fxs_header_sponsor_anchor

IHSG Menuju Menutup Bulan di Zona Merah Jelang Peristiwa dan Data Penting Bulan Depan

  • IHSG berpotensi menutup bulan ini di bawah level penutupan bulan.
  • S&P Global dan Badan Pusat Statistik akan merilis data penting Selasa pekan depan.
  • Pemerintah Indonesia akan menerapkan impor komoditas strategis satu pintu mulai 1 Juni 2026.

IHSG menutup hari Selasa lalu di 6.130,19 yang lebih rendah 1,23% dibandingkan hari sebelumnya. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia membuka hari perdagangan kedua pekan ini di 6.201,80 dan sempat naik untuk mencatatkan tertinggi baru hari di 6.286,87. Namun demikian, indeks ini kesulitan untuk menindaklajuti penutupan positif dua hari perdagangan berturut-turut sebelumnya menuju libur panjang dua hari Idul Adha selama hari Rabu dan Kamis. Menurut jadwal, pasar saham Indonesia akan dibuka kembali pada Jumat, 29 Mei 2026 namun libur kembali pada hari Senin, 1 Juni 2026 untuk peringatan Hari Lahir Pancasila.

Pada hari perdagangan pertama bulan depan yaitu pada 2 Juni 2026, para investor akan dihadapkan dengan data yang memiliki potensi untuk memengaruhi pergerakan pasar saham Indonesia yaitu Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers Index/PMI) Manufaktur S&P Global Indonesia bulan Mei pada pukul 00:30 GMT (07:30 WIB).

Setelah itu, Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia akan merilis data Neraca Perdagangan bulan April yang juga mencakup Ekspor dan Impor untuk bulan yang sama, diikuti oleh rilis data Inflasi dan Inflasi Inti bulan Mei yang dimulai pada pukul 04:00 GMT (11:00 WIB).

Di samping data, pasar juga akan memerhatikan respon para investor saham emiten-emiten yang berhubungan dengan minyak mentah sawit dan batu bara saat implementasi kebijakan ekspor melalui satu pintu BUMN (Badan Usaha Milik Negara) PT Danantara Sumberdaya Indonesia mulai berlaku pada 1 Juni 2026. Tiga komoditas dalam tahap awal penerapan kebijakan ini adalah minyak mentah kelapa sawit, batu bara, dan paduan besi. Pemerintah mengklaim kebijakan ini untuk menghilangkan praktik trade misinvoicing serta memperkuat kontrol ekspor komoditas strategis.

Imbal hasil obligasi Pemerintah Indonesia bertenor 10 tahun ditutup naik 0,21% di 6,709% Selasa lalu, mematahkan penurunan dua hari perdagangan berturut-turut sebelumnya. Dalam jangka pendek, imbal hasil ini tampak sideways karena naik dan turun di sekitar level-level saat ini sejak awal Maret dan sempat mencatatkan tertinggi 2026 di 6,957% pada 29 April.

Indikator Ekonomi

PMI Manufaktur S&P Global

Indeks Manajer Pembelian (PMI) yang dirilis oleh S&P Global menangkap kondisi bisnis di sektor manufaktur. PMI manufaktur merupakan indikator penting dari kondisi bisnis dan kondisi perekonomian secara keseluruhan di Indonesia. Hasil di atas 50 merupakan sinyal bullish bagi Rupiah, sedangkan hasil di bawah 50 dianggap bearish.

Baca lebih lanjut

Rilis berikutnya Sel Jun 02, 2026 00.30

Frekuensi: Bulanan

Konsensus: -

Sebelumnya: 49.1

Sumber: S&P Global

Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.


KONTEN TERKAIT

Memuat ...



Hak cipta ©2026 FOREXSTREET S.L., dilindungi undang-undang.