IHSG Menguat Ditopang Data Domestik, Pasar Tetap Waspadai Risiko Global
|- IHSG naik 0,84% ke 8.933, mendapat bantalan dari surplus dagang dan inflasi yang masih terkendali.
- Sektor basic dan industri memimpin penguatan, sementara BUMN dan transportasi tertinggal.
- Pasar menahan langkah jelang rangkaian data ekonomi AS dan dinamika geopolitik Venezuela.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Selasa dengan penguatan 0,84% ke level 8.933, ditopang sentimen domestik yang relatif solid meski pasar global masih dibayangi ketidakpastian. Dari dalam negeri, data ekonomi Indonesia yang dirilis sehari sebelumnya memberi bantalan bagi pergerakan indeks. Neraca perdagangan November tetap mencatat surplus US$2,66 miliar, meski lebih sempit dari konsensus, seiring ekspor yang terkontraksi 6,6% (YoY) dan impor yang mulai tumbuh tipis. Di sisi harga, inflasi Desember naik ke 2,92% (YoY) dengan inflasi inti 2,38%, menandakan tekanan domestik masih terkendali dan tidak langsung mempersempit ruang kebijakan moneter.
Penguatan terutama ditopang oleh sektor berbasis siklikal awal dan manufaktur. IDXBASIC melonjak 3,35%, sementara IDXINDUST naik 2,14% dan IDXSMC-COM menguat 1,70%, mencerminkan respons positif pasar terhadap ekspektasi stabilitas permintaan domestik. Sebaliknya, tekanan terlihat pada kelompok BUMN dan infrastruktur, dengan IDXBUMN20 turun 0,64%, SMinfra18 melemah 0,77%, serta IDXTRANS terkoreksi 0,89%, mencerminkan rotasi selektif investor.
Di papan individu, BIPI, ECII, dan GSMF memimpin daftar penguatan dengan lonjakan di atas 34%, didorong minat spekulatif dan volume yang meningkat. Sementara itu, tekanan jual membayangi MPXL, KLAS, dan CPRO yang masing-masing terkoreksi lebih dari 14%.
Data AS yang Melemah dan Geopolitik Venezuela Jaga Sentimen Global Tetap Hati-hati
Dari eksternal, sentimen global tetap bernuansa hati-hati. Data Amerika Serikat menunjukkan PMI Manufaktur ISM Desember turun ke 47,9, menegaskan kontraksi aktivitas pabrik yang berlanjut, sementara sinyal pendinginan pasar tenaga kerja mulai terbaca. Di saat yang sama, ketegangan geopolitik turut menjadi perhatian setelah laporan Reuters mengungkap dinamika politik Venezuela. Pemimpin oposisi Maria Corina Machado menyatakan kesiapan oposisi memenangkan pemilu, sementara pemerintahan Presiden AS Donald Trump disebut berupaya bekerja sama dengan sekutu Presiden Venezuela yang digulingkan, Nicolas Maduro, yang kini dipenjara di New York atas tuduhan narkotika. Perkembangan ini menambah lapisan ketidakpastian geopolitik global yang tetap diperhitungkan pelaku pasar.
Agenda Data AS Jadi Kunci Pembentukan Ekspektasi Pasar Selanjutnya
Ke depan, pelaku pasar global mulai menyusun ulang ekspektasi dengan menanti rangkaian data ekonomi Amerika Serikat. Perhatian awal tertuju pada rilis PMI Manufaktur S&P Global pada Selasa, yang akan memberi gambaran awal arah aktivitas bisnis. Fokus kemudian berlanjut ke data Perubahan Ketenagakerjaan ADP dan laporan Lowongan Kerja JOLTS pada Rabu, yang dinilai penting untuk mengukur seberapa jauh pendinginan pasar tenaga kerja berlangsung, sebelum pasar mengunci arah melalui publikasi Nonfarm Payrolls (NFP) pada Jumat. Rangkaian data ini akan menjadi referensi utama dalam membentuk kembali ekspektasi kebijakan moneter AS, sekaligus menentukan sensitivitas lanjutan aset berisiko, termasuk IHSG.
Indikator Ekonomi
PMI Gabungan S&P Global
Indeks Manajer Pembelian (PMI) Gabungan S&P Global, yang dirilis setiap bulan, adalah indikator utama yang mengukur aktivitas bisnis swasta AS di sektor manufaktur dan jasa. Data ini berasal dari survei kepada eksekutif senior. Setiap respons diberi bobot sesuai dengan ukuran perusahaan dan kontribusinya terhadap total output manufaktur atau jasa yang dihitung oleh sub-sektor tempat perusahaan tersebut berada. Respons survei mencerminkan perubahan, jika ada, di bulan ini dibandingkan dengan bulan sebelumnya dan dapat memprediksi perubahan tren dalam seri data resmi seperti Produk Domestik Bruto (PDB), produksi industri, ketenagakerjaan, dan inflasi. Indeks ini bervariasi antara 0 dan 100, dengan level 50,0 menandakan tidak ada perubahan dibandingkan bulan sebelumnya. Pembacaan di atas 50 menunjukkan bahwa ekonomi swasta umumnya sedang berkembang, yang merupakan tanda bullish untuk Dolar AS (USD). Sementara itu, pembacaan di bawah 50 menandakan bahwa aktivitas umumnya menurun, yang dianggap sebagai bearish untuk USD.
Baca lebih lanjutRilis berikutnya Sel Jan 06, 2026 14.45
Frekuensi: Bulanan
Konsensus: -
Sebelumnya: 53
Sumber: S&P Global
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.