IHSG Menguat 1,27% ke 8.859, Saham Komoditas Pimpin Rally di Tengah Risiko Global
|- IHSG ditutup menguat 1,27% ke level 8.859, didorong minat beli pada sektor komoditas dan BUMN.
- Data domestik beragam, dengan surplus dagang November US$2,66 miliar, ekspor terkontraksi 6,6% (YoY), dan inflasi Desember naik ke 2,92% (YoY).
- Risiko geopolitik Venezuela-AS dan PMI ISM AS malam ini menjaga investor tetap selektif meski indeks bergerak solid.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih melanjutkan tren kenaikan yang terbentuk sejak April 2025 dan menutup perdagangan Senin dengan penguatan solid 1,27% ke level 8.859, sekaligus mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Indeks dibuka di 8.778 dan bergerak konsisten menguat hingga akhir sesi. Pergerakan ini mencerminkan optimisme selektif investor, dengan minat beli terkonsentrasi pada saham-saham berbasis komoditas dan BUMN, di tengah pasar yang tetap menakar risiko global secara cermat.
Dari sisi sektoral, penguatan dipimpin oleh IDXBASIC yang melonjak 2,63% dan IDXENERGY naik 2,32%, disusul IDXMESBUMN menguat 2,13%, menandakan rotasi ke sektor-sektor siklikal. Sebaliknya, IDXTECHNO terkoreksi tipis 0,07%, menunjukkan rotasi yang masih terkontrol tanpa tekanan jual berarti. Di papan saham, AHAP (+35%), BIPI (+34,8%), dan FIRE (+34,5%) mencatat penguatan tertinggi, sementara KLAS (-15%), MPXL (-15%), dan UNIQ (-14,7%) menjadi penekan terdalam.
Dari dalam negeri, sentimen pasar turut dipengaruhi oleh rilis data makro Indonesia yang memberi sinyal beragam. Surplus neraca dagang November tetap terjaga di US$2,66 miliar, meski berada di bawah konsensus pasar, dengan tekanan paling nyata datang dari ekspor yang terkontraksi 6,6% (YoY) akibat turunnya nilai pengiriman komoditas utama seperti batu bara, minyak sawit, logam nikel, dan tembaga. Sementara itu, impor tumbuh tipis 0,46%, mengindikasikan aktivitas domestik mulai pulih namun sekaligus mempersempit bantalan eksternal, sehingga menjaga kehati-hatian pelaku pasar terhadap prospek jangka pendek.
Di sisi harga, inflasi Desember meningkat ke 2,92% (YoY) dan 0,64% (MoM), melampaui ekspektasi pasar dan menegaskan menguatnya permintaan musiman akhir tahun. Namun, inflasi inti yang stabil di 2,38% memberi sinyal bahwa tekanan harga struktural masih terkendali, sehingga belum cukup kuat untuk mendorong perubahan ekspektasi kebijakan moneter secara agresif. Sementara itu, pelemahan PMI manufaktur ke level 51,2 serta perlambatan pertumbuhan kunjungan wisatawan menambah nuansa kehati-hatian, mendorong investor menahan langkah dan lebih selektif.
Dari eksternal, sentimen global masih dibayangi eskalasi geopolitik setelah Amerika Serikat melancarkan operasi militer besar terhadap Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolás Maduro. Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa Washington akan mengelola Venezuela hingga proses transisi dinilai aman dan terkendali, pernyataan yang meningkatkan kewaspadaan pasar terhadap risiko geopolitik regional. Ketidakpastian tersebut turut menambah lapisan kehati-hatian, meski pasar saham domestik sejauh ini masih mampu menyaring tekanan eksternal secara terukur.
Di sesi Amerika, perhatian investor juga mengarah pada agenda global berikutnya. Malam ini, pasar menantikan rilis PMI Manufaktur ISM Amerika Serikat Desember, beserta komponen turunannya seperti harga dibayar, indeks ketenagakerjaan, dan pesanan baru. Konsensus memprakirakan PMI ISM berada di 48,3, sedikit di atas capaian sebelumnya 48,2, dengan harga dibayar diproyeksikan naik ke 59 dari 58,5, sementara indeks ketenagakerjaan diperkirakan tetap berada di area kontraksi 44.
Secara keseluruhan, penguatan IHSG hari ini menunjukkan ketahanan pasar domestik di tengah kombinasi data ekonomi beragam dan dinamika geopolitik global. Namun, kelanjutan tren positif akan sangat bergantung pada arah sentimen global pasca rilis data AS serta perkembangan risiko geopolitik dalam beberapa hari ke depan.
Indikator Ekonomi
PMI Manufaktur ISM
Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur Institute for Supply Management (ISM), yang dirilis setiap bulan, merupakan indikator utama yang mengukur aktivitas bisnis di sektor manufaktur AS. Indikator tersebut diperoleh dari survei terhadap eksekutif pemasok manufaktur berdasarkan informasi yang mereka kumpulkan di organisasi masing-masing. Respons survei mencerminkan perubahan, jika ada, pada bulan ini dibandingkan bulan sebelumnya. Angka di atas 50 menunjukkan bahwa ekonomi manufaktur secara umum berkembang, yang merupakan tanda bullish bagi Dolar AS (USD). Angka di bawah 50 menandakan aktivitas pabrik secara umum menurun, yang dipandang sebagai bearish bagi USD.
Baca lebih lanjutRilis berikutnya Sen Jan 05, 2026 15.00
Frekuensi: Bulanan
Konsensus: 48.3
Sebelumnya: 48.2
Sumber: Institute for Supply Management
Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur Institute for Supply Management (ISM) memberikan pandangan yang andal terhadap keadaan sektor manufaktur AS. Data di atas 50 menunjukkan bahwa aktivitas bisnis berkembang selama periode survei dan sebaliknya. IMP dianggap sebagai indikator utama dan dapat menandakan pergeseran siklus ekonomi. Hasil cetak yang lebih kuat dari perkiraan biasanya berdampak positif pada USD. Selain IMP utama, data Indeks Ketenagakerjaan dan Indeks Harga yang Dibayar diawasi dengan cermat karena keduanya menyoroti pasar tenaga kerja dan inflasi.
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.