, 6 Oktober 2026, dengan naik 74 poin atau 1,21% ke 6.192. Indeks bergerak di rentang 6.120–6.216 setelah dibuka di 6.139, mencatatkan penguatan tiga sesi berturut-turut sejak berbalik naik pada akhir pekan lalu. Sebagian besar sektor berada di zona hijau, menunjukkan kenaikan kali ini berlangsung cukup luas.

Penguatan dipimpin sektor transportasi yang melonjak 3,17%, disusul teknologi 3,10% dan energi 2,67%. Sektor bahan baku menguat 1,61%, infrastruktur 1,49%, dan industri 1,41%. Sebaliknya, sektor keuangan hanya naik 0,09%, sedangkan indeks PRIMBANK10 turun 0,49%, menunjukkan saham perbankan belum menjadi motor utama pemulihan IHSG hari ini.

Sejumlah saham berkapitalisasi besar di luar perbankan menjadi penopang. GOTO melonjak sekitar 6,9% dan AMMN naik 6,89%, sementara BYAN ditutup di Rp13.450 setelah bertambah Rp1.200 atau 9,8%. Di sisi lain, BBCA turun 1,21% dan BBRI terkoreksi 0,32%, sehingga membatasi penguatan kelompok saham bank.

Namun, kenaikan indeks masih dibayangi arus keluar modal asing. Investor asing membukukan net sell Rp629,87 miliar pada perdagangan Selasa, sehingga secara tahun berjalan (YTD) penjualan bersih asing melebar menjadi sekitar Rp83,30 triliun. Tekanan ini melanjutkan pola September, ketika asing mencatat net sell Rp10,24 triliun, berbalik dari net buy Rp1,19 triliun pada Agustus. Dengan demikian, penguatan IHSG dalam beberapa sesi terakhir belum disertai kembalinya arus dana asing secara konsisten.

Dari sisi domestik, tambahan sentimen positif datang setelah Bank Dunia menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 menjadi 5,2% dari sebelumnya 4,7%. Lembaga tersebut memprakirakan pertumbuhan tetap berada di 5,2% pada 2027, dengan permintaan domestik masih menjadi penopang utama ekonomi Indonesia. Revisi tersebut memberi latar yang lebih konstruktif bagi pasar, meski Bank Dunia turut mencatat risiko pelebaran ketidakseimbangan fiskal dan eksternal.

Bursa regional turut memberi latar yang relatif kondusif. Nikkei naik 1,05%, Hang Seng 1,00%, STI 0,66%, dan ASX 0,57%, sementara KOSPI turun 0,89% setelah kembali diperdagangkan usai libur pada Senin. Bursa saham Tiongkok daratan masih tutup untuk libur Hari Nasional dan dijadwalkan kembali dibuka pada Kamis, 8 Oktober. Sebagian besar pasar Asia bergerak menguat mengikuti kenaikan Wall Street sebelumnya, dengan Nasdaq bertambah 1,05%, S&P 500 0,66%, dan Dow Jones 0,18%. Meski demikian, pergerakan IHSG hari ini lebih menonjolkan rotasi sektoral domestik, khususnya ke transportasi, teknologi, dan energi.

IHSG Keluar dari Descending Channel, 6.228 Menjadi Resistance Terdekat

Grafik Harian IHSG

Dari perspektif teknis, pemulihan IHSG berlanjut dengan penutupan di 6.192 dan pergerakan indeks menembus sisi atas descending channel yang terbentuk sejak September. Namun, kenaikan masih menghadapi resistance terdekat di 6.228 (tertinggi 28 September), sebelum area 6.321–6.329 yang berdekatan dengan garis tengah Bollinger Band dan resistance horizontal. Penembusan area tersebut dapat memperkuat pemulihan menuju Moving Aveage (MA) 100 periode di 6.485. Relative Strength Index (RSI) naik ke 43,11 dari wilayah oversold, menunjukkan momentum penurunan mulai mereda meski RSI masih berada di bawah level netral 50.

Di sisi bawah, terendah hari ini di 6.120 menjadi support terdekat yang perlu dipertahankan agar momentum pemulihan tetap terjaga. Jika kembali melemah di bawah area tersebut, perhatian beralih ke 5.973 (terendah 1 Oktober), kemudian batas bawah Bollinger Band di sekitar 5.935. Support berikutnya berada di 5.839 (terendah 9 Juli), yang menjadi dasar dari pergerakan sebelumnya.

Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.


KONTEN TERKAIT

Memuat ...



Hak cipta ©2026 FOREXSTREET S.L., dilindungi undang-undang.