fxs_header_sponsor_anchor

IHSG Menguat 1,19% ke 8.310, Pasar Cermati BI Rate dan Sentimen Global Jelang FOMC

  • IHSG ditutup naik ke 8.310, ditopang sektor transportasi, energi, dan konsumsi siklikal.
  • Rupiah masih tertekan jelang keputusan Bank Indonesia, dengan ekspektasi suku bunga tetap 4,75%.
  • Investor memantau data AS dan risalah FOMC, yang berpotensi memengaruhi arus modal dan arah pasar domestik.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Rabu, naik 1,19% ke level 8.310 dari posisi sebelumnya 8.212, dengan pergerakan harian berada di kisaran 8.227-8.310. Kenaikan ini mencerminkan minat beli yang tetap terjaga meski pelaku pasar masih mencermati dinamika global serta arah kebijakan moneter domestik.

Penguatan indeks terutama ditopang sektor transportasi, energi, dan konsumsi siklikal. IDXTRANS melonjak 3,26%, IDXENERGY naik 2,45%, dan IDXCYCLIC menguat 2,01%, menunjukkan rotasi minat investor ke sektor yang sensitif terhadap aktivitas ekonomi. Sektor kesehatan bergerak terbatas, sementara indeks saham syariah relatif stabil.

Di kawasan Asia, mata uang regional cenderung melemah dengan pergerakan terbatas akibat likuiditas tipis selama periode libur, sementara rupiah tertekan menjelang keputusan suku bunga Bank Indonesia pada Kamis. Mata uang Indonesia tercatat melemah sekitar 0,5% pascalibur panjang dan telah turun sedikit di atas 1% sepanjang 2026, menjadikannya salah satu mata uang dengan kinerja terlemah di kawasan. Jajak pendapat Reuters menunjukkan Bank Indonesia kemungkinan mempertahankan suku bunga di 4,75% untuk pertemuan kelima berturut-turut.

Perhatian pasar juga tertuju pada upaya Indonesia menegosiasikan tarif ekspor lebih rendah dalam kesepakatan dagang dengan Amerika Serikat saat kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Washington. Pemerintah berharap tarif dapat ditekan mendekati 18% dari sekitar 19% saat ini, seiring upaya memperkuat hubungan ekonomi bilateral.

Secara regional, laporan BNP Paribas menyebut ekonomi Asia di luar Tiongkok relatif tahan terhadap tarif AS yang lebih tinggi karena ekspor didominasi sektor elektronik yang terdorong permintaan kecerdasan buatan (AI). Namun, strategi Tiongkok mengalihkan ekspor ke pasar lain belum sepenuhnya mengimbangi penurunan pangsa pasar di AS.

Sementara itu, data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan sinyal moderat. Rata-rata empat minggu perubahan ketenagakerjaan ADP tercatat sekitar 10,3 ribu, berbalik dari kontraksi sebelumnya, sementara Indeks Manufaktur Empire State New York Februari naik ke 7,1, sedikit di atas prakiraan pasar namun lebih rendah dari bulan sebelumnya. Data tersebut, bersama komentar hawkish pejabat Federal Reserve, membantu menopang dolar AS. Presiden Federal Reserve Bank of San Francisco Mary Daly menegaskan inflasi tetap perlu ditekan meski mulai melandai, sementara Gubernur The Fed Michael Barr mengindikasikan suku bunga kemungkinan dipertahankan sementara waktu sambil menunggu perkembangan data ekonomi.

Fokus pasar global malam ini tertuju pada sejumlah data AS, termasuk indikator sektor perumahan seperti izin mendirikan bangunan dan perumahan baru, pesanan barang tahan lama, serta produksi industri Januari. Investor juga menunggu pidato pejabat Federal Reserve dan publikasi risalah rapat FOMC, yang dapat memberi petunjuk tambahan mengenai arah kebijakan suku bunga dan pergerakan dolar AS. Perkembangan tersebut berpotensi memengaruhi sentimen investor di pasar domestik, sehingga arah IHSG selanjutnya diprakirakan tetap sensitif terhadap dinamika dolar global dan aliran modal asing.

Indikator Ekonomi

Risalah Rapat FOMC

FOMC singkatan dari Federal Open Market Committee yang mengatur 8 pertemuan dalam setahun dan ulasan kondisi ekonomi dan keuangan, menentukan sikap yang tepat dalam kebijakan moneter dan menilai risiko terhadap tujuan jangka panjang atas stabilitas harga dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. FOMC Minutes yang dirilis oleh Dewan Gubernur Federal Reserve dan panduan yang jelas untuk kebijakan suku bunga AS di masa yang akan datang.

Baca lebih lanjut

Rilis berikutnya Rab Feb 18, 2026 19.00

Frekuensi: Tidak teratur

Konsensus: -

Sebelumnya: -

Sumber: Federal Reserve

Risalah Rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) biasanya diterbitkan tiga minggu setelah hari keputusan kebijakan. Investor mencari petunjuk mengenai prospek kebijakan dalam publikasi ini di samping pembagian suara. Nada bullish kemungkinan akan memberikan dorongan bagi greenback sementara sikap dovish dipandang sebagai USD-negatif. Perlu dicatat bahwa reaksi pasar terhadap Risalah Rapat FOMC dapat tertunda karena outlet berita tidak memiliki akses ke publikasi sebelum rilis, tidak seperti Pernyataan Kebijakan FOMC.

Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.


KONTEN TERKAIT

Memuat ...



Hak cipta ©2026 FOREXSTREET S.L., dilindungi undang-undang.