IHSG Menguat ke 8.131, Sektor Siklikal Pimpin rally di Tengah Sentimen Global-Domestik Beragam
|- IHSG naik 1,25% ke 8.131, didorong minat beli yang tetap terjaga meski pasar masih selektif.
- Sektor siklikal dan industri memimpin penguatan, mencerminkan optimisme aktivitas ekonomi domestik.
- Investor mencermati isu transparansi pasar, kebijakan fiskal, serta arus modal global sebagai penentu arah berikutnya.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Selasa, naik 1,25% ke level 8.131 dari posisi sebelumnya 8.031. Sepanjang sesi, indeks bergerak dalam rentang 8.011-8.140, menunjukkan minat beli tetap terjaga meski pasar masih selektif dalam menakar sentimen global dan domestik.
Penguatan terutama ditopang sektor siklikal dan industri. IDXCYCLIC melonjak 2,95% dan IDXINDUST naik 2,72%, mencerminkan optimisme terhadap prospek aktivitas ekonomi. Indeks saham unggulan DBX turut naik 2,25%, sementara sektor defensif seperti IDXNONCYC menguat lebih terbatas 0,61%, menandakan adanya rotasi minat investor ke saham berorientasi pertumbuhan. Dari sektor perbankan, penguatan relatif moderat terlihat pada INFOBANK15 (+0,57%) dan PRIMBANK10 (+0,45%), menunjukkan sektor finansial tetap stabil meski belum menjadi penggerak utama rally.
Dari dalam negeri, indikator konsumsi menunjukkan dinamika yang lebih terkendali. Pertumbuhan penjualan ritel tahunan Desember tercatat 3,5%, turun dari 6,3% sebelumnya, mengisyaratkan pola belanja masyarakat mulai kembali ke ritme normal setelah fase ekspansi kuat. Kendati melambat, level pertumbuhan tersebut masih mencerminkan daya beli yang relatif kuat.
Sinyal serupa terlihat pada data lain yang dirilis Senin. Indeks kepercayaan konsumen Januari naik ke 127,0 dari 123,5, menandakan optimisme rumah tangga tetap terjaga. Namun, laju penjualan kendaraan mulai lebih moderat, dengan penjualan motor tumbuh 3,1% (sebelumnya 14,5%) dan penjualan mobil naik 7% (sebelumnya 25,7%). Pola ini memperlihatkan konsumen cenderung lebih berhati-hati, terutama terkait faktor harga, pembiayaan kredit, dan ekspektasi kondisi ekonomi ke depan.
Perhatian investor tertuju pada keputusan FTSE Russell yang menunda evaluasi indeks Indonesia menyusul kekhawatiran terkait transparansi pasar dan likuiditas saham. Bersama MSCI yang sebelumnya menyoroti isu serupa, langkah ini dinilai berpotensi memengaruhi arus dana global karena kedua indeks tersebut menjadi acuan penting bagi investor institusional. Meski status Indonesia sebagai secondary emerging market belum berubah, pasar tetap mencermati progres reformasi regulasi dan upaya peningkatan keterbukaan pasar untuk menjaga kepercayaan investor.
Di sisi lain, pelaku pasar juga menilai arah kebijakan fiskal pemerintah yang tetap agresif mendorong pertumbuhan ekonomi, meski sejumlah lembaga global menyoroti potensi risiko defisit dan transparansi pasar. Kekhawatiran ini mencuat setelah peringatan MSCI serta penurunan prospek kredit oleh Moody’s, yang turut membentuk kehati-hatian investor dalam menakar prospek arus modal dan stabilitas ekonomi Indonesia ke depan.
Secara keseluruhan, penguatan IHSG mencerminkan optimisme pasar yang masih terjaga, namun ruang pergerakan ke depan kemungkinan tetap dipengaruhi kombinasi sentimen global, arah kebijakan domestik, serta dinamika arus modal asing. Investor cenderung mempertahankan sikap selektif sambil menunggu kejelasan katalis baru yang dapat memberikan arah tren lebih kuat bagi pasar saham Indonesia.
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.