fxs_header_sponsor_anchor

IHSG Merayap Naik di Atas 6.000, S&P Global Pertahankan Rating Indonesia di BBB

  • IHSG melanjutkan kinerja positif kemarin di atas 6.000.
  • S&P Global Rating mempertahankan peringkat utang Indonesia di BBB.
  • Penguatan Dolar AS dan harga minyak dunia bisa meredam sentimen positif.

IHSG bergerak di area 6.062,50 yang lebih tinggi 0,41% dari penutupan hari kemarin pada saat berita ini ditulis. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia dibuka dengan gap atas di 6.057,76 dan turun ke terendah hari 6.002,90 di menit-menit awal pembukaan untuk kemudian berbalik arah dan mencatatkan tertinggi hari 6.084,93 dalam satu jam pertama perdagangan. Namun, indeks kesulitan untuk menindaklanjuti kenaikan di tengah pendorong-pendorong yang bertentangan dari S&P Global dan perkembangan di Timur Tengah yang memengaruhi sentimen di pasar.

Indeks-indek saham Indonesia menunjukkan kinerja beragam di sesi pertama Selasa. JII (+1,51%) menonjol sebagai indeks yang mengalami kenaikan tertinggi, didorong oleh ENRG (+12,35%), BRMS(+8,49%), WIFI (+5,39%), BUMI (+2,72%), dan saham-saham lainnya. ENRG yang merupakan saham dari perseroan dengan bidang usaha eksplorasi minyak dan gas bumi melanjutkan kenaikan dari hari-hari sebelumnya di tengah kenaikan harga minyak dunia di balik timbulnya kembali konflik di Timur Tengah.

Lembaga pemeringkat S&P Global Rating (S&P) mempertahankan peringkat utang Indonesia di BBB dan jangka pendek di A-2 dengan prospek rating jangka panjang stabil karena lembaga ini menilai penurunan pada metrik-metrik fiskal dan ekternal bersifat sementara dan akan berbalik karena lebih tingginya harga komoditas dan laju perubahan kebijakan yang lebih stabil. Prospek stabil juga mencerminkan ekspektasi lembaga bahwa pemerintah terus melihat batas atas defisit tahunan 3% sebagai jangkar kebijakan yang penting. S&P memprakirakan PDB riil Indonesia tahun ini tumbuh 5,1% dan rata-rata 4,9% per tahun dalam periode 2026 hingga 2029.

Menanggapi laporan di atas, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia (RI), Airlangga Hartarto, mengatakan bahwa, "Afirmasi peringkat oleh S&P pada level BBB dengan outlook Stabil merupakan pengakuan atas konsistensi dan kredibilitas kebijakan ekonomi Pemerintah." Lebih lanjut Airlangga mengungkapkan bahwa, "Ini menjadi sinyal positif bagi investor bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap solid," dikutip dari siaran pers Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Namun, kabar positif di atas diredam oleh penguatan Dolar AS dan minyak dunia di balik pembaruan konflik AS-Iran yang berlangsung sejak akhir pekan. Rupiah berada di area 18.088 per Dolar AS sementara minyak West Texas Intermediate ditutup naik 8,95% di $77,82 per barrel kemarin dan melanjutkan kenaikan di perdagangan sesi Asia hari ini yang pada satu titik mencatatkan tertinggi hari $80,11 per barrel, level tertinggi sejak 15 Juni 2026.

Komando Pusat (CENTCOM) Amerika Serikat mengatakan bahwa mereka telah menyelesaikan serangan baru terhadap target-target militer Iran dengan lebih dari 50 ribu personnel militer AS dikerahkan di seluruh Timur Tengah, seperti diinformasikan Reuters. Pada hari kemarin, Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan Selat Hormuz terbuka dan dapat diakses oleh pelayaran internasonal "dengan atau tanpa Iran". Trump dalam cuitan di Truth Social kembali memberlakukan "Blokade Iran" serta mengenakan biaya 20% atas semua kargo yang dikirim melewati Selat untuk menutupi biaya perlindungan dengan perinciannya akan menyusul dalam waktu dekat.

Kalender ekonomi Indonesia kosong pada hari ini dan sepanjang sisa minggu ini. Peristiwa penting selanjutnya untuk pasar Indonesia adalah keputusan suku bunga Bank Indonesia pada Rabu pekan depan. Konfrensi pers juga akan diamati untuk melihat penilaian para Dewan Gubernur atas dua kenaikan suku bunga yang dilakukan bank sentral pada bulan lalu serta dampaknya pada perekonomian dalam negeri.

Imbal hasil obligasi Pemerintah Indonesia bertenor 10 tahun di 7,259% yang naik 1,04% pada hari ini. Kenaikan tersebut memangkas sebagian besar penurunan dua hari perdagangan berturut-turut sebelumnya. Meskipun naik, imbal hasil ini masih berada dalam kisaran sideways dalam jangka pendek.

Indikator Ekonomi

Tingkat Suku Bunga Bank Indonesia

Keputusan Tingkat Suku Bunga diumumkan oleh Bank Indonesia. Kebijakan Moneter mengacu pada tindakan yang dilakukan oleh otoritas moneter suatu negara, bank sentral atau pemerintah untuk mencapai tujuan tertentu dalam ekonomi nasional. Hal ini didasarkan pada hubungan antara suku bunga di mana uang dapat dipinjam dan pasokan total uang.

Baca lebih lanjut

Rilis berikutnya Rab Jul 22, 2026 07.30

Frekuensi: Tidak teratur

Konsensus: -

Sebelumnya: 5.75%

Sumber: Bank Indonesia

Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.


KONTEN TERKAIT

Memuat ...



Hak cipta ©2026 FOREXSTREET S.L., dilindungi undang-undang.