fxs_header_sponsor_anchor

IHSG Menguat Tipis, Saham BUMN-Industri Jadi Penopang di Tengah Sentimen Global Campuran

  • IHSG ditutup naik terbatas 0,13% ke 8.944, bergerak konsolidatif dengan minat beli selektif sepanjang sesi.
  • Penguatan ditopang lonjakan IDXMESBUMN (+3,42%), IDXINDUST (+2,40%), dan IDXBUMN20 (+1,42%), meski tekanan masih membayangi sektor non-siklikal dan transportasi.
  • Dari global, bursa Asia bergerak tidak seragam di tengah isu Tiongkok-Jepang dan geopolitik AS, sementara pasar menanti data tenaga kerja dan jasa AS sebagai penentu arah kebijakan moneter.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Rabu di zona positif dengan kenaikan tipis 0,13% ke level 8.944, setelah sempat dibuka lebih tinggi di 8.959 dan bergerak di rentang 8.916-8.970 sepanjang sesi. Pergerakan indeks menunjukkan kecenderungan konsolidatif, di mana minat beli terfokus pada saham-saham tertentu, terutama kelompok BUMN dan sektor industri.

Lonjakan IDXMESBUMN sebesar 3,42% serta penguatan IDXINDUST 2,40% dan IDXBUMN20 1,42% menjadi penopang utama, membantu IHSG bertahan di jalur positif meski tekanan masih terlihat pada sektor non-siklikal (-0,94%), transportasi (-1,83%), dan indeks dolar berbasis domestik DBX (-1,39%) yang masing-masing menutup perdagangan di zona negatif.

Dari eksternal, sentimen global bergerak bercampur seiring kinerja bursa Asia yang tidak seragam. ASX 200 menguat tipis 0,15%, KOSPI naik 0,57%, dan Shanghai Composite bertambah 0,05%. Sebaliknya, tekanan membayangi Nikkei 225 yang turun 1,06% serta Hang Seng Index melemah 0,94%, di tengah meningkatnya ketegangan setelah Tiongkok memberlakukan larangan ekspor barang dual-use ke Jepang, termasuk elemen tanah jarang. Meski demikian, reaksi pasar global sejauh ini masih relatif terkendali. Di sisi geopolitik lain, Donald Trump kembali menghidupkan wacana akuisisi Greenland, memicu penolakan Eropa dan NATO, meski sebagian pihak menilai isu tersebut lebih sebagai taktik negosiasi.

Menurut Reuters, ketegangan Tiongkok-Jepang meningkat setelah Beijing melarang ekspor barang dual-use ke Jepang menyusul pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi terkait Taiwan. Larangan tersebut mencakup barang dan teknologi sipil – militer, termasuk mineral penting bagi industri semikonduktor, dan memicu kekhawatiran pembatasan lanjutan pada logam tanah jarang – di mana Jepang masih bergantung sekitar 60% pada pasokan Tiongkok – dengan dampak awal terlihat pada pelemahan saham Jepang.

Ipek Ozkardeskaya dari Swissquote Bank Ltd, mencatat bahwa saham AS tetap mencetak rekor baru – dengan S&P 500 dan Dow Jones di level tertinggi sepanjang masa – menunjukkan minat beli global masih terjaga. Namun, fondasi optimisme tersebut dinilai belum sepenuhnya solid, mengingat sinyal inflasi AS masih terdistorsi dan berpotensi kembali menguji ekspektasi pelonggaran kebijakan ke depan.

Selanjutnya, malam ini para pelaku pasar juga menakar ulang arah kebijakan moneter global menjelang rilis data ADP, PMI Jasa ISM, dan JOLTS AS, di tengah pernyataan Gubernur Federal Reserve Stephen Miran yang mendorong pemangkasan suku bunga agresif pada 2026.

Indikator Ekonomi

Perubahan Ketenagakerjaan ADP

Perubahan Ketenagakerjaan ADP merupakan pengukur ketenagakerjaan di sektor swasta yang dirilis oleh pemroses payrolls terbesar di AS, Automatic Data Processing Inc. Alat ini mengukur perubahan jumlah orang yang bekerja secara swasta di AS. Secara umum, kenaikan indikator ini memiliki implikasi positif bagi belanja konsumen dan merupakan stimulator pertumbuhan ekonomi. Jadi, pembacaan yang tinggi secara tradisional dianggap sebagai bullish bagi Dolar AS (USD), sementara pembacaan yang rendah dianggap bearish.

Baca lebih lanjut

Rilis berikutnya Rab Jan 07, 2026 13.15

Frekuensi: Bulanan

Konsensus: 47Rb

Sebelumnya: -32Rb

Sumber: ADP Research Institute

Pedagang sering mempertimbangkan data ketenagakerjaan dari ADP, penyedia payrolls terbesar di Amerika ini, melaporkan sebagai pertanda dari rilis Biro Statistik Tenaga Kerja tentang Nonfarm Payrolls (biasanya diterbitkan dua hari kemudian), karena korelasi antara keduanya. Terjadinya tumpang tindih kedua seri tersebut cukup tinggi, tetapi pada bulan-bulan tertentu, perbedaannya bisa sangat besar. Alasan lain pedagang Valas mengikuti laporan ini sama dengan NFP – pertumbuhan angka ketenagakerjaan yang kuat dan terus-menerus meningkatkan tekanan inflasi, dan bersamaan dengan itu, kemungkinan bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga. Angka aktual yang mengalahkan konsensus cenderung membuat USD bullish.

Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.


KONTEN TERKAIT

Memuat ...



Hak cipta ©2025 FOREXSTREET S.L., dilindungi undang-undang.