fxs_header_sponsor_anchor

IHSG Mencoba Bertahan di Atas 8.350, Perhatian Tertuju pada Keputusan Suku Bunga Bank Indonesia

  • IHSG meraih tertinggi baru mingguan di atas 8.360 di hari perdagangan kedua pekan ini.
  • Bank Indonesia akan memberikan keputusan suku bunga pada hari ini.
  • Emas Antam hampir memulihkan seluruh penurunan kemarin, kembali di atas Rp2.900.000.

IHSG bergerak di area 8.358,67 yang lebih tinggi 0,58% jika dibandingkan dengan penutupan hari kemarin pada saat berita ini ditulis. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai hari puasa Ramadan pertama di tahun 2026 dibuka dengan gap atas di 8.357,44 dan mencatatkan tertinggi dan terendah hari masing-masing di 8.376,19 dan 8.321,32 dalam satu jam pertama perdagangan. Sejauh ini belum menunjukkan pergerakan signifikan namun berusaha untuk melanjutkan rebound dari 9 Februari 2026.

Indeks-indeks saham Indonesia sebagian besar hijau pada pagi ini. Pengecualian terjadi pada INFOBANK15 yang lebih rendah dari pembukaan hari, meskipun dibuka dengan gap atas pada hari ini. Emiten-emiten dalam indeks ini menunjukkan kinerja beragam, dengan yang menonjol adalah BBCA (+0,69%), BBNI (+0,67%), BBTN (-0,36%), dan BMRI (-0,95%). Saham-saham perbankan akan mendapatkan perhatian lebih besar mengingat keputusan suku bunga Bank Indonesia pada hari ini.

Bank Indonesia (BI) akan mengakhiri Rapat Dewan Gubernur (RDG) hari ini diikuti dengan konfrensi pers dan keputusan suku bunga mulai pukul 07:00 GMT (14:00 WIB). Pasar akan mengamati keputusan dengan cermat untuk melihat apakah BI akan memperpanjang jeda penahanan suku bunga setelah terakhir menurunkannya pada September 2025.

Pernyataan juga akan diamati untuk mencari petunjuk tentang keberlangsungan siklus penurunan suku bunga yang dimulai pada September 2024. Pada saat itu, bank sentral menurunkan BI Rate dari 6,25% menjadi 6%. Sementara dalam siklus ini, bank telah menurunkannya sebanyak enam kali sehingga BI-Rate menjadi 4,75%.

Keputusan suku bunga dan data Pertumbuhan Kredit menjadi peristiwa penting untuk hari ini. Untuk besok, akan ada rilis data Neraca Transaksi Berjalan Indonesia untuk Kuartal 4 2025 yang diprakirakan dirilis pada pukul 03:00 GMT (10:00 WIB).

Imbal hasil obligasi Pemerintah Indonesia bertenor 10 tahun berada di 6,424% menyusul kenaikan 0,23% pada hari kemarin. Dalam jangka pendek, imbal hasil ini masih dalam tren naik dari terendah 2026 di 6,088% hingga mencapai tertinggi 2026 di 6,464% pada 9 Februari.

Emas 1 gram Antam dijual di harga Rp2.916.000 yang lebih tinggi Rp38.000 dari harga kemarin, seperti dicantumkan dalam situs Logam Mulia. Itu menyusul harga Emas dunia (XAU/USD) yang ditutup naik 2,05% di $4.977 per troy ons pada hari kemarin. Meskipun hampir memulihkan seluruh penurunan Selasa, Emas kesulitan untuk merebut kembali level $5.000 pada basis penutupan harian.

Beberapa data ekonomi dari AS hari ini berpotensi menjadi pendorong untuk pergerakan harga Emas di perdagangan sesi Amerika Utara. Data tersebut di antaranya adalah Klaim Tunjangan Pengangguran, Neraca Perdagangan, Survei Manufaktur, serta data Perumahan.

Pernyataan para pejabat The Fed, Bostic, Bowman, Kashkari, Goolsbee, dan Daly, juga akan diamati untuk mencari petunjuk peluang penurunan suku bunga ke depan, terutama setelah rilis Risalah Rapat FOMC.

Grafik Harian IHSG

Grafik harian IHSG, 19 Februari 2026

IHSG melanjutkan pemantulan dari Simple Moving Average (SMA) 200-hari, memperkuat tren bullish jangka lebih panjang yang hampir rusak saat indeks turun tajam pada 29 Januari 2026. Namun, perjalanan untuk menutup gap yang dibuat pasca pengumuman MSCI masih panjang.

Tren bullish ini juga diindikasikan oleh struktur higher highs dan higher lows yang dibuat IHSG dari 5.882,60, terendah 2025, hingga 9.174,47 yang merupakan tertinggi sepanjang masa yang dicapai pada 20 Januari 2026.

Indikator Relative Strength Index (RSI) 14-hari di 47,76 menunjukkan momentumnya masih bearish, mencoba terus bangkit dari zona jenuh jual. Jika momentum bearish melemah dan bahkan berubah bullish, rintangan di sisi atas muncul di 8.596,17 (tertinggi 28 Januari 2026), 8.980,23 (penutupan 27 Januari 2026), dan 9.000 (level angka bulat). Sementara sisi bawah bisa dibatasi support teknis di 7.888,36 (SMA 200-hari), 7.712,34 (terendah 3 Februari 2026), dan 7.481,98 (terendah 2026 yang dicapai pada 29 Januari).

Indikator Ekonomi

Tingkat Suku Bunga Bank Indonesia

Keputusan Tingkat Suku Bunga diumumkan oleh Bank Indonesia. Kebijakan Moneter mengacu pada tindakan yang dilakukan oleh otoritas moneter suatu negara, bank sentral atau pemerintah untuk mencapai tujuan tertentu dalam ekonomi nasional. Hal ini didasarkan pada hubungan antara suku bunga di mana uang dapat dipinjam dan pasokan total uang.

Baca lebih lanjut

Rilis berikutnya Kam Feb 19, 2026 07.30

Frekuensi: Tidak teratur

Konsensus: 4.75%

Sebelumnya: 4.75%

Sumber: Bank Indonesia

Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.


KONTEN TERKAIT

Memuat ...



Hak cipta ©2026 FOREXSTREET S.L., dilindungi undang-undang.