IHSG Merayap Naik ke 8.699 setelah Dibuka dengan Gap Atas, Manufaktur Indonesia Tetap Ekspansi di Desember 2025
|- IHSG memanfaatkan gap atas pembukaan dengan naik ke tertinggi hari dekat 8.700.
- Pemerintah menargetkan 15.000 unit hunian sementara untuk kawasan yang terdampak bencana di Sumatera.
- PMI Manufaktur Indonesia untuk Desember 2025 di 51,2, tetap ekspansi.
IHSG bergerak di 8.692,56 yang lebih tinggi 0,53% dari penutupan tahun lalu. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka hari perdagangan pertama di tahun baru dengan gap atas di 8.676,74 dan merayap naik ke tertinggi hari 8.699,79 dalam satu jam pertama perdagangan. Level tersebut menandai tertinggi baru 2026 namun masih di bawah tertinggi sepanjang masa 8.776,97 yang diraih pada bulan lalu.
Indeks-indeks saham Indonesia menunjukkan kinerja beragam dalam 30 menit pertama perdagangan. JII yang naik 0,86% menjadi salah satu indeks dengan kinerja terbaik yang didorong oleh BUMI (+7,65%), BRMS (+5,91%), MBMA (+5,226%), dan JPFA (+4,96%).
Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto melakukan rapat terbatas di lokasi pembangunan rumah hunian di Aceh pada hari kemarin. Presiden mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran yang cukup besar untuk menangani bencana. Di hari yang sama, Presiden Prabowo melihat lokasi pembangunan rumah hunian Danantara yang memiliki spesifikasi luas 4,5x4,5 meter per hunian dengan fasilitas dasar penunjang keyamanan, seperti diinformasikan dalam situs Presiden RI. Hunian ini merupakan tempat tinggal sementara selama proses pemulihan kontruksi dikerjalan. Pemerintah melalui Danantara menargetkan 15.000 unit hunian dibangun dalam tiga bulan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Sebelumnya hari ini, Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers Index/PMI) Manufaktur Indonesia untuk bulan Desember 2025 turun ke 51,2, angka ini lebih kecil kecil dari 53,3 pada bulan sebelumnya dan prakiraan 53,6. Meskipun demikian, sektor ini masih dalam ekspansi karena berada di atas level 50 yang merupakan pemisah antara ekspansi dan kontraksi.
Di hari pertama perdagangan tahun ini, kalender ekonomi Indonesia kosong setelah rilis PMI Manufaktur. Para investor dihadapkan dengan rilis data Neraca Perdagangan dan Inflasi pada hari Senin depan pukul 04:00 GMT (11:00 WIB).
Imbal hasil obligasi Pemerintah Indonesia bertenor 10 tahun membuka tahun baru di 6,119%, melanjutkan pergerakan datar untuk empat hari perdagangan berturut-turut di sekitar level ini.
Emas Antam Masih di Sekitar Rp2.500.000
Emas 1 gram Antam dijual di harga Rp2.504.000 pada hari ini, seperti diinformasikan dalam situs Logam Mulia. Harganya lebih tinggi Rp3.000 dibandingkan dengan harga 31 Desember 2025. Harga terlihat menstabilkan pergerakan setelah turun dari dekat rekor tertinggi Rp2.605.000 yang diraih pada Sabtu pekan lalu.
Kinerja Emas Antam mencerminkan pergerakan harga Emas dunia (XAU/USD) yang tampak berhenti sejenak setelah turun lebih dari 4% pada Senin lalu dari area tertinggi sepanjang masa $4.549 per troy ons.
Tidak banyak data yang berpotensi menjadi penggerak Emas pada hari ini. Yang paling menonjol adalah PMI Manufaktur S&P Global AS untuk bulan Desember 2025 yang akan dirilis pada pukul 14:30 GMT (21:30 WIB).
Grafik Harian IHSG
IHSG menutup tahun 2025 dengan naik lebih dari 22% di 8.646,93 setelah sebelumnya sempat mencatatkan rekor tertinggi baru di 8.776,97 pada 11 Desember 2025. Hal tersebut membuat indeks berada dalam tren naik seperti yang diindikasikan oleh Simple Moving Average (SMA) 200-hari yang miring ke atas di bawah indeks.
Tren naik juga diindikasikan oleh struktur higher highs dan higher lows yang dibentuk IHSG dari terendah 2025 di 5.882,60 hingga tertinggi baru sepanjang masa yang disebutkan di atas. Sejauh ini indeks telah membuat empat higher high dan empat higher low. Relative Strentgh Index (RSI) 14-hari berada di 59,62 yang secara teori menunjukkan bahwa momentumnya bullish setelah bangkit dari sekitar level netral 50.
Dalam kasus IHSG terus naik, rintangan terdekat pertama yang bisa menjadi penghalang adalah 8.776,97 (tertinggi sepanjang masa yang dicapai pada 11 Desember 2025) serta level-level angka bulat 8.800 dan 8.850. Support teknis di 8.525,10 (terendah 29 Desember 2025, higher low), 8.288,27 (tertinggi 13 Oktober 2025, higher high), dan 8.000 (level angka bulat) bisa membatasi penurunan atau koreksi indeks di depan.
Indikator Ekonomi
PMI Manufaktur S&P Global
Indeks Manajer Pembelian (PMI) yang dirilis oleh S&P Global menangkap kondisi bisnis di sektor manufaktur. PMI manufaktur merupakan indikator penting dari kondisi bisnis dan kondisi perekonomian secara keseluruhan di Indonesia. Hasil di atas 50 merupakan sinyal bullish bagi Rupiah, sedangkan hasil di bawah 50 dianggap bearish.
Baca lebih lanjutRilis terakhir: Jum Jan 02, 2026 00.30
Frekuensi: Bulanan
Aktual: 51.2
Konsensus: -
Sebelumnya: 53.3
Sumber: S&P Global
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.