IHSG Meraih Kembali 5.800, Bank Indonesia Mengatakan Inflasi Masih dalam Sasaran
|- IHSG melanjutkan kinerja positif kemarin di atas 5.800.
- Menkeu Purbaya bertemu Duta Besar Australia.
- BI melihat inflasi Juni masih berada dalam sasaran.
IHSG berada di 5.804,77 yang lebih tinggi 1,93% dari penutupan hari kemarin pada saat berita ini ditulis. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia dibuka di 5.709,84 dan merayap naik di sesi pertama untuk meraih tertinggi hari 5.806,71. Indeks melanjutkan kinerja positif kemarin menyusul rilis data Inflasi Juni yang masih dalam sasaran bank sentral Indonesia.
Indeks-indeks saham Indonesia menunjukkan kinerja positif di sesi pertama Kamis. LQ45 (+2,34%) tampil sebagai salah satu indeks dengan kinerja terbaik sejauh hari ini yang ditopang oleh ANTM (+6,51%), AMMN (+4,05%), BBCA (+3,57%), dan saham-saham lainya. Namun, kenaikan ini tampak diredam oleh JPFA (-1,49%), KLBF (-1,96%), dan MAPI (-0,33%).
Tiga saham yang disebutkan terakhir tampak tidak menikmati sentimen positif pasar saham keseluruhan. MAPI tidak mendapat dorongan signifikan di sesi pertama meskipun hari ini adalah tanggal cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi. Perseroan berencana membagian dividen dengan total nilai sebesar Rp166 miliar atau Rp10 per saham. Dividen akan dibayarkan pada 24 Juli.
Menteri Keuangan Republik Indonesia (RI), Purbaya Yudhi Sadewa, bertemu dengan Duta Besar Australia, H.E. Rod Brazier di Jakarta kemarin. Kedua tokoh membahas proyek kerja sama yang sedang berjalan, dikutip dari media sosial resmi Menkeu. Menteri Purbaya menjelaskan Pemerintah Indonesia terus mengoptimalkan mesin-mesin pertumbuhan yang mencakup sektor swasta, peran Pemerintah, dan investasi untuk meraih target pertumbuhan 8%.
Dalam laporan yang dirilis pada hari kemarin, Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia menginformasikan bahwa Inflasi Indonesia pada Juni 2026 sebesar 3,34% Tahun-ke-Tahun dari 3,08% sebelumnya. Untuk Bulan-ke-Bulan, Inflasi pada periode yang sama sebesar 0,44% dari sebelumnya 0,28%.
Bank Indonesia (BI) menanggapi data di atas. Bank sentral melihat inflasi masih dalam kisaran sasaran 2,5±1% yang merupakan hasil dari konsistensi kebijakan moneter dan kerja sama pengendalian inflasi antara BI dan Pemerintah. Bank yakin inflasi akan tetap dalam sasaran pada tahun 2026 dan 2027.
Kalender ekonomi Indonesia kosong hari ini. Data terdekat yang akan dihadapi para investor adalah Cadangan Devisa Juni 2026 dan Uang Primer (M0) pada Selasa pekan depan yang akan dirilis oleh Bank Indonesia.
Data Cadangan Devisa ini akan diperhatikan mengingat Bank Indonesia yang memperkuat intensitas intervensi valuta asing untuk menstabilkan mata uang Rupiah, seperti diumumkan saat menaikkan suku bunga sebesar 25 bp pada pertengahan bulan lalu.
Imbal hasil obligasi Pemerintah Indonesia bertenor 10 tahun berada di 7,153% yang belum bergerak pada basis harian. Imbal hasil ini melanjutkan kinerja sideways yang berlangsung sejak Kamis pekan lalu setelah kesulitan melanjutkan rebound dari 6,845%, terendah 17 Juni.
Indikator Ekonomi
Cadangan Devisa
Laporan Aset Cadangan Resmi Indonesia yang diterbitkan oleh Bank Indonesia setiap bulan menunjukkan perubahan aset cadangan dalam mata uang Dolar AS. Bank Indonesia juga menyampaikan pandangannya tentang apakah tingkat cadangan tersebut memadai untuk terus mendukung ketahanan sektor eksternal dan stabilitas keuangan.
Baca lebih lanjutRilis berikutnya Rab Jul 08, 2026 03.00
Frekuensi: Bulanan
Konsensus: -
Sebelumnya: $144.9
Sumber: Bank of Indonesia
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.